Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

CTRA Mampu Capai Pra-Penjualan 51% dari Target, Begini Prospeknya

28 Jul 2022, 15:21 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) mampu meraih pra-penjualan sebesar Rp 4 triliun hingga semester I/2022. Perolehan ini sama saja dengan 51% dari target 2022 sebesar Rp 7,8 triliun.

Candra Ciputra, Direktur Utama CTRA mengatakan pencapaian tersebut juga naik 12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy), mengutip berita CNBC Indonesia. Ia pun optimis mampu mencapai target pra-penjualan hingga akhir tahun.

"Ciputra memiliki memiliki reputasi yang baik, jajaran manajemen yang berpengalaman, inovasi produk yang berkesinambungan, kesiapan dalam memasuki era bisnis digital, serta didukung oleh insentif kebijakan Pemerintah," ungkap Candra di Jakarta, Rabu (27/7/2022).

Ada yang menarik dengan pencapaian kali ini. Tren penjualan Ciputra didominasi oleh hunian dengan harga Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar. Kontribusinya mencapai 38% dari total penjualan, naik dari tahun lalu 35%.

BACA JUGA: Zimbabwe Inflasinya Tinggi, tapi Kenapa Pasar Sahamnya Terbang Ya? Begini Penjelasannya

Sementara itu, hingga semester I/2022, CTRA menjual huniah di bawah Rp 1 miliar sebanyak 20%, antara Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar sebesar 28% dan , lebih dari Rp 5 miliar sebesar 15%.

Dibandingkan pada 202, bawah Rp 1 miliar sebesar 25%, Rp 1 hingga Rp 2 miliar sebesar 34%, Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar sebesar 35%, dan di atas Rp 5 miliar sebesar 6%.

Pencapaian ini berbeda dengan tahun lalu, yang mana CTRA didominasi oleh penjualan hunian dengan harga di bawah Rp 2 miliar, yakni segmen menengah ke bawah.

Direktur Perseroan sekaligus Sekretaris Perusahaan Tulus Santoso menyampaikan, fenomena ini karena adanya perbaikan sektor. CTRA sejak awal menargetkan segmen menengah. Namun, pandemi menghantam sektor ini sehingga harus ada penyesuaian.

"Pada masa sulit, Ciputra Development juga harus menyesuaikan pasar dan membangun hunian di bawah Rp 1 miliar. "Ini suatu recovery bagi perusahaan, sebelum 2016 kami memang menjual Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar, di bawah Rp 1 miliar itu hanya untuk maintain sales," tegas Tulus.

Pembeli rumah masih didominasi oleh pembeli pertama rumah, kata Tulus. Meskipun demikian, Direktur Ciputra Harun Hajadi, mengatakan ada juga yang beli umah untuk investasi karena tren bunga yang sangat rendah.

"Bunga kita sedang bagus, jadi orang yang punya dana berlebih bisa masuk untuk investasi pada momen ini," ungkap Harun.

Meskipun begitu, tren pertumbuhan KPR dan KPA sampai Juni 2022 melambat setelah tumbuh 7%. Padahal, pada Mei 2022, pertumbuhan KPR tumbuh 9,8%. 

Namun, dengan posisi suku bunga acuan yang masih rendah, meski beberapa bank sentral lain sudah menaikkan suku bunga, posisi suku bunga di Indonesia cukup menarik. Hal itu bisa menjaga penjualan sektor properti untuk jangka pendek selama belum ada tanda-tanda kenaikan suku bunga. 

Soalnya, sampai saat ini mayoritas penjualan properti di Indonesia masih mengandalkan KPR.

Lalu, tantangan terbesarnya, relaksasi diskon PPN untuk properti akan habis pada September 2022. Jika ada wacana diperpanjang tentu akan menjadi sentimen positif, tetapi jika tidak bisa menjadi penentu apakah setelah tanpa relaksasi, permintaan properti tetap tinggi atau malah melandai.

Mau belajar trading dan investasi saham secara praktis? yuk upgrade ke VIP member Emtrade. 

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-FR-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.





Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Inflasi Indonesia DIproyeksi Melandai, Gimana Prospeknya?

30 Jan 2023, 14:50 WIB
article
premium-iconArtikelInsight

Saham Menarik Ketika Natal dan Tahun Baru, Gimmick atau Fenomena?

24 Des 2022, 10:27 WIB
article
premium-iconArtikelInsight

Kenaikan Suku Bunga BI Mulai Melandai, Begini Efeknya ke Saham

22 Des 2022, 15:00 WIB
article
premium-iconArtikelInsight

Kilas Balik Pasar Saham 2022: Nikel dan Kendaraan Listrik Jadi Primadona?

22 Des 2022, 15:02 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2023, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi