Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconTeknikal

Cara Trading Saham Saat Market Bearish

16 Jul 2022, 13:33 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Cara Trading Saham Saat Market Bearish

Ketika saham lagi ada di tren bullish, trader akan cenderung memanfaatkan momentum untuk beli supaya bisa ikut menikmati capital gain. Namun begitu balik arah ke tren bearish, mental trader akan mulai diuji. Tidak jarang juga yang merasa galau. Jika sudah punya apakah harus cut loss? Dan bagi yang belum punya apakah waktunya untuk beli?

Seperti yang kita tahu IHSG belakangan ini lebih banyak turunnya. Bahkan secara teknikal sudah membentuk lower high yang menjadi tanda downtrend. Sejak awal minggu IHSG sudah turun -1,42%. Penurunan tersebut didorong oleh empat perbankan besar penggerak indeks BBNI -4,28%, BBRI -4,11%, BMRI -4,01%, dan BBCA -2,10%. Lantas, gimana cara cari peluang di market saat market bearish?

Upside Market Saat Ini

Sentimen positif untuk market saat ini berasal dari neraca dagang dan cadangan devisa di Indonesia yang mengalami surplus. Neraca dagang menunjukkan selisih antara ekspor dan impor. Dari transaksi tersebut, terlihat penerimaan negara dari ekspor dan impor masih cukup surplus selama 26 bulan terakhir.

Di sisi lain cadangan devisa digunakan untuk pembayaran utang dan pembiayaan impor. Di kondisi sekarang cadangan devisa Indonesia masih mencukupi untuk memenuhi keduanya selama 4 bulan, di atas standar kecukupan internasional, yaitu 3 bulan. Adapun potensi upside market lainnya adalah rasio utang terhadap PDB yang tergolong cukup stabil, yaitu 41%.

Baca juga: Technical Rebound Saham: Pengertian dan Cara Identifikasinya

Risiko Market Saat Ini

Downside risk pertama ada dari temporary supercycle commodity yang mana sebelumnya trennya akan menjadi uptrend, terlebih lagi adanya perang dari Ukraina dan Rusia. Namun fluktuasi dari supercycle commodity dinilai cukup besar dan sekarang berada di fase penurunan. Terlihat dari harga minyak, metals, dan CPO yang turun cukup dalam.

Selanjutnya arus capital outflow di mana asing mulai keluar secara perlahan dari market sebesar Rp12,4 triliun selama sebulan terakhir. Hal ini dikarenakan adanya kekhawatiran resesi yang membuat investor besar cenderung ingin mengamankan modal mereka. Otomatis ini berdampak negatif pada nilai tukar rupiah dan IHSG mengingat asing adalah salah satu penggerak market yang cukup signifikan.

Selain itu market juga dibayangi oleh inflasi dan BI rate. Secara trennya inflasi global mengalami kenaikan dengan Indonesia yang mencapai 4,35% di bulan Juni. Untuk suku bunga BI sendiri masih di level 3,5%, sehingga kemungkinan besar akan dinaikkan guna mengendalikan inflasi.

Adapun krisis pangan yang turut membayangi pasar saham. Beberapa negara mulai mengamankan sumber pangan mereka untuk memastikan tersedianya pasokan dalam negeri. Misalnya seperti India yang melarang ekspor gandum dan gula serta Malaysia yang melarang ekspor poultry. Hal ini lantas akan memberikan dampak pada kenaikan harga pangan.

Baca juga: Ciri-Ciri Saham Sideways di Fase Distribusi

Cara Trading Saat Market Bearish

Nah, melihat sejumlah risiko yang mungkin akan didahapi selama beberapa waktu ke depan, trader perlu lebih cermat lagi. Sebab pasar akan menjadi sangat volatil. Saham-saham yang mengalami kenaikan pun sifatnya hanya jangka pendek karena tren besar IHSG masih menunjukkan downtrend.

Maka yang harus diperhatikan saat market bearish adalah faktor teknikal dari harga saham tersebut. Mulai dari sisi pergerakan harga dan volume, siklus tren, support dan resisten, pola chart daily dan intraday, serta candlestick. Komponen inilah yang akan membantu dalam hal memilih saham dan menentukan timing jual-belinya.

Cara Trading Saham Saat Market Bearish

Di kondisi market seperti ini, fokusnya adalah buy on weakness atau buy on breakout yang disertai volume tinggi. Buy on weakness melihat saham-saham yang didahului tren penurunan. Ketika harganya menyentuh area support, maka bisa lakukan pembelian.

Sedangkan untuk buy on breakout dilakukan setelah harga saham membentuk area low dan bergerak naik hingga menembus resisten. Lakukan buy on breakout dengan posisi di peralihan stage 1 ke stage 2 atau belum jauh memasuki stage 2.

Pastikan kembali bahwa saham tersebut aktif secara real time market. Bisa dilihat melalui running trade dan bid offer. Semakin sering sahamnya muncul, semakin sering saham tersebut diperdagangkan. Ini penting karena harga saham berpotensi naik jika banyak yang melakukan transaksi.

Lalu gimana cara jualnya? Di sini trader bisa terapkan sell on strength untuk profit taking. Artinya, saham dijual ketika mendekati area resisten. Baca selengkapnya di artikel berikut ini.

Baca juga: Sell on Strength Artinya: Strategi Jual yang Wajib Diketahui Swing Trader

Tips Jual dan Beli Scalping ala Emtrade

Tips beli scalping

  • Pilih saham yang pergerakannya cukup atraktif di running trade.

  • Lakukan multi-timeframe analysis. Apakah posisi chart secara daily ada di support atau breakout?

  • Pastikan chart daily ada di posisi uptrend atau setidaknya muncul pattern reversal atau pembalikan arah.

  • Pastikan chart 15 menit berada di atas indikator moving average.

  • Pastikan ada volume tinggi di chart 1 menit yang menandakan big money masuk ke saham tersebut. Sebab saham akan cenderung terbawa sideways jika hanya dikendalikan oleh retail.

Tips jual scalping

  • Untuk saham scalping pergerakannya harus dipantau secara detail, sehingga apabila muncul ekor atas di daily chart bisa langsung eksekusi profit taking.

  • Sedangkan jika dilihat melalui chart intraday, harga saham membentuk bearish atau reversal pattern.

TONTON SEMINAR: Peluang Trading Saham Second Liner di Kala Market Bearish

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.


Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelTeknikal

Ciri-Ciri Saham yang Menarik untuk Trading Saat Market Turun

10 Jan 2023, 15:32 WIB
article
ArtikelPemula

Pilih Jadi Swing Trader atau Super Trader? Harus Tahu Ini Dulu!

11 Mar 2023, 11:07 WIB
article
ArtikelPemula

Kamu Bisa Jadi Full Time Trader Kalau…

13 Okt 2022, 16:20 WIB
full time trader
ArtikelPsikologi Trading

3 Mindset Trader Saham yang Penting Dimiliki Agar Lebih Konsisten

5 Sep 2022, 16:01 WIB
mindset trader
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi