Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconFundamental

Cara Investasi yang Bisa Mengalahkan Inflasi

5 Sep 2022, 13:50 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Memang, tujuan investasi pada umumnya adalah menjaga aset kita dari adanya inflasi. Secara teoritis, inflasi merupakan penurunan nilai dari mata uang yang membuat berkurangnya daya beli Rupiah tiap tahunnya. 


Jika inflasi diperkirakan akan berada pada level 3%, maka jika return investasi masih di bawah inflasi, berarti investor itu sudah gagal memenuhi tujuan awal investasi tersebut.


Apakah mengukur efektivitas tingkat return yang optimal cukup hanya mengejar pertumbuhan return di atas dari inflasi? Ambil contoh, apabila inflasi diperkirakan di level 3,5%, maka apakah minimum return investasi yang harus kita peroleh adalah minimal 4%? 


BACA JUGA: Sektor Saham Potensial Saat Inflasi Tinggi


Ternyata, perhitungannya tidak semudah itu Emtraders. Dalam dunia keuangan dan investasi, kita harus mengenal tingkat riil imbal hasil (return) yang diperoleh jika mempertimbangkan adanya inflasi. 


Dalam dunia investasi dan keuangan, untuk mengukur tingkat aktual return atau yang dikenal tingkat imbal hasil aktual (Real Rates of Interest/RRI) diatur dalam rumus sebagai berikut:


Nominal Interest rate = real rate of interest + anticipated rate of inflation + (real rate of interest) x (anticipated rate of inflation)


Jika kita aplikasikan kepada contoh sebelumnya bahwa disebut suatu inflasi yang diekspektasikan akan berada di level 3,5% sementara suatu investor disebut meraih tingkat imbal hasil (return) sebesar 4% dari penempatan deposito. Sebelum kita menghitung imbal hasil aktual, maka kita menghitung dulu imbal hasil aktual (net interest) setelah dipotong pajak apabila kita menempatkan dana ke deposito dengan modal asumsi sebesar Rp100 juta. Dengan demikian, perhitungannya adalah sebagai berikut:


Modal Penempatan Dana Rp 100 juta

Bunga 4% Rp 4 juta

Pajak 20% Rp 800ribu

Aktual Bunga Rp 3,2 juta (Rp4juta - Rp800 ribu) ~ 3,2%



Maka dari 4% return yang dijanjikan oleh penempatan investasi di deposito, maka aktual return yang kita peroleh setelah dipotong pajak hanya sebesar 3,2%. Dengan keuntungan 3,2% dan mempertimbangkan adanya inflasi sebesar 3,5%, maka aktual return yang kita peroleh adalah sebagai berikut:



Nominal Interest rate = real rate of interest + anticipated rate of inflation + (real rate of interest) x (anticipated rate of inflation)

0,032   = RRI +3,5% + RRI x 3,5%

0,032 = 1,035 x RRI

RRI  = 3,09%


Ini artinya, dengan imbal hasil yang diperoleh sebesar 3,2% dari deposito, maka investor sejatinya hanya meraih return aktual sebesar 3,09% atas investasi yang diperoleh selama tahun berjalan atau lebih rendah dari ekspektasi return awal dari penempatan deposito sebesar 4% tersebut. 


Jika diawal Anda berharap adanya peningkatan aset atas investasi di deposito, namun secara aktual aset Anda justru berkurang karena ternyata imbal hasil yang Anda peroleh lebih rendah dari tingkat inflasi! Sebagai catatan, ini belum mempertimbangkan potensi beban pajak (levy) dan fee transaksi yang diterapkan jika Anda berinvestasi di pasar modal loh ya.


Tips Agar Investasi Bisa Mengalahkan Inflasi


Lantas, bagaimana cara agar menjaga tingkat return investasi kita tetap optimal? Berikut yang dapat kami rangkum:


Pertama, Anda harus memperlebar gap raihan imbal hasil investasi di portfolio Anda. Semakin tinggi tingkat inflasi yang diekspektasikan akan terjadi, maka Anda harus memperbesar potensi return investasi Anda agar terjaga dari risiko inflasi. 


Contohnya, dibanding Anda memilih instrumen deposito, Anda dapat mempertimbangkan untuk menempatkan dana Anda pada instrumen Surat Utang Negara (SUN) dan reksadana yang memberikan penawaran imbal hasil yang lebih atraktif. Disisi lain, Anda juga dapat mencoba penempatan instrumen yang lebih agresif seperti di pasar saham.


Kedua, minimalisir kesalahan investasi dengan menempatkan alokasi dana pada instrumen investasi yang tepat. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, tujuan investasi adalah meningkatkan dan menjaga aset dari adanya inflasi. Apabila kita tidak bijak dalam memilih instrumen investasi, maka kita bisa kehilangan aset yang seharusnya kita jaga atau kita tingkatkan. 


Misalnya, Anda harus mulai selektif dalam menempatkan instrumen investasi yang biasanya menawarkan janji-janji manis tanpa menyebut risiko-risikonya. Bahkan, Anda harus berhati-hati terlibat dalam penawaran investasi bodong yang dapat merugikan Anda. Yang pasti, kamu harus melakukan riset terlebih dahulu pada instrumen yang jelas dan diawasi oleh badan pengawas sebelum memutuskan untuk terjun didalamnya.


Ketiga, untuk menghindari kesalahan nomor kedua tersebut maka kita pun juga harus bersedia untuk berinvestasi dari leher ke atas. Artinya, sebelum memutuskan untuk berinvestasi terutama mengambil keputusan untuk membeli suatu saham, maka ada baiknya Anda untuk berinvestasi pada buku-buku pengetahuan investasi atau bergabung dengan komunitas belajar saham yang terpercaya. 


Misalnya, Anda dapat membeli buku panduan investasi saham, ataupun Anda bisa bergabung dan belajar komunitas belajar saham yang terpercaya seperti Emtrade. Sebagai catatan, Emtrade memberikan banyak sekali edukasi terkait berinvestasi di pasar modal yang dapat membantu Anda dalam meminimalisir kesalahan investasi yang mungkin bisa terjadi.


Jadi, jangan salah ya dalam mengartikan tingkat imbal hasil yang kita peroleh dari suatu investasi pada tahun berjalan. Yang pastinya, Anda harus mengukur aktual return dengan mempertimbangkan faktor inflasi serta risiko lainnya yang mungkin timbul dari investasi.


Mau belajar saham dan langsung praktik dipandu oleh coach berpengalaman? Yuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.


Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-WS-


emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.







Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Deretan Saham Big Caps yang Terdiskon, Mana yang Potensial?

18 Apr 2024, 16:47 WIB
article
ArtikelInsight

Adu Kuat Kinerja Big Bank Hingga November 2023

17 Jan 2024, 08:59 WIB
article
ArtikelInsight

Mana Saham Properti yang Valuasinya Paling Murah? Cek di Sini!

11 Jan 2024, 13:38 WIB
article
ArtikelFundamental

Laba Bersih vs Arus Kas, Mana yang Lebih Penting?

6 Des 2022, 15:37 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi