Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconPsikologi Trading

Takut Salah

2 Sep 2022, 13:07 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

By Ellen May

Hari-hari ini, di dunia yang serba penuh pencitraan di media sosial, kehidupan orang lain nampak jauh lebih indah. Sementara itu, kita seringkali melihat diri kita dari banyak kekurangan dan kesalahan. Kayanya dia lebih baik dari saya, lebih bener, lebih kaya. Aku pengen jadi seperti si A, si B, si C yang hidupnya “looking right”. Kaya, sehat, bahagia, harmonis, pinter, aduh… sempurna pokoknya.

Dari situ banyak di antara kita yang mulai menarget diri, harus bisa begini begitu, di usia segini atau segitu. Karena menarget, mau cepat-cepat, tidak menikmati proses, jadi takut salah. Mau perfeksionis, mau semuanya benar.

Padahal, kesalahan adalah bagian dari proses, dan perjalanan hidup kita yang tidak bisa kita hindari.

It’s ok to be wrong


Salah itu normal, salah itu wajar. Tapi sebagian besar orang, sangat takut melakukan kesalahan. Akibat dari takut salah adalah:

  • Ia nggak akan pernah mencoba. Kalau tidak mencoba jadi tidak tahu rasanya, caranya, dan tidak belajar hal baru. Kalau tidak belajar hal yang baru justru malah nggak ada kemajuan.
  • Orang yang takut salah tetaplah akan melakukan kesalahan, karena dalam hidup ini memang proses belajar. Ketika ia mengalami kesalahan, maka ia akan menjadi defensif, mudah tersinggung, dan mengalami victim mentality, menyalahkan orang lain. Jika hal itu terjadi, maka siapa yang rugi? Ya diri sendiri… Kalau numpuk dan berulang-ulang terus, bakal jadi stres, jadi gelisah.
  • Orang yang perfeksionis cenderung mudah marah, dan ia juga menuntut orang di sekitarnya dengan standar yang tinggi. Dari takut salah, justru malah menimbulkan kesalahan yang lebih besar dan merusak relationship dengan orang-orang yang kita kasihi. Relationship yang rusak membuat kita merasa kesepian. Padahal kebutuhan terbesar dan kebutuhan dasar dari seorang manusia adalah penerimaan dan dicintai.

Sebenarnya, kenapa sih orang takut salah?

Takut salah, karena takut risiko. Kalau salah nanti jadi buang uang, buang waktu, buang tenaga. Buang resource. Kalau uda buang resource, yah ujung-ujungnya cape kan…

Emang kenapa kalau cape? Ya nggak enak rasanya lah kalau cape. Painful kan… Maunya kalau semua lancar kan enak gitu loh.

Kenapa rasa “enak” itu jadi penting? Karena bikin bahagia. Hmm… apa sih sebenarnya kebahagiaan itu? Apa yang membuat bahagia itu penting?

Bahagia menjadi penting karena… (luangkan waktu untuk mikir sejenak)

.

.

.

Self- acceptance

Ujung-ujungnya, alasan dari keinginan untuk bahagia, adalah karena kebergunaan, keberhargaan diri, yang merupakan salah satu wujud dari keinginan inner child kita untuk merasa dicintai.

Jadi, bagaimana caranya supaya kita nggak takut salah dan bisa menikmati proses?

Yah dengan memberikan makna pada diri sendiri bahwa keberhargaan diri kita, nilai diri kita bukan ditentukan oleh pencapaian, bukan ditentukan oleh hasil, baik keberhasilan ataupun kegagalan, kemajuan ataupun kemunduran.


Berhasil atau gagal, maju ataupun mundur, mungkin saja mempengaruhi self-confidence kita. Namun, tidak mengganggu/mempengaruhi self-esteem alias nilai diri kita.

Penerimaan diri, penghargaan diri, dan mengagumi diri sendiri, secara jujur… akan kondisi kita apa adanya, membuat kita menjadi lebih tenang, dan bisa menerima situasi dengan lebih damai.

Nilai diri kita tidak akan terpengaruh, tidak akan bertambah karena pencapaian, dan tidak pula berkurang karena kesalahan. 

Dengan kesadaran bahwa pikiran kita bisa salah, dan kesalahan yang terjadi dalam hidup kita itu manusiawi, maka:

  • Kita jadi bisa belajar lebih banyak, explore lebih banyak, tahu lebih banyak, dan tidak terasa, kita bertumbuh dan berhasil mencapai apa yang kita mau.
  • Dengan belajar lebih banyak, kita bisa menemukan solusi-solusi atas permasalahan hidup kita lebih baik, daripada jika kita menutup diri dan takut mencoba hal yang baru.

Mindset open minded alias berpikiran terbuka, artinya kita sadar bahwa mungkin saja apa yang kita pikirkan dan kita sadari saat ini bisa salah. Mungkin saja jika kita belajar lebih lagi, akan ada solusi yang lebih baik.

Kita pun jadi lebih mudah untuk mendengar, rileks, dan sabar dalam berkomunikasi dengan orang lain. Relationship juga jadi lebih bagus. Hidup jadi lebih menyenangkan. 

Tips biar nggak takut salah adalah: mulai dari hal yang kecil, dan fokus pada proses, bukan pada hasil akhir.


Apa hubungannya nih buat trader & investor?


Dalam trading dan investasi saham, takut salah dikarenakan pengen cepet cuan dan takut kehilangan uang. Takut salah dalam trading dan investasi saham menjadi pencetus rasa takut dan serakah, yang justru melumpuhkan otak neokorteks kita, dan justru membuat otak mamalia dan otak reptile kita aktif.

Maka dari itu, nggak heran, kalau udah cuan banyak, kita bisa bersikap seperti monyet yang serakah akan pisang lagi dan lagi.

Atau ketika rugi, kita bisa jadi merasa terancam, sehingga jadi fight (marah-marah), flight (kabur, kapok nggak investasi lagi), atau freeze (pasrah, diem aja udah).

Maka dari itu, penerimaan diri dan rasa kecukupan diri, penting bagi setiap trader dan investor saham, supaya informasi yang didapat bisa masuk ke neokorteks/otak modern manusia dan bisa mengambil keputusan dengan bijak dan santai. Jadinya, investasi bukan cuma cuan, tapi bisa long lasting, dan bahagia.


Salam profit,

Ellen May

Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi