Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Terungkap! Ini Alasan Kenapa Saham Batu Bara Membara

27 Jul 2022, 14:34 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Harga saham batu bara kompak menguat. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melesat 5,83% menjadi 37.675 per lembar. Kemudian PT Indika Energy Tbk (INDY) melonjak 3,89% menjadi 2.670/lembar. Begitu juga PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) masing-masing naik 2,93% dan 2,53%.

Lantas apa yang membuat harga saham emiten-emiten batu bara kembali membara?

­Pada perdagangan Selasa (26/7/2022) harga batu bara dunia kembali ke US$ 440/ton, melesat 7,04% dibandigkan hari sebelumnya.


Kembalinya harga batu bara ke level US$400 per ton karena “perang gas” di Eropa. Jadi, perusahaan gas Rusia Gazprom kembali memangkas pasokan gas ke Eropa lewat jaringan Nord Stream 1. Perusahaan itu hanya akan mengalirkan gas sebesar 33 juta meter kubik (mcm) atau hanya sebesar 20% dari kapasitas normal.

Padahal sebelumnya Gazprom sudah pangkas aliran gasnya hanya 40% lewat Nord Stream 1 karena perawatan turbin di Kanada. Setelah agenda perawatan selama 11-21 Juli 2022.

Banyak negara eropa pun ketar-ketir. Soalnya gas adalah tulang punggung energi di benua Biru. Selain itu, negara-negara eropa mengejar target cadangan hingga 80% hingga November untuk persiapan misum dingin.  Sejauh ini, tingkat penyimpanan gas negara-negara di Eropa baru mencapai 66%, menurut data dari Gas Infrastructure Europe.

Pasokan gas di Eropa yang bakal seret diyakini akan mendorong permintaan batu bara sehingga mengangkat harganya.

"Risiko pasokan gas akan membantu pergerakan harga batu bara. Pemerintah Eropa juga mulai mengoperasikan kembali pembangkit batu bara mereka. Belum lagi, persoalan cuaca ekstrem yang membuat permintaan listrik meningkat. Pasar batu bara benar-benar dalam tekanan," tulsi ANZ Bank, seperti dikutip dari Montel News.

Indonesia sebenarnya akan diuntungkan dari kondisi ini karena Eropa melirik Indonesia sebagai produsen batu bara.

Menurut data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) ekspor batu bara Indonesia ke Eropa sepanjang kuartal II/2022 mencapai US$ 191,2 juta. Angka tersebut naik 143,72% dibandingkan kuartal I/2022.



Jadi gimana? masih tertarik dengan saham-saham batubara? Temukan strategi trading dan investasi saham batubara di VIP member.


Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, cryptoclass, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-FR-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.






Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Inflasi Indonesia DIproyeksi Melandai, Gimana Prospeknya?

30 Jan 2023, 14:50 WIB
article
premium-iconArtikelInsight

Saham Menarik Ketika Natal dan Tahun Baru, Gimmick atau Fenomena?

24 Des 2022, 10:27 WIB
article
premium-iconArtikelInsight

Kenaikan Suku Bunga BI Mulai Melandai, Begini Efeknya ke Saham

22 Des 2022, 15:00 WIB
article
premium-iconArtikelInsight

Kilas Balik Pasar Saham 2022: Nikel dan Kendaraan Listrik Jadi Primadona?

22 Des 2022, 15:02 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2023, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi