Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

iPhone 14 Rilis, Begini Nasib Saham ERAA

9 Sep 2022, 14:07 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Apple baru-baru ini mengumumkan sederatan gadget barunya dalam gelaran Apple Event di tanggal 7 September 2022 lalu. Salah satu gadget baru yang perkenalkan diantaranya adalah iPhone 14 yang hadir dalam beberapa model, Apple Watch, hingga Airpod. 


Diumumkannya iPhone 14 disebut-sebut berhasil menyita perhatian para penggemar iPhone mengingat adanya tampilan baru yang dinamakan Dynamic Island. Pasca pengumuman gadget terbaru iPhone 14, saham PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) secara mendadak melompat 5,33% di level 474. 




Maklum, ERAA merupakan salah satu distributor gadget Apple melalui kanal speciality store resmi iBox yang kerap menjadi pilihan konsumen yang ingin membeli iPhone. Bahkan, ERAA melalui merek gerai Eraphone masih sukses menempati urutan nomor satu sebagai distributor gadget terbesar di Indonesia dengan pangsa pasar 35%.


Meski sahamnya naik, sepanjang 2022 ERAA ternyata masih terkoreksi 21% dari titik tertinggi di level 446. Bahkan, secara tahunan, saham ERAA telah jatuh di angka yang sama atau melemah 21%. 


BACA JUGA: Inflasi Indonesia DIproyeksi Melandai, Gimana Prospeknya?


Lantas, kenapa saham ERAA melempem?


Pertama, investor kembali mengantisipasi adanya dampak dari melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS dalam jangka pendek. Berdasarkan data RTI, Rupiah telah kehilangan keperkasaannya alias melemah 5,32% dalam satu tahun terakhir yang menjadikan posisi Rupiah saat ini di level 14,955. 


Melemahnya nilai tukar Rupiah memang membuat manajemen harus membayar biaya belanja impor pengadaan merchandise lebih mahal di tahun 2022 berjalan mengingat mata uang transaksional pengadaan smartphone tentunya menggunakan dolar AS.


Kedua, krisis kelangkaan chip yang telah terjadi dalam hampir dua tahun terakhir juga ikut dirasakan oleh segmen elektronik seperti smartphone yang membuat distribusi barang mengalami keterlambatan. Meski permintaan tetap meningkat, namun terbatasnya output produksi membuat ERAA tidak dapat memenuhi tingginya permintaan atas produk smartphone di tahun berjalan.


Ketiga, investor kembali mengantisipasi turunnya permintaan di era normalitas aktivitas masyarakat yang sebelumnya terdampak Pandemi Covid-19. Bahkan, naiknya harga BBM subsidi kembali diekspektasikan akan mengurangi sementara minat masyarakat untuk membeli gadget baru.


Keempat, turunnya kinerja ERAA di semester 1 tahun 2022 juga dianggap sensitif bagi pelaku pasar. Meski omset naik 9,58% YoY menjadi Rp23,39 triliun, laba ERAA malah susut 9% menjadi Rp507 miliar. 


BACA JUGA: Begini Cara Baca Laporan Keuangan


Turun 21%, ini waktunya beli ERAA?

Dilihat dari prospek kinerjanya, kami menilai ERAA masih memiliki ruang upside yang cukup atraktif di masa yang akan datang, terutama dilihat dari penetrasi outletnya yang tersebar sebanyak 1,326 gerai di seluruh Indonesia.


Meski risiko perlambatan ekonomi akibat inflasi yang menanjak akan menjadi downside risk bagi prospek kinerja ERAA di jangka pendek, tingginya katalis pendukung dari pertumbuhan ekonomi berbasis digital seharusnya dapat menopang prospek penjualan segmen devices ERAA.


ERAA yang semester 1 lalu menjual 4.7 juta unit smartphone memang tercatat mengalami penurunan volume sebesar 18,2% YoY. Namun tingginya kenaikan harga jual produk (Averaging Selling Price) atau meningkat 31,8%, ERAA berhasil meningkatkan penjualannya dengan maksimal.


Disisi lain, ERAA juga memiliki ruang potensi peningkatan margin laba kotor yang besar jika dilihat dari penetrasi segment Food & Beverage melalui merek Sushi Tei, Grand Lucky, hingga Paris Baguette. Tingginya potensi margin dari segmen F&B tentunya berimplikasi terhadap naiknya margin perusahaan diluar dari margin penjualan smartphone yang cukup terbatas.


Secara valuasipun, dengan rasio Price to Earnings (P/E) sebesar 7x mengidikasikan bahwa ERAA perlahan memberikan ruang kenyamanan yang menarik bagi investor untuk berinvestasi di perusahaan distribusi smartphone terbesar di Indonesia. 



Mau belajar trading dan investasi saham secara praktis? yuk upgrade ke VIP member Emtrade. 

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-WS-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.




Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Inflasi Indonesia DIproyeksi Melandai, Gimana Prospeknya?

30 Jan 2023, 14:50 WIB
article
premium-iconArtikelInsight

Saham Menarik Ketika Natal dan Tahun Baru, Gimmick atau Fenomena?

24 Des 2022, 10:27 WIB
article
premium-iconArtikelInsight

Kenaikan Suku Bunga BI Mulai Melandai, Begini Efeknya ke Saham

22 Des 2022, 15:00 WIB
article
premium-iconArtikelInsight

Kilas Balik Pasar Saham 2022: Nikel dan Kendaraan Listrik Jadi Primadona?

22 Des 2022, 15:02 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2023, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi