Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Laba UNVR Naik, tapi Sahamnya Nggak Kemana-mana, Begini Penjelasannya

28 Jul 2022, 10:24 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
kinerja UNVR

PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) baru saja melampirkan hasil kinerja laporan keuangan di Semester I/2022. Sekilas, penjualan UNVR mencatatkan pertumbuhan 6,38% menjadi  menjadi Rp21 triliun dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu. Dari sisi laba bersih-pun, UNVR mengalami kenaikan 13% menjadi Rp3,4 triliun. Meski demikian, saham UNVR justru tergerus -4.26% pada 27 Juli 2022, dan hanya menguat tipis 0,21% saat pembukaan pasar 28 Juli 2022, meski. Namun, UNVR masih mencatatkan kenaikan sebesar 14,8% di tahun berjalan.


Lantas, ada apa dengan kinerja UNVR? Berikut 3 fakta tentang kinerja UNVR dan alasan dibalik turunnya saham UNVR yang dapat kami rangkum.


1. Meski kinerja Solid, margin kotor masih turun

UNVR memang mencatatkan kinerja yang atraktif di semester I/2022. Namun, masalah terkait tingginya biaya harga bahan baku masih membebani kinerja UNVR pada hingga kuartal II/2022.


Sebagai catatan, meski UNVR mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 6,38%, namun kenaikan Harga Pokok Penjualan (HPP) sebesar 12% mendorong turunnya margin kotor perusahaan dari 50% menjadi 48% di semester I/2022. 


BACA JUGA: UNVR Jual Bisnis Teh, Begini Dampaknya


Secara spesifik, UNVR mencatatkan kenaikan biaya bahan baku yang digunakan sebesar 12% pada semester I/2022, mengalahkan kenaikan penjualan sebesar 6,38%. Naiknya HPP ini direspons negatif oleh investor pada kinerja UNVR di sisa tahun 2022, terutama dengan kembali naiknya harga bahan baku utama seperti Crude Palm Oil (CPO), gula, hingga skimmed milk dalam 1 bulan terakhir ini.


2. Beban operasional memang turun, namun turunnya biaya promosi menjadi tanda tanya

Meski beban HPP naik, UNVR memang masih mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 13%. Adapun, turunnya biaya operasional menjadikan laba UNVR tercatat menguat. 


Dalam pandangan kami, sebagian besar penurunan biaya operasional disumbang oleh turunnya biaya promosi serta turunnya biaya merek, teknologi, biaya jasa dan biaya enterprise technology solutions yang masing-masing turun 27% dan 30% secara tahunan.


Turunnya biaya operasional memang patut untuk diapresiasi. Namun, adanya pemotongan pada beban promosi menjadi tentunya menjadi sorotan bagi investor. Secara definisi, biaya promosi adalah bagian dari biaya penjualan yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam rangka memperkenalkan dan/atau menganjurkan pemakaian suatu produk baik langsung maupun tidak langsung untuk mempertahankan dan/atau meningkatkan penjualan. 


Dengan turunnya beban promosi, maka kemungkinan turunnya promosi produk Unilever membuat risiko adanya peralihan konsumen ke produk dengan harga yang lebih terjangkau akan sangat mungkin terjadi.


Dengan demikian, investor kembali mengantisipasi potensi perlambatan pada penjualan UNVR dalam kuartal mendatang jika UNVR terus menurunkan biaya promosinya. 


3. Ekuitas Tergerus  Rp924 miliar di 1H22

Normalnya, kenaikan laba bersih pastinya akan meningkatkan ekuitas suatu perusahaan mengingat adanya sisa dana laba yang akan dicadangkan dalam bentuk ekuitas. Meski laba bersih UNVR meningkat 13%, namun di sisi lain UNVR mencatatkan penurunan ekuitas sebesar Rp924 miliar menjadi hanya Rp4 triliun di semester I/2022.


Turunnya ekuitas tentu mendorong semakin mahalnya nilai buku UNVR. Sebagai perbandingan, jika di semester I/2022 nilai buku UNVR tercatat di Rp129/lembar, di semester I/2022 nilai buku UNVR terdepresiasi menjadi Rp105/lembar saham. Hal ini mendorong rasio P/BV UNVR mengalami lonjakan dari 36 kali menjadi 45 kali.


Kami menilai penurunan ekuitas ada beberapa penyebab, seperti ada kemungkinan UNVR mengambil cadangan ekuitas untuk bayar dividen ke pemegang saham yang nilainya selalu jumbo. Lalu, ada juga untuk penggunaan ekuitas aksi korporasi lainnya yang membuat UNVR menimbun kas Rp2,8 triliun pada semester I/2022. 


Demikianlah fakta-fakta dari kinerja UNVR di periode 1H22. Di harga penutupan hari ini, UNVR diperdagangkan dengan rasio Price to Earnings Ratio (P/E) sebesar 26x. Sebagai catatan, UNVR yang merupakan bagian dari indeks dividen 20 secara rutin membagikan dividen payout sebesar 100% dari laba bersihnya. 


Mau belajar trading dan investasi saham lainnya secara praktis? yuk upgrade ke VIP member Emtrade. 


Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, cryptoclass, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-WS-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.




Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Kinerja BBCA Tumbuh Positif Didorong Rekor Pertumbuhan Kredit

23 Apr 2024, 16:33 WIB
article
ArtikelInsight

Laba Bersih TLKM Turun Secara Tahunan di Kuartal I/2024, Gimana Basis Kuartalan?

19 Apr 2024, 15:37 WIB
article
ArtikelInsight

SIDO Siap Catat Perbaikan Kinerja, Simak Potensi Dividennya

5 Apr 2024, 14:26 WIB
article
ArtikelInsight

Perbandingan Kinerja Emiten Properti, Mana yang Paling Kuat?

5 Apr 2024, 10:32 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi