Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconPemula

Cara Menghitung Average Down Saham Supaya Risiko Terjaga

29 Agu 2022, 15:13 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
cara menghitung average down saham

Cara menghitung average down saham merupakan salah satu hal yang perlu dipahami investor. Sebab strategi average down seringkali dijadikan solusi para investor saat menghadapi floating loss. Tujuannya agar bisa meminimalisir kerugian tersebut. Dengan demikian strategi ini disinyalir bisa mengeluarkan investor dari kondisi merugi seiring berjalannya waktu. Gimana caranya? 

Pengertian Average Down Saham

Sebelum kita bahas cara menghitung average down saham, ketahui dulu artinya. Jadi apa itu average down saham? Average down adalah salah satu cara untuk memitigasi risiko saat berinvestasi dengan membeli kembali saham yang harganya sedang turun untuk mengurangi persentase kerugian. Nantinya harga rata-rata pembelian akan menjadi lebih rendah daripada sebelumnya, sehingga investor nggak perlu menunggu sampai sahamnya rebound ke harga rata-rata awal yang jangkauannya terpaut jauh dari posisi saat harga turun.

Averaging down saham dilakukan dengan harapan pelaku pasar akan kembali mengapresiasi harga wajar pada posisi harga yang tepat di masa mendatang. Maka dari itu biasanya average down lebih cocok diterapkan oleh investor jangka panjang.

Namun karena waktu rebound nggak bisa ketahui secara pasti, akan lebih baik kalau strategi ini dilakukan bagi mereka yang nggak berniat menjual sahamnya dalam waktu dekat.

Baca juga: GARP Investing: Strategi Investasi Saham Ala Peter Lynch

Cara Menghitung Average Down Saham

cara menghitung average down saham

Untuk mengetahui cara hitung average down perhatikan ilustrasi average down berikut ini:

Joni membeliTLKM sebanyak 1 lot dengan harga Rp4.000/lembar. Besaran modal yang dikeluarkan untuk 1 lot, 100 lembar x Rp4.000 = Rp400.000. Selang beberapa waktu, harganya turun jadi Rp3.900/lembar. 

Joni yang percaya dengan fundamental perusahaan memutuskan untuk averaging down sebanyak 1 lot. Pada tahap ini, biaya yang dikeluarkan sebesar 100 lembar x Rp3.900 = Rp390.000.

Nggak lama setelah itu harganya turun lagi ke level Rp3.800. Kemudian Joni averaging down 1 lot lagi dengan modal, 100 lembar x Rp3.800 = Rp380.000. Berdasarkan ilustrasi ini, total saham Joni saat ini adalah 3 lot dengan masing-masing modal sebesar:

Rp400.000 + Rp390.000 + Rp380.000 = Rp1.170.000

Maka harga rata-rata pembelian per lembar:

Rp1.170.000 : 3 = Rp3.900.

Setelah itu, Joni hanya perlu menunggu hingga sahamnya melewati harga Rp3.900 untuk mendapatkan profit. Sedangkan kalau Joni nggak averaging down, butuh waktu lama untuk keluar dari kondisi merugi karena harga saham harus melewati harga pembelian awal, yaitu Rp4.000. Nah, inilah cara menghitung average down saham.

Baca juga: Cara Menganalisis Saham IPO Biar Nggak Salah Pilih

Cara Average Down Saham

Untuk melakukan average down, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama, pastikan posisi kamu bukan sebagai trader jangka pendek. Menggunakan strategi ini sebagai trader hampir bisa dipastikan akan gagal karena saham butuh waktu yang cukup lama untuk bangkit. Alternatifnya ada cara yang bisa diterapkan trader saat nyangkut. Selengkapnya baca di artikel di bawah ini.

Baca juga: Cara Atasi Saham Nyangkut

Kedua, persiapkan modal. Modal ini dialokasikan secara khusus untuk mengantisipasi penurunan pada harga saham. Jadi begitu minus, investor bisa langsung eksekusi averaging. Tapi jangan pakai uang panas, ya!

Ketiga, pastikan kembali bahwa perusahaan masih memiliki fundamental yang baik untuk dikoleksi sahamnya. Jika penurunan disebabkan oleh perubahan fundamental, lebih baik hindari average down. Hal ini dikarenakan harga saham dari perusahaan berfundamental buruk akan sulit untuk bangkit, sehingga potensi merugi akan tetap ada.

Baca juga: Cara Baca Laporan Keuangan Saham, Apa yang Harus Diperhatikan?

Tips Lainnya

Setelah baca penjelasan dari tiga poin sebelumnya, average down terkesan bisa meredam kerugian 100%. Padahal kalau dilakukan sembarangan malah bisa bikin kerugian membesar, lho! Kenapa? Soalnya nggak ada satu orang pun yang dapat memprediksi sejauh mana harga akan turun.

Di sisi lain cara ini juga membutuhkan modal untuk bisa beli saham lagi. Untuk itu harus dilakukan dengan strategi yang tepat, seperti misalnya dollar-cost averaging. Singkatnya strategi ini membeli saham secara berkala dengan target yang sudah ditentukan di awal. Di bawah ini adalah tips-tips yang bisa kamu coba.

  • Cicil beli saat pasar sedang terkoreksi atau valuasi sedang terdiskon setiap bulannya. Kalau cicil beli saat harga pasar atau valuasi lagi mahal-mahalnya, hal ini justru membuat rata-rata harga malah naik dan prospek keuntungannya menjadi lebih rendah. Kondisi ini terlalu berisiko jika pasar mengalami penurunan.

  • Cicil saham dengan nominal yang sama. Kalau di awal beli dengan modal Rp5 juta, berarti harus konsisten beli di angka Rp5 juta saat average down. Pola ini dilakukan dengan tujuan agar tingkat penurunan rata-rata harga saham bisa lebih optimal jika ingin terus mencicil di harga rendah.

  • Sebelum pakai strategi dollar-cost averaging,cari tahu informasi lengkap tentang emiten terkait. Apakah fundamental keuangannya bagus dan struktur utangnya aman?

Baca juga: Jangan Asal Average Down, Nanti Malah Bisa Bikin Boncos. Pahami Strateginya di Sini

Selain cara menghitung average down saham, pemula juga harus tahu strategi trading dan investasi serta manajemen risiko dan psikolgi trading. Ingin belajar lebih banyak? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade.

Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, cryptoclass, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.





Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelPemula

Perhitungan Break Even Point Supaya Kamu Tahu Sudah Untung atau Belum

13 Jan 2023, 16:28 WIB
article
ArtikelPemula

Istilah Price In Harga Saham, Apa Maksudnya?

10 Nov 2022, 16:18 WIB
price in harga saham
ArtikelPemula

Aset Safe Haven Emas, Pahami Maksud dan Keuntungannya Di Sini

11 Nov 2022, 16:21 WIB
aset safe haven emas
ArtikelPemula

Ekonomi AS Diprediksi Double-Dip Recession, Apa Maksudnya?

2 Nov 2022, 15:45 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi