Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconTeknikal

Saham Breakout dengan Volume Kecil, Masih Bisa Dibeli?

24 Jun 2022, 15:59 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
breakout tanpa volume

Bagi kalian yang mempelajari analisis teknikal pasti sudah sangat familiar dengan istilah breakout. Istilah ini penting untuk dipahami karena bisa menjadi tanda untuk membuat keputusan beli suatu saham atau tidak.

Apa itu breakout? Breakout adalah kondisi ketika harga saham berhasil bergerak ke atas melewati area resisten. Resisten yang sering disebut atap yang berpotensi menahan harga untuk naik lebih tinggi lagi. Jika resisten ini tertembus, maka saham berpotensi melanjutkan kenaikan ke level tertinggi baru.

Jadi tidak heran kalau breakout seringkali dijadikan sinyal beli oleh para pelaku pasar karena dinilai harga saham berpotensi naik lebih tinggi lagi. Namun harus tetap perhatikan volume yang menggambarkan daya beli atau jual suatu saham. Apa alasannya? Simak selengkapnya di artikel ini!

Tanda Breakout yang Ideal

Breakout dikatakan ideal apabila disertai volume yang tinggi. Cara melihat besar kecilnya volume adalah dengan membandingkan volume saat breakout dengan volume perdagangan beberapa hari terakhir. Kalau bar-nya lebih tinggi dari yang sebelumnya, itu artinya volume saham tersebut mengalami kenaikan.

Ingat bahwa ketika saham ter-breakout, ada potensi false breakout di mana harganya balik turun lagi ke posisi sebelum breakout, alias gagal melanjutkan kenaikan. Nah, volume yang tinggi semakin mengonfirmasi bahwa breakout yang terjadi akan membawa harga saham ke level yang lebih tinggi. Mengapa demikian? Karena kenaikan harga turut didorong oleh demand yang besar. Demand dari pasar lah yang akan membuat kenaikan harga lebih kokoh.

Baca juga: 3 Mindset Trading Saham Agar Profit Lebih Maksimal

Indikasi Breakout dengan Volume Kecil

Breakout dengan volume besar memang seringkali memberikan peluang yang bagus bagi trader dan investor. Sayangnya tidak jarang saham ter-breakout dengan volume yang kecil. 

Hal tersebut mengindikasikan kenaikan tidak didorong oleh demand yang besar. Lalu kenapa harganya bisa naik sampai breakout? Alasannya karena aksi beli di pasar dilakukan di harga atas. Sehingga walaupun volumenya kecil, harga saham tetap mengalami penguatan. Melihat daya beli yang cenderung lemah, kecil kemungkinan harga untuk lanjut naik.

breakout tanpa volume

Contoh gambar di atas menunjukkan saham AMRT ter-breakout tanpa disertai volume yang signifikan pada 22 Juni 2022. AMRT secara teknikal mengalami breakout di area 1.865 tapi volumenya justru mengecil. Dalam jangka pendek AMRT bisa menguji resisten 2000 dari round number.

Baca juga: Mau Jadi Trader Sukses? Pahami Hirarki Trading Ini

Breakout dengan Volume Kecil Bisa Dikejar?

Mungkin kalimat di atas jadi pertanyaan terbesar saat kamu baca artikel ini. Jadi, apakah bisa dikejar? Jawabannya bisa. Namun harus diingat, saham breakout tanpa volume ini punya potensi risiko fluktuasi yang tinggi.  Maka dari itu kalau tertarik untuk beli, harus tahu kiat-kiatnya dulu.

Pertama, pastikan beli sahamnya dengan porsi yang lebih kecil dari biasanya. Sebagai contoh, kalau biasanya beli dengan modal 10% per saham, untuk momen seperti ini bisa pakai 5% dari modal dulu.

Kedua, disiplin dengan stop loss. Ini sangat penting terutama bagi trader. Sebab breakout tanpa volume sangat rawan terjadi false breakout. Dan ketika false breakout terjadi sampai menyentuh level stop loss, maka harus batasi risiko dulu.

Baca juga: Cara Mudah Menentukan Stop Loss Bagi Trader Pemula

Nah, Emtraders sudah tahu belum kalau false breakout biasanya sering terjadi di kala market volatil seperti sekarang? Supaya tetap bisa cuan dan terhindar dari false breakout, ada strategi ampuh yang mesti kalian pelajari nih. Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade.


Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.






Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelTeknikal

Ciri-Ciri Saham yang Menarik untuk Trading Saat Market Turun

10 Jan 2023, 15:32 WIB
article
ArtikelPemula

Pilih Jadi Swing Trader atau Super Trader? Harus Tahu Ini Dulu!

26 Okt 2022, 16:38 WIB
article
ArtikelPemula

Kamu Bisa Jadi Full Time Trader Kalau…

13 Okt 2022, 16:20 WIB
full time trader
ArtikelPsikologi Trading

3 Mindset Trader Saham yang Penting Dimiliki Agar Lebih Konsisten

5 Sep 2022, 16:01 WIB
mindset trader
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2023, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi