Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconPerencanaan Keuangan

3 Instrumen Pasar Modal Selain Saham untuk Investasi

6 Agu 2022, 13:42 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
instrumen pasar modal

Bagi Emtraders yang sering pantengin konten, IG Live, dan seminar Emtrade pasti sudah sering dengar himbauan, baik itu dari para coach ataupun Ellen May selaku CEO dan Founder Emtrade, tentang alokasi aset dan diversifikasi. Kenapa sih ini penting dilakukan terutama buat kita yang berinvestasi di saham? 

Dalam berinvestasi ada yang namanya risiko sistematis dan non-sistematis. Risiko sistematis akan berdampak ke seluruh instrumen. Bisa jadi rugi, bisa jadi untung. Contohnya seperti kenaikan suku bunga dan inflasi. Sedangkan risiko non-sistematis adalah risiko yang bisa kita tekan dengan melakukan diversifikasi dalam satu kelas aset yang sama. Misalnya, risiko bisnis dan risiko likuiditas.

Balik ke pertanyaan awal, kenapa investor perlu melakukan alokasi aset dan diversifikasi adalah supaya bisa menyeimbangkan risiko dan keuntungan yang diterima.

Alokasi Aset vs Diversifikasi

Harry Markowitz dalam bukunya yang berjudul Modern Portfolio History menjelaskan alokasi aset dan diversifikasi adalah strategi investasi yang ditujukan untuk menyeimbangkan risiko dan imbal hasil dengan cara melakukan pembagian aset dalam portofolio, sesuai dengan tujuan maupun horizon investasi serta profil risiko investor.

Namun perlu diketahui, alokasi aset dan diversifikasi adalah dua hal yang berbeda. Melakukan alokasi aset bukan berarti sudah melakukan diversifikasi. Begitu pun sebaliknya. Alokasi aset berbicara tentang modal investasi yang dialokasikan ke beberapa aset berbeda seperti saham, obligasi, emas, dan properti. Sementara itu diversifikasi biasanya ada di dalam satu kelas aset. Contoh diversifikasi saham adalah dengan membeli saham dari beberapa sektor berbeda.

Menurut buku Determinants of Portfolio Performance II, An Update, alokasi aset bisa menyumbang 91,5% kesuksesan dalam berinvestasi. Sementara market timing, pemilihan instrumen investasi, dan lainnya hanya bisa menyumbang dalam porsi kecil saja.

Untuk itu bagi kalian para trader dan investor saham yang belum melakukan alokasi aset, yuk intip beberapa instrumen pasar modal yang bisa dijadikan pilihan!

Baca juga: Mau Jadi Orang Kaya atau Orang yang “Terlihat” Kaya?

Instrumen Pasar Modal Non-Derivatif

Undang-Undang Pasar Modal No.8 tahun 1995 tentang Pasar Modal mendefinisikan pasar modal sebagai kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.

 

Kenapa pilih instrumen pasar modal? Pertama, ini bisa membantu roda perekonomian negara. Pertumbuhan perusahaan-perusahaan berbanding lurus dengan kemajuan ekonomi negara. Dengan demikian pajak final yang dikenakan dalam transaksi di pasar modal otomatis masuk ke dalam kas negara.

Kemudian modal investasinya bisa lebih kecil dengan imbal hasil yang menarik dan risiko terukur. Tentunya tidak semahal investasi aset riil berupa properti yang punya return tinggi (bisa dapat capital gain dari harga properti dan fixed income dari sewa). Namun di sisi lain modalnya sangat besar dan membutuhkan biaya perawatan yang juga tinggi. Hal ini pasti akan menyedot kas pribadi.

  • Surat Utang

Surat utang atau obligasi adalah surat berharga berisikan pengakuan utang dari pihak berutang ke pihak yang berpiutang dengan jaminan pembayaran bunga dan pokok utang. Ada dua jenis surat utang antara lain utang pemerintah dan surat utang perusahaan.


Karena surat utang negara dijamin oleh pemerintah dan bahkan tertuang dalam Undang-Undang, instrumen ini boleh dibilang risk free dari risiko default. Dengan membeli surat utang negara, investor memiliki potensi capital gain dan capital loss jika diperdagangkan kembali di pasar sekunder. Sementara itu untuk pajak final yang dikenakan sebesar 10%.


Berbeda dengan surat yang yang diterbitkan pemerintah, surat utang korporasi memiliki default risk di mana terjadi gagal bayar oleh perusahaan penerbit. Selain itu surat utang korporasi juga tidak aktif diperjualbelikan di pasar sekunder. Namun seperti yang kalian lihat di atas, kupon yang ditawarkan jauh lebih besar dengan pasar final 15%.

Baca juga: Apa yang Dimaksud dengan Piramida Keuangan dan Gimana Urutannya?

  • Reksa dana

Seperti yang disebutkan sebelumnya, bahwa alokasi aset itu menjadi salah satu kunci sukses dalam berinvestasi. Maka dari itu kita harus tahu kelas aset keuangan yang kerap kali jadi acuan dalam membentuk portofolio. 

Ketika membahas kelas aset investasi secara klasik, ada 3 kelas aset yang perlu diketahui ketahui, yaitu pasar uang, surat utang, dan saham. Sayangnya tidak semua investor punya banyak waktu untuk melakukan analisis obligasi maupun saham. Atau kita sendiri masih awam di dunia investasi tapi di sisi lain tetap butuh berinvestasi demi tujuan finansial. Oleh karena itulah ada instrumen yang namanya reksa dana.

Apa itu reksa dana? Reksa dana adalah produk investasi yang mengumpulkan dana dari banyak investor dan dikelola oleh manajer investasi. Nantinya adanya tersebut akan dialokasikan ke berbagai instrument seperti pasar uang (deposito), surat utang, dan saham.

Reksa dana dibagi menjadi beberapa jenis. Mulai dari yang paling rendah risiko, yaitu reksa dana pasar uang yang investasinya 100% ke instrumen pasar uang atau surat berharga dengan jatuh tempo kurang dari setahun. Rata-rata imbal hasilnya sekitar 2-4% per tahun. Lalu ada reksa dana pendapatan tetap yang 80% alokasinya ditempatkan pada efek pendapatan tetap seperti surat utang dengan rata-rata return sekitar 5-8% per tahun.

Berikutnya, reksa dana campuran dengan kebijakan investasi maksimal 79% pada instrument pasar uang, obligasi dan saham. Imbal hasil yang ditawarkan rata-rata 10-15% per tahun. Kemudian reksa dana yang risikonya paling tinggi adalah reksa dana saham dan indeks. Seperti Namanya, Sebagian besar modal dialokasikan ke saham atau indeks saham. Meski begitu return-nya lebih besar, yakni rata-rata 15-20% per tahun.


  • Exchange Traded Fund (ETF)

ETF adalah jenis reksa dana yang unit perdagangannya diperjualbelikan di bursa efek. Jadi bisa dibilang instrumen ini seperti gabungan antara reksa dana dan saham dengan minimum pembelian sebanyak 1 lot. ETF bisa dibeli lewat bursa di aplikasi trading saham, sehingga biaya transaksi mengikuti aturan sekuritas terkait. Perhitungan NAB/UP (Nilai Aktiva bersih/Unit Penyertaan) dilakukan selama jam perdagangan BEI.

Jika kamu tertarik dengan ETF, perlu diketahui pajak final jual-beli sebesar 10%, sama seperti saham. Namun likuiditasnya masih kalah dibandingkan dengan saham.

Tonton Recording Cuantastik: Investasi di Pasar Modal Selain Saham


Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.





Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelPerencanaan Keuangan

4 Metode Membuat Tujuan Keuangan 2023 Agar Cepat Tercapai

27 Des 2022, 16:22 WIB
article
ArtikelPerencanaan Keuangan

Begini Cara Menghitung Dana Darurat yang Ideal Saat Mengelola Uang

11 Nov 2022, 16:21 WIB
cara menghitung dana darurat yang ideal
ArtikelPerencanaan Keuangan

Financial Checkup Sebelum Berinvestasi yang Wajib Dilakukan

2 Nov 2022, 15:49 WIB
article
ArtikelPerencanaan Keuangan

Delayed Gratification: Rahasia Menuju Financial Freedom

4 Okt 2022, 16:12 WIB
delayed gratification
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi