Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Fakta-fakta di Balik Jalan Tol MBZ yang Dijual JSMR ke Salim

6 Jul 2022, 10:53 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

JSMR mengumumkan telah menjual 40% dari saham Jalan Tol Jakarta-Cikampek atau yang biasa disebut Jalan Tol Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) kepada PT Marga Utama Nusantara, salah satu anak usaha dari Nusantara Infrastruktur Tbk (META) yang merupakan bagian dari konglomerasi Salim Group.

Melalui keterbukaan informasi manajemen yang dirilis pada 4 Juli 2022, manajemen mengungkapkan telah menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham (PPJB saham) dengan anak usaha META atas 2,26 juta saham PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (“JJC”), anak usaha JSMR yang mengoperasikan Jalan Tol MBZ. Ada beberapa fakta menarik yang emtraders perlu tau dari divestasi tersebut.

BACA JUGA: Saham Menarik Ketika Natal dan Tahun Baru, Gimmick atau Fenomena?

Kenapa Namanya Tol Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ)?


Sebelumnya, jalan tol sepanjang 38km tersebut di kenal dengan sebutan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek). Hingga akhirnya pemerintah pada 12 April 2021 mengubah namanya menjadi Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ). MBZ saat ini menjabat sebagai Presiden Abu Dhabi, menggantikan saudara kandungnya pada Mei lalu.

Penamaan tersebut diambil sebagai bentuk apresiasi atas arahan MBZ atas investasi Uni Emirat Arab sebesar US$10 miliar ke Indonesia melalui Indonesia Investment Authority (INA). Selain itu, penamaan MBZ juga menjadi bentuk pengeratan hubungan diplomatik antara Uni Emirat Arab dengan Indonesia.

Kenapa Jalan Tol MBZ Dijual?


Selain sebagai kerjasama strategis antara JSMR dan META, manajemen melalui Bisnis.com juga mengungkapkan bahwa divestasi tersebut mengoptimalkan portofolio bisnis perusahaan dengan cara recycling aset. Recycling aset merupakan istilah yang umum digunakan pada perusahaan infrastruktur, dimana perseroan akan menjual aset infrastrukturnya agar mendapatkan aliran kas untuk membangun proyek infrastruktur baru.

Berapa Keuntungan JSMR dari Divestasi Tersebut?


Dari penjualan 40% kepemilikan atau setara dengan 2.265.778 jumlah saham Jalan Tol MBZ, Salim Group membeli saham Jalan Tol MBZ senilai Rp 1.778.638,51/lembar saham. Artinya JSMR akan mendapatkan pendapatan divestasi sebesar Rp 4,04 triliun.

Dengan asumsi total ekuitas JJC sebesar Rp4,9 triliun pada akhir tahun 2021, maka setidaknya JSMR memiliki level break-even point sebesar Rp1,97 triliun atas penjualan 40% saham Jalan Tol MBZ tersebut. Hal ini mengindikasikan potensi keuntungan sebesar Rp2,06 triliun menurut perhitungan kami. Nilai tersebut akan cukup signifikan mendorong laba bersih JSMR, mengingat di tahun 2021 laba bersih JSMR hanya tercatat sebesar Rp1,6 triliun saja.

 

Seberapa Besar Kontribusi Tol MBZ ke Kinerja JSMR?


Sebagai informasi tambahan informasi, Jalan Tol MBZ memiliki kontribusi yang tidak cukup besar bagi kinerja JSMR. Pada tahun 2021, Jalan Tol MBZ mencatatkan pendapatan sebesar Rp679 miliar atau setara dengan 4,5% saja dari total pendapatan tahunan JSMR pada waktu itu. Meski demikian aset JSMR tersebut dapat mencatatkan laba usaha senilai Rp208 miliar pada tahun yang sama, berbalik dari rugi bersih sebesar Rp30,5 miliar di tahun 2020.

Kinerja Tol MBZ yang meningkat tersebut didukung oleh mobilitas masyarakat yang meningkat, dimana tercatat 150 juta kendaraan melalui tol tersebut pada tahun 2021, meningkat 8,6% dibandingkan tahun 2020.



Menjadi Jalan Tol JSMR dengan Kepemilikan Paling Kecil


Dari 18 konsensi jalan tol yang sudah beroperasi penuh maupun sebagian yang dimiliki JSMR, kepemilikan JSMR di Jalan Tol MBZ berpotensi menjadi yang terkecil setelah divestasi tersebut. Dimana yang sebelumnya JSMR memiliki kepemilikan 80% akan menjadi 40%. Dibandingkan dengan kepemilikan jalan tol lain, Jalan Tol MBZ akan menjadi aset jalan tol dengan kepemilikan terkecil, setara dengan jalan tol Gempol-Pandaan.

Sebagai informasi, secara rata-rata JSMR memiliki paling tidak 58,9% dari aset jalan tol yang dipegang konsensinya.

BACA JUGA: Kenaikan Suku Bunga BI Mulai Melandai, Begini Efeknya ke Saham



Mau tau strategi investasi dan trading di saham JSMR? Temukan selengkapnya dengan join member VIP Emtrade


Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, cryptoclass, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-AVV-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.




Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
premium-iconArtikelInsight

Saham Menarik Ketika Natal dan Tahun Baru, Gimmick atau Fenomena?

24 Des 2022, 10:27 WIB
article
premium-iconArtikelInsight

Kenaikan Suku Bunga BI Mulai Melandai, Begini Efeknya ke Saham

22 Des 2022, 15:00 WIB
article
premium-iconArtikelInsight

Kilas Balik Pasar Saham 2022: Nikel dan Kendaraan Listrik Jadi Primadona?

22 Des 2022, 15:02 WIB
article
premium-iconArtikelPemula

Begini Persamaan Arti GOAT dalam Sepak Bola dan Investasi Saham

19 Des 2022, 16:25 WIB
arti GOAT dalam sepak bola
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2023, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi