Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconRisk Management

Tips Mengatasi Fear and Greed di Pasar Saham

25 Jul 2022, 14:51 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
fear and greed

Salah satu hal yang bikin keputusan trading jadi kurang objektif adalah dorongan emosional, termasuk rasa takut dan serakah. Biasanya ini sering terjadi saat pasar saham lagi naik karena lebih mudah menghasilkan profit dalam jangka pendek. Melihat hal tersebut, orang-orang akhirnya terdorong untuk masuk ke satu saham pakai modal besar yang tidak sesuai dengan pengaturan aset alokasi di awal.

Di sisi lain orang akan lebih mudah merasa takut saat market-nya bearish. Alhasil banyak yang panic selling hingga menyebabkan kejatuhan pasar yang lebih dalam. Jadi tidak heran kenapa saham bisa turun cepat tapi naiknya pelan.

Lalu, gimana caranya mengatasi fear and greed agar trading jadi lebih lancar? Berikut adalah tipsnya dari Ellen May, Founder dan CEO Emtrade.

Menjaga Ekspektasi

Sebagian orang merasa kesulitan saat mengatasi fear and greed di market. Sebenarnya bagaimana cara kita mengatasi keduanya itu balik lagi ke ekspektasi hidup kita. Sebelum berpikir tentang investasi dan profitnya, coba pikirkan lagi, apa sih yang dicari dalam hidup ini?

Saya percaya Emtraders yang baca artikel ini sudah berkecukupan. Jadi saya berpikir, our life is good now. Tanpa berinvestasi pun kita bisa bersenang-senang dan bisa lakukan apa pun yang kita mau. Sedangkan investasi itu hanya itu menambah pertumbuhan aset. 

fear and greed

Pertanyaanya, apakah investasi menjadi satu hal yang krusial? Jawabannya sudah pasti tidak. Di sini investasi sifatnya sebatas tambahan saja. Sayangnya masih banyak orang yang memperlakukan investasi seakan-seakan dia benar-benar membutuhkan return besar. Alhasil banyak yang terjebak dengan investasi bodong.

Jadi semuanya balik lagi ke mindset kita, our life is good now. Cukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita. Dari situ baru kita berinvestasi dengan lebih waras dan mindful tanpa perasaan serakah.

Baca juga: Cara Trading Saham Saat Market Bearish

Forward Looking

Perasaan greedy muncul ketika market lagi uptrend. Contohnya seperti saat USD naik, beberapa orang berpikir “waduh, kok aku nggak punya ya? Harusnya aku punya di situ. Okelah aku masuk banyak biar cepat cuan”.

Begitu pun di pasar saham. Kalau harga saham naik, biasanya orang-orang juga bisa jadi greedy. Saya melihat di media sosial ngomongnya pasti bakal cuan karena terlalu percaya diri. Namun begitu market downtrend, curhatan orang-orang yang dulu percaya diri itu berubah jadi “investasi pokoknya nggak rugi aja udah bagus”.

Nah, saya mencoba untuk forward looking karena dulu saya juga mengalami itu ketika market crash. Yang terjadi satu tahun kemudian, self talk atau curhatannya akan beda lagi. “Sekarang harga saham naik banyak kenapa dulu waktu crash aku nggak beli, ya?”. Oleh sebab itu penting untuk forward looking. Apa yang bakal terjadi ke depannya?

Saat ini The Fed sedang mengupayakan untuk the leveraging guna memperlambat demand. Permintaan masyarakat banyak tapi suplai sedikit. Jika kita lihat sekarang komoditas terbatas tapi permintaan banyak mengingat ekonomi mulai berkembang. Kenapa ekonomi bisa berkembang dengan cepat? Karena dulu The Fed kasih stimulus cukup banyak untuk masyaraka, sehingga demand-nya melonjak.

Sedangkan sekarang The Fed ingin memperlambat demand supaya bisa seimbang untuk menghindari situasi di mana inflasi melonjak tapi tidak ada pertumbuhan ekonomi. Saya percaya jika China sudah tidak lockdown dan suplai meningkat, the leveraging berjalan dengan baik, dan reopening perekonomian Indonesia bagus, kinerja pasar saham akan menjadi lebih baik. Sehingga bisa jadi tahun ini adalah kesempatan terakhir untuk menabur value investing. Sebab valuasi saham akan tinggi apabila pasar recover.

Baca juga: 4 Tips Menghadapi Pasar Saham Saat Bearish

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.





Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelPemula

4 Tips Menghadapi Pasar Saham Saat Bearish

21 Jul 2022, 15:38 WIB
article
ArtikelInsight

Duh Dunia Katanya Bisa Resesi Lagi, Investasi Apa yang Aman?

30 Jun 2022, 15:24 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi