Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Unilever Indonesia Jual Bisnis Teh Juga? Begini Dampaknya

8 Jun 2022, 14:28 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
bisnis teh unilever

Saham UNVR atau PT Unilever Indonesia Tbk. dikabarkan menjual aset bisnis teh senilai Rp85 miliar ke Ekaterra. Lalu, apa dampaknya kepada saham UNVR ke depannya? 


Secara umum, aksi jual aset bisnis teh UNVR pada Juni 2022 terjadi setelah Unilever global menjual bisnis produk tehnya senilai US$5,1 miliar atau Rp73,78 triliun pada akhir 2021. Namun, bisnis teh di beberapa negara, seperti Indonesia, tetap dipertahankan. 


Unilever pun memindahkan seluruh aset bisnis teh ke satu entitas baru, yakni Ekaterra. Nah, salah satu aset bisnis produk teh yang dijual oleh Unilever Global ada di Unilever Indonesia. Untuk itu, aset bisnis teh UNVR itu harus dipindahkan ke Ekaterra juga.  


Untuk itu, Unilever Indonesia melakukan transaksi terafiliasi dengan melepas aset produk teh dan suplemen ekspor ke Ekaterra senilai Rp85 miliar pada Juni 2022. Nantinya, selama proses transisi perpindahan aset bisnis, UNVR masih akan bantu produksi produk teh ekspor untuk Ekaterra sampai seluruh aset sudah dipindah. 


Dampak Aksi Korporasi Ini ke UNVR


Sebenarnya, aksi korporasi ini tidak memiliki dampak material yang signifikan ke UNVR. Namun, dengan pelepasan aset bisnis teh dan suplemen ekspor itu, UNVR bisa mengoptimalkan biaya operasional ke produksi teh dalam negeri. 


Apalagi, Unilever Global ogah menjual bisnis teh di Indonesia karena dinilai tingkat permintaannya masih bagus. 


Sejak 2017, Unilever memang mulai seleksi bisnis yang masih menguntungkan dan tidak demi mendorong pertumbuhan bisnis lebih tinggi. Salah satu keputusan terbesar Unilever adalah melepas bisnis margarinnya, yakni Blue Band pada 2017 senilai Rp115 triliun.


Bukan cuma jual bisnis saja, Unilever juga mengajukan tawaran akuisisi unit bisnis kesehatan konsumen GSK senilai Rp978 triliun pada awal 2022. 


Namun, GSK menolak tawaran dari Unilever yang diajukan sejak 20 Desember 2021. 


Mau dapat trading signal real-time serta alasan jual-belinya? yuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.


Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-SR-


emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.




Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
premium-iconArtikelInsight

Saham Menarik Ketika Natal dan Tahun Baru, Gimmick atau Fenomena?

24 Des 2022, 10:27 WIB
article
premium-iconArtikelInsight

Kenaikan Suku Bunga BI Mulai Melandai, Begini Efeknya ke Saham

22 Des 2022, 15:00 WIB
article
premium-iconArtikelInsight

Kilas Balik Pasar Saham 2022: Nikel dan Kendaraan Listrik Jadi Primadona?

22 Des 2022, 15:02 WIB
article
premium-iconArtikelPemula

Begini Persamaan Arti GOAT dalam Sepak Bola dan Investasi Saham

19 Des 2022, 16:25 WIB
arti GOAT dalam sepak bola
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2023, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi