Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Belajar dari Bill Gross, Begini Pentingnya Manajemen Risiko

26 Agu 2022, 16:56 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
bill gross

Ada orang yang cuan besar di saham karena paham strategi, tapi ada juga yang cuan besar karena memang lagi hoki. Meski sama-sama cuan, satu hal yang membedakan adalah mereka yang masuk ke saham pakai ilmu dapat bertahan lebih lama di pasar dibandingkan yang asal “tembak”. Gimana maksudnya?

Seperti yang kita tahu bahwa pasar saham sangat berfluktuasi, sehingga risikonya cukup tinggi. Nah, hal ini dapat dimitigasi dengan mempelajari serta menerapkan manajemen risiko yang tepat. Maka dari itu jika Emtraders ingin profit yang diperoleh bisa terus sustain, penting nih untuk memiliki manajemen risiko sebagai bekal yang dibawa saat bertransaksi di market.

Ada satu figur bernama Bill Gross yang pernah untung besar berkat strategi manajemen risikonya. Namun suatu hari keadaannya terbalik ketika dia mulai terbawa emosi dan mengabaikan strategi tersebut. Memangnya seberapa penting sih manajemen risiko dalam trading dan investasi saham? Yuk kita belajar dari pengalaman Bill Gross di artikel ini!

Siapa Bill Gross?

Bill Gross merupakan seorang investor obligasi legendaris yang mendirikan Pacific Investment Company (PIMCO), perusahaan firma manajemen investasi. Pria yang kerap disebut raja obligasi ini juga menulis beberapa buku tentang investasi antara lain Bill Gross on Investing, Everything You’ve Heard About Investing is Wrong!, dan I’m Still Standing.

Gross memiliki latar belakang pendidikan bidang psikologi dari Duke University. Sebelum memulai kariernya sebagai investor profesional, Gross sempat menghabiskan waktu liburan musim panasnya dengan bermain kartu blackjack di salah satu casino di Las Vegas. Setelah lulus S1, dia menjadi bagian pasukan militer dan bertugas di Vietnam. Kemudian belajar bisnis di University of California di mana dia mendapatkan gelar MBA pada tahun 1971.

Di akhir tahun tersebut Bill Gross mulai bekerja sebagai investment analyst di Pacific Mutual Life. Dia juga mendapatkan gelar Certified Financial Analyst (CFA) selama bekerja di sana. Selang lima tahun Gross naik jabatan jadi assistant vice president, mengelola instrumen pendapatan tetap.

PIMCO baru didirikan dua tahun setelahnya dan sukses menjadi perusahaan pengelola obligasi terbesar di dunia dengan aset pendapatan tetap senilai US$600 juta. Melalui reksa dana PIMCO Total Return Fund, dia mampu mencatatkan rata-rata pertumbuhan 7,8% per tahun sejak 1987-2013. Padahal krisis terjadi selama beberapa kali mulai dari fenomena bubble dotcom hingga subprime mortgage.

Baca juga: Bernilai US$327,66 Miliar, Yuk Intip Portofolio Opa Warren Buffett

Dari Untung, Jadi Buntung


Walaupun Bill Gross bukan investor yang fokus ke saham, tetapi kita bisa belajar banyak darinya terkait strategi manajemen risiko dalam investasi. Cerita legendaris Gross terjadi pada 1960-an. Kala itu dia dirawat di rumah sakit karena mengalami kecelakaan mobil pada tahun 1966. Selama di sana Gross membaca buku karya matematikawan Edward Thorp, Beat The Dealer. Dari buku inilah dia belajar banyak tentang cara menghitung kartu blackjack.

Lalu suatu hari dia pergi bermain kartu di Las Vegas dengan membawa uang sebesar US$200. Berkat kemampuannya yang makin terasah, Gross menang dan berhasil mendapatkan uang senilai US$10.000. Kemenangan itu dicapai berkat aturan yang dipaparkan di dalam buku Beat The Dealer.

Edward Thorp, sang penulis, menjelaskan pendapatnya bahwa mengapa sebagian besar gambler kalah dalam permainan adalah karena porsi taruhan yang terlalu besar.. Menurutnya aturan paling aman untuk bertaruh sebesar 2% dari total modal. Nah, cara ini yang kemudian diadaptasi oleh Bill Gross dalam mengembangkan PIMCO dengan menjaga exposure utang untuk investasi tidak lebih 2% dari aset.

Sayangnya Gross tidak pernah lagi sesukses seperti saat dia memimpin PIMCO. Ketika bergabung dengan Janus, kinerja perusahaan justru kian memburuk selama hampir lima tahun. Gross tidak menerapkan strategi manajemen risiko yang sebelumnya digunakan. Alasannya karena dia  memiliki kebebasan untuk mengambil berbagai peluang tanpa memikirkan biaya risiko.

Selain itu dia juga harus beradaptasi lagi dengan kemampuan tim Janus dibandingkan dengan PIMCO yang sudah bersamanya selama tiga dekade. Kegagalan sang raja obligasi terjadi ketika dia memprediksi gap antara yield obligasi AS 10 tahun dengan obligasi Jerman akan menyempit, tapi hasilnya justru sebaliknya. Gross terus bersikeras sampai akhirnnya performa dana kelolaannya menurun. Gross resmi pensiun dari Janus pada 2019.

Baca juga: Memahami Pentingnya Diversifikasi dari Kisah John Templeton

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.





Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelRisk Management

Saham Lagi Turun, Lebih Baik Average Down atau Beli Saham Lain?

10 Jan 2023, 14:04 WIB
article
ArtikelRisk Management

Cara Kurangi Posisi Saat Porsi Saham di Portofolio Melewati Batas Maksimum

2 Jan 2023, 16:06 WIB
article
ArtikelRisk Management

5 Golden Rules Money Management Saham Supaya Cuan Maksimal

24 Jan 2024, 11:19 WIB
money management saham
ArtikelRisk Management

Berapa Persentase Floating Loss yang Ideal untuk Average Down?

4 Nov 2022, 15:31 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi