Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconPemula

Berapa Nominal yang Ideal untuk Mulai Trading Saham?

7 Sep 2022, 15:19 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Nominal trading yang ideal sering kali menjadi pertanyaan yang dilontarkan oleh pemula. Ketika mau mulai trading, modal memang menjadi hal yang penting. Alasannya simpel, karena besaran modal akan menentukan hasil akhirnya.

Meski begitu bukan berarti harus langsung pakai nominal yang besar supaya untungnya juga besar. Ada beberapa pertimbangan yang harus dipikirkan. Sebab menggunakan modal dalam jumlah besar juga terbilang lebih berisiko mengingat potensi kerugian yang juga makin besar.

Nah, kalau kalian masih bingung perihal modal trading, kalian sudah berada di artikel yang tepat nih! Di sini kita akan sama-sama mencari tahu jawabannya. Simak sampai selesai ya!

Berapa Modal yang Dipakai?

Sebelum menentukan modal, pastikan dulu uang yang dipakai adalah uang nganggur atau uang dingin. Jangan pakai uang hasil pinjaman, uang untuk kebutuhan sehari-hari, uang pendidikan anak, atau uang dari anggaran lainnya yang akan dipakai dalam waktu dekat.

Jika modal yang dipakai itu uang panas, bukan tidak mungkin tradingnya akan berantakan karena terlalu tergesa-gesa di market untuk cepat cuan. Di satu sisi kalau sampai rugi yang ada justru menambah masalah keuangan. Maka dari itu pakailah uang nganggur.

Nominal trading dan investing bisa disesuaikan dengan profil risiko masing-masing yang mana setiap orang akan berbeda-beda. Untuk pemula karena masih belajar sebaiknya start small dulu. Seberapa kecil? Pakai modal dalam jumlah yang kita siap tanggung risiko atau kerugiannya.

Misalnya total modal untuk beli satu saham sebesar Rp50 juta. Katakanlah skenario terburuk harga saham turun itu bisa sampai 40%. Artinya sudah hilang modal sebesar Rp20 juta. Apakah siap dengan kerugian tersebut atau tidak? Sesuaikan kembali jika memang belum siap.

Berikutnya, modal trading juga dapat disesuaikan dengan kondisi market. Apabila market sedang bullish dan valuasi sudah mahal maka porsi trading bisa lebih besar. Alasannya karena di kondisi ini keuntungan jangka pendek lebih mudah diperoleh. 

Begitu pula ketika market sedang sideways dan saham-saham cenderung banyak yang murah,  alokasikan lebih untuk investasi dan kurangi porsi trading karena sangat berisiko dan. Saat berinvestasi sesuaikan porsi saham investing di portofolio dengan kapitalisasi karena investor besar masuk lebih banyak.

Baca juga: 3 Mindset Trader Saham yang Penting Dimiliki Agar Lebih Konsisten

Atur Money Management

Selain besaran modal yang akan dipakai, money management-nya juga perlu diatur, Emtraders. Idealnya dalam satu portofolio maksimal terdiri dari 10 saham. Boleh saja lebih dari 10 saham asalkan bisa terus pantau dan memang sedang ada peluang, bukan karena FOMO.

Kemudian nominal uang yang dialokasikan untuk setiap saham harus diperhitungkan dengan baik supaya tingkat risiko tetap terjaga. Emtrade menyarankan maksimal 10% per saham dari modal trading. Hal ini bertujuan agar lebih mudah dalam me-manage portofolio.

Contoh:

Punya modal Rp100 juta untuk beli 10 saham. Maka alokasi 10% per saham sebesar Rp10 juta. Nah dari nominal ini bisa dipakai bertahap. Misalnya saat saham melewati resisten (breakout) beli 5% dulu. Sehingga jika nanti ada peluang dari retracement (koreksi sementara), masih punya cash untuk beli lagi. Sekalipun tidak terjadi retracement, sisanya bisa dialihkan ke saham potensial lainnya.

Intinya jangan langsung all in terutama bagi pemula yang masih harus banyak belajar. Fokus saja pada proses yang dilakukan sedikit demi sedikit supaya tidak mudah terbawa emosi di market karena modal yang dipakai terlalu besar.

Ketahui pula kapan harus tambah dan kurangi posisi. Tadi sudah disebutkan bahwa retracement bisa dimanfaatkan untuk menambah porsi saham. Selain itu trader boleh beli lagi ketika harga ter-breakout setelah membentuk base baru.

Lalu, kapan harus kurangi posisi? Pertama, ketika saham bergerak turun dari area support (breakdown). Kedua, ketika market sedang sideways.

Baca juga: 7 Tips Money Management untuk Trading dan Investasi Saham

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.





Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelPemula

Cara Mengetahui Saham yang Lagi Aktif Diperjualbelikan

7 Nov 2022, 15:54 WIB
article
ArtikelPemula

Berapa Minimal Cuan dari Trading Saham?

2 Nov 2022, 15:48 WIB
article
ArtikelPemula

Mau Buka Rekening Saham? Begini Ciri-Ciri Sekuritas yang Bagus

26 Sep 2022, 15:54 WIB
sekuritas yang bagus
ArtikelPemula

Tips Memilih Saham dan Menyusun Portofolio untuk Pemula

23 Sep 2022, 16:06 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi