Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Hasil Jackson Hole: The Fed Masih Isyaratkan Suku Bunga Tinggi, Gimana Nasib IHSG?

27 Agu 2022, 09:27 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Dini hari tadi (27/08) pidato Gubernur Bank Sentral AS (The Federal Reserve) Jerome Powell pada konferensi tahunan di Jackson Hole memaparkan gambaran langkah kebijakan moneter yang akan diambil oleh The Fed serta gambaran potensi ekonomi kedepan. Dimana pada perdagangan malam lalu, bursa AS ditutup kompak melemah signifikan diikuti dengan bursa saham regional eropa dan timur tengah dengan pergerakan serupa.

Pada pidato tersebut, Powell memberi isyarat bahwa suku bunga masih akan lebih tinggi dan akan berada di level tinggi untuk sementara waktu dengan tujuan utama mengendalikan kenaikan harga (inflasi) yang mencapai tertinggi selama 40 tahun. Powell juga memberi gambaran bahwa mengetatkan kebijakan moneter untuk membawa inflasi ke target 2% membutuhkan pengorbanan ekonomi baik dari sisi rumah tangga maupun bisnis, menjadi sinyal tidak akan ada ‘soft landing’ bagi ekonomi AS yang memperkuat argumen resesi ekonomi di tahun depan.

Di kesempatan lain, Gubernur Fed Atlanta, Raphael Bostic mengungkapkan kepada Bloomberg bahwa suku bunga harus naik 100 hingga 125 bps dari level saat ini dan harus berada di level tersebut untuk waktu yang lama. Mendasari pemikirannya bahwa ekonomi harus melemah terlebih dahulu untuk inflasi bisa turun, dimana biasanya butuh waktu 18 bulan hingga 2 tahun suku bunga tinggi.

Sebagai informasi AS telah menaikkan suku bunganya sebanyak 4 kali pada tahun ini dengan total kenaikan sebesar 225 bps, bahkan pada 2 kenaikan terakhir di bulan Juni dan Juli The Fed harus menaikkan 75 bps tiap bulannya untuk mengendalikan inflasi yang tak kunjung turun.

Tak ingin kehilangan momentum, Bank Indonesia pada RDG-BI tanggal 22-23 Agustus lalu telah mulai kenaikan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 3,75%. Kenaikan tersebut adalah yang pertama sejak tahun 2018 dan yang pertama sejak 18 bulan berturut-turut suku bunga BI di level terendah sepanjang sejarah di 3,5%.

Baik kenaikan suku bunga AS maupun Indonesia dinilai sebagai risiko bagi perekonomian dan pasar saham, karena potensi pertumbuhan ekonomi yang tidak maksimal ditengah kebijakan moneter yang ketat.

Bagaimana strategi trading dan investasi yang tepat ditengah risiko kenaikan suku bunga? Simak selengkapnya di Cuantastik hari ini jam 10.00 WIB.

Mau dapat update market dan trading signal real-time? yuk upgrade jadi VIP member Emtrade.

Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-AVV-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.




Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
premium-iconArtikelInsight

Saham Menarik Ketika Natal dan Tahun Baru, Gimmick atau Fenomena?

24 Des 2022, 10:27 WIB
article
premium-iconArtikelInsight

Kenaikan Suku Bunga BI Mulai Melandai, Begini Efeknya ke Saham

22 Des 2022, 15:00 WIB
article
premium-iconArtikelInsight

Kilas Balik Pasar Saham 2022: Nikel dan Kendaraan Listrik Jadi Primadona?

22 Des 2022, 15:02 WIB
article
premium-iconArtikelPemula

Begini Persamaan Arti GOAT dalam Sepak Bola dan Investasi Saham

19 Des 2022, 16:25 WIB
arti GOAT dalam sepak bola
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2023, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi