Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

TOP! Laba UNTR Meroket 129%

4 Agu 2022, 11:54 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

PT United Tractors Tbk (UNTR) membukukan laba bersih Rp10,4 triliun sepanjang semester pertama 2022. Jumlah ini meroket 129% dibanding laba bersih periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp4,5 triliun.

Pencapaian laba bersih UNTR sejalan dengan kenaikan pendapatan. Pendapatan bersih konsolidasian UNTR mencapai Rp60,4 triliun, melesat 62% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (secara year-on-year/yoy).

BACA JUGA: Begini Pengertian Margin of Safety

Unit usaha UNTR yakni mesin konstruksi, kontraktor penambangan, pertambangan batubara, pertambangan emas, dan industri konstruksi masing-masing berkontribusi sebesar 29%, 33%, 31%, 6% dan 1% terhadap total pendapatan bersih UNTR.

Pendapatan unit usaha mesin konstruksi sampai dengan semester pertama tahun 2022 sebesar Rp17,4 triliun, meningkat 86% dibandingkan semester pertama tahun 2021 sebesar Rp 9,4 triliun.

Penjualan alat berat Komatsu milik UNTR tumbuh sepanjang enam bulan pertama 2022. Penjualan alat berat sebanyak 2.873 unit, melonjak111,09% dari realisasi penjualan pada periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 1.361 unit.

Unit usaha kontraktor penambangan yang dijalankan oleh PT Pamapersada Nusantara (Pama) membukukan pendapatan bersih sebesar Rp20 triliun, naik sebesar 29% yoy.

Sementara dari unit usaha pertambangan batubara meningkat sebesar 149% menjadi Rp18,7 triliun. Total volume penjualan batubara sampai semester pertama  2022 mencapai 5,8 juta ton, turun sebesar 8% dari periode yang sama tahun 2021 sebesar 6,3 juta ton.

Penurunan ini karena adanya larangan ekspor sementara pada bulan Januari 2022. Namun demikian, meningkatnya rata-rata harga jual batubara menutupi penurunan volume penjualan.

Di segmen tambang emas, pendapatan bersih unit usaha turun sebesar 10% menjadi Rp3,9 triliun. Pada semester I/2022, total volume penjualan emas dari tambang Martabe sebesar 144.000 ons atau turun sebesar 18% yoy.

Kemudian, unit usaha konstruksi membukukan pendapatan bersih Rp476 miliar, anjlok 25% yoy. Meskipun demikian anak usaha yang bergerak di kontruksi PT Acset Indonusa Tbk (ACST) berhasil menekan rugi bersih menjadi sebesar Rp114 miliar, dari sebelumnya Rp153 miliar.

Manajemen menyebut, penurunan kinerja bisnis konstruksi disebabkan oleh perlambatan pekerjaan beberapa proyek yang sedang berlangsung dan berkurangnya kontrak baru yang diperoleh akibat dampak pandemi Covid-19.


Mau belajar trading dan investasi saham secara praktis? yuk upgrade ke VIP member Emtrade. 

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-FR-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.





Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi