Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Kenalan dengan Emiten Terigu Berkode TRGU

2 Sep 2022, 15:37 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Profil & Model Bisnis TRGU

Cerestar Indonesia Tbk (TRGU) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur dan penjualan produk tepung terigu untuk konsumsi, bahan baku pakan ternak, serta mulai mengembangkan lini bisnis trading produk biji-bijian sebagai bahan baku pakan ternak. Anak usaha TRGU yang bergerak di bidang produksi tepung terigu telah beroperasi sejak tahun 2014, meskipun perseroan sendiri secara resmi didirikan tahun 2020.

Kepemilikan saham TRGU 81,1% dimiliki oleh PT Sunterra Indonesia yang merupakan salah satu lini bisnis keluarga Widjaja, sedangkan freefloat di masyarakat tercatat sebesar 18,9%. 

Anak Usaha & Kapasitas Produksi

TRGU memiliki 2 anak usaha dibawahnya, Harvestar yang beroperasi pada bidang produksi dan penjualan tepung terigu serta Agristar yang bergerak pada bidang warehouse untuk mendukung operasional bisnis Harvestar maupun untuk disewakan. Secara kepemilikan perseroan memiliki 99,9% saham dari kedua anak usaha tersebut.

Saat ini TRGU memiliki kapasitas produksi tepung terigu sebesar 1.600 mt/hari yang berfokus di kawasan industri Gresik yang memiliki lokasi cukup strategis dalam ekspansi usaha ke Indonesia bagian timur, ditambah kapasitas Silo penyimpanan gandum sebesar 140.000 mt dan warehouse dengan kapasitas 38.000 mt.

Melalui 46,67% dana IPO atau sekitar Rp147 miliar, perusahaan akan melakukan ekspansi pabrik tepung terigu sebesar 600 mt/hari, meningkatkan kapasitas produksi perusahaan menjadi 2.200 mt/hari. Perusahaan merencanakan kapasitas baru tersebut akan mulai dapat dikomersialkan pada akhir 2Q23 mendatang yang kami nilai dapat segera mendorong performa pendapatan perusahaan, melihat kapasitas saat ini yang telah memiliki utilisasi 100%.

Diversifikasi Produk dan Bisnis

Sebagai salah satu makan pokok, gandum memiliki jenis dan kegunaan yang berbeda sesuai dengan kadar protein yang terdapat dalam tiap jenisnya. TRGU membagi produknya tepung terigu menjadi 3 kategori:

  1.      Falcon Retail

Kemasan 1 kg yang ditujukan untuk pasar retail baik untuk produk terigu serba guna maupun tepung roti

  2.     Tepung Pembuatan Roti

Kemasan 25 kg dengan brand Bakerstar yang ditujukan untuk pembuatan roti.

  3.     Tepung bahan baku makanan

Kemasan 25 kg yang ditujukan untuk bahan baku makanan dengan beberapa level protein: high, medium, low. Pada kategori ini perusahaan memiliki 5 brand sekaligus: Falcon, Agri, Seagull, Dragonfly, dan Armada.

Dalam hal bauran pasar, meskipun TRGU memiliki 1,8% pendapatan ekspor. Perseroan masih akan berfokus dalam mengembangkan pasar domestik yang memiliki ruang bertumbuh yang tinggi. Secara total TRGU memegang pangsa pasar terigu sebesar ~12%.

Selain produk terigu yang menjadi kontributor bisnis utama, TRGU memiliki segmen lain berupa bahan baku pakan ternak yang diperoleh dari bran, bagian terluar gandum yang dihasilkan dari sisa pembuatan tepung terigu yang dipasarkan dengan brand starfish dan manta.

Kedepannya TRGU mulai fokus pada pengembangan bisnis trading produk-produk berbahan kedelai sebagai bahan baku pakan ternak melalui Agristar.



Jajaran Komisaris & Direksi Berpengalaman

Sebagai basis dari pengambilan keputusan, perseroan memiliki jajaran komisaris dan direksi yang berpengalaman dibidang FMCG dan bidang terkait lain. Mengindikasikan kompetensi managemen untuk mengembangkan bisnis TRGU yang memiliki persaingan cukup ketat.


Prospek Industri Terigu di Tengah Gejolak Pasar

Gandum merupakan salah satu bahan baku pokok yang tidak bisa lepas dari konsumsi harian masyarakat Indonesia sebagai bahan baku pembuat roti, cake, biskuit, mie instan, dan lainnya. Tingkat konsumsi tersebut terlihat meningkat selama 10 tahun terakhir, data terakhir dari BPS menunjukan pada tahun 2020 Indonesia mengimpor bijih gandum dan meslin sejumlah 10,3 juta ton atau setara dengan CAGR 11 tahun sebesar 7,2%. Meski demikian hal tersebut belum diimbangi dengan konsumsi gandum per kapita Indonesia yang rata-rata 2016 hingga 2021 hanya sebesar 30kg per tahun, cukup rendah dibandingkan dengan malaysia dan singapura yang berada di 50-60 kg per kapita per tahun.

Hal ini menjadi peluang pertumbuhan bagi perseroan dari sisi volume penjualan, seiring dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat.

 

Gejolak Pasar Mereda Tetapi Belum Usai

Awal tahun 2022 menjadi tahun yang berat bagi industri gandum dan turunannya, dimana terjadinya ketegangan geopolitik antara Rusia-Ukraina dan negara barat menyebabkan terganggunya rantai pasokan gandum, mengingat porsi ekspor gandum Rusia dan Ukraina mewakili 24% dari total ekspor gandum global. Meski demikian gejolak tersebut mulai mereda sejak Juli-22 dimana Rusia dan Ukraina bersepakat untuk membuka pelabuhan yang mengekspor bijih gandum mereka seperti yang dilansir Bloomberg. Meredanya harga gandum dapat menjadi dorongan bagi membaiknya profitabilitas perseroan dengan potensi margin keuntungan yang lebih baik.


Profitabilitas Mendapatkan Momentum

Rilis laporan keuangan TRGU di semester I 2022, mencatatkan pertumbuhan yang baik dimana pendapatan meningkat 5,1% YoY (dibandingkan semester 2021) menjadi Rp1,6 triliun, diiringi dengan laba operasional dan laba bersih yang meningkat masing-masing 23,1% YoY dan 13,4% YoY. Dimana laba bersih sebesar Rp19,7 miliar tersebut mewakili 99% target laba bersih tahunan perusahaan.

Di sisi lain, margin perusahaan juga mengalami perbaikan dengan margin kotor sebesar 8,7% yang meningkat dari semester 1 2021 sebesar 7,8%. Meredanya harga gandum global berpotensi mendorong perseroan untuk dapat mempertahankan capaian margin kotor ke depan.

Meski demikian Minusnya arus kas operasi perusahaan pada semester 1 ini sebesar Rp364 miliar menjadi salah satu poin yang perlu diperhatikan, mengindikasikan bisnis perusahaan yang belum mencatatkan kas masuk meskipun mencatatkan laba di 1H22.


Risiko Balance Sheet

Meskipun baru mendapatkan dana segar sebesar Rp315 miliar dari IPO, perusahaan memiliki jumlah utang jangka pendek yang cukup besar. Pada laporan keuangan 1H22, tercatat utang bank jangka pendek perusahaan sebesar Rp1,28 triliun yang 99,8%nya berbasis mata uang dollar. Utang tersebut kami nilai menjadi risiko yang cukup besar bagi TRGU melihat aruskas perusahaan dari operasional yang masih dalam kondisi negatif.

Apabila diakumulasikan, TRGU memiliki utang pembiayaan sebesar Rp1,4 triliun. Menginterpretasikan rasio utang terhadap ekuitas sebesar 1,39 kali dengan asumsi telah terdapat tambahan modal dari IPO.

 

Valuasi Premium

Menggunakan asumsi kinerja EPS di semester pertama sebesar Rp2,48/saham dengan penyesuaian pada jumlah lembar saham yang beredar setelah IPO serta penutupan harga TRGU di 296 pad tanggal 1 September 2022. Valuasi P/E TRGU diperoleh sebesar 59,7 kali atau relatif premium jika dibandingkan dengan industri di 27,1x



Kesimpulan

Industri tepung gandum memiliki prospek pertumbuhan yang besar di Indonesia, melihat konsumsi per kapita yang masih rendah dan trend impor gandum yang mengalami kenaikan tiap tahunnya. Dengan keunggulan kompetitif berupa produk yang terdiversifikasi pangsa pasar yang cukup besar, serta potensi ekspansi baik dari kapasitas maupun bauran bisnis baru potesi TRGU untuk bertumbuh masih terlihat.

Meski demikian terdapat risiko yang perlu diperhatikan berupa profitabilitas yang masih terganggu dengan geopolitik Rusia-Ukraina, arus kas operasional yang negatif, risiko utang jangka pendek berbentuk dollar, serta valuasi yang premium.

Bagaimana strategi yang tepat untuk investasi dan trading saham TRGU? Temukan selengkapnya di Member VIP Emtrade

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-AVV-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.




Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi