Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Kinerja TKIM Kuartal II/2022 Berpotensi Lebih Baik?

3 Jun 2022, 16:48 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
saham TKIM

PT. Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) mencatatkan laba bersih kuartal I/2022 senilai US$74 juta, turun tipis dibanding dengan  kinerja periode sama pada tahun sebelumnya. Meski sebagian investor bisa saja beranggapan bahwa kinerja TKIM terlihat seolah turun, namun kenyataannya perusahaan masih mampu membukukan kenaikan kinerja yang optimal di kuartal I/2022. 


Fakta Kinerja TKIM yang masih Optimal di Kuartal I/2022


Pertama, TKIM mencatatkan kenaikan pendapatan di kuartal I/2022 sebesar 13,2% menjadi US$302 juta dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu. Tingkat margin kotor TKIM lebih tinggi sebesar 13,5% dibandingkan dengan 13,49% pada kuartal I/2021. 


Pendapatan TKIM yang didominasi oleh domestik ini mengalami pertumbuhan di semua segmen bisnis, mulai dari segmen kertas budaya naik 16,7% dan segmen kertas industri lainnya naik 6,17%.  Meski tumbuh, TKIM mencatatkan penurunan penjualan ekspor dari US$159 juta menjadi US$143 juta.


Lantas, apa yang terjadi pada penurunan nilai ekspor ini? Mari kita ulas prospeknya TKIM di sini.


Jika dilihat lebih detail, sebagian besar penurunan eskpor terjadi pada pasar Asia sebesar 23.5% menjadi US$95 juta. Padahal, TKIM mencatatkan realisasi kenaikan penjualan di pasar Asia sebesar 18,8% menjadi US$466 juta sepanjang 2021. 


Penurunan ekspor TKIM ke pasar Asia pada kuartal I/2022 disebabkan oleh kebijakan lockdown yang diterapkan China selama beberapa bulan terakhir pada 2022. 


Kedua, manajemen TKIM mampu melakukan efisiensi setelah beban turun sebesar 4,57% pada kuartal I/2022. Meskipun begitu, TKIM masih mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 13,2%. 


Dengan penurunan beban itu, TKIM mencatatkan kenaikan laba operasional menjadi US$18 juta dibandingkan dengan US$12 juta pada periode sama tahun lalu. Pertumbuhan laba operasional itu mendorong margin operasional naik menjadi 6,05% dibandingkan dengan 4,5% pada periode sama tahun lalu. 


Lalu, Kenapa Laba Bersih TKIM Turun -1.31% pada Kuartal I/2022?


Salah satu penyebabnya adalah penurunan keuntungan selisih kurs-neto sebesar 82,11% menjadi US$3,9 juta dibandingkan dengan US$21,8 juta pada periode sama tahun lalu. Karena faktor “high base” inilah yang membuat realisasi laba TKIM pada kuartal I/2022 terlihat seolah-olah turun. Padahal, jika mengeliminasi faktor keuntungan kurs ini, maka laba TKIM seharusnya berada di US$73 juta, meningkat 36.7% secara tahunan. 


Disisi lain, TKIM juga masih mencatatkan surplus arus kas US$54juta pada kuartal I/2022. Hal ini juga menjamin bahwa TKIM masih mampu mencatatkan arus kas operasi yang kuat.



Begini Prospek Saham TKIM Menuju Rp18.000


Jika berbicara secara kinerja bisnis, ada potensi kinerja TKIM akan lebih baik pada kuartal II/2022.


BACA JUGA : Multibagger Hunter #4: Kertas Bisa Bangkit Lagi?


Pasalnya, harga pulp masih berada di level tinggi sekitar 6.650 yuan per ton. Lalu, permintaan China berpotensi kembali meningkat setelah aktivitas bisnis yang kembali normal pasca lockdown. Ditambah, permintaan di Eropa yang juga meningkat. 


Secara valuasi, TKIM hanya dihargai dengan price to earning (P/E) ratio sebesar 5,23 kali. Valuasi TKIM masih undervalued atau terdiskon jika melihat rata-rata P/E 5 tahunnya di level 17,3 kali. Dengan begitu, harga saham TKIM pantas diharai senilai Rp20.000. Namun, dengan asumsi faktor eror 10%, kami ekspektasi saham TKIM seharusnya dihargai di level Rp18.000 per saham dalam jangka panjang. 


Hal ini juga sejalan dengan katalis kunci yang layak diperhitungkan oleh investor seperti: 

1) Meningkatnya permintaan pulp Eropa yang dilanda krisis pasca pelarangan impor pulp dari Rusia yang dapat berdampak kepada: 2) Membaiknya kinerja bisnis pada 2Q22 hingga FY22, serta 3) Valuasi yang atraktif.


Meski demikian, investor perlu mengantisipasi risiko sistemik atas meningkatnya melambatnya pertumbuhan global akibat potensi meningkatnya suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS). Penurunan secara agresif pada harga pulp juga perlu diantisipasi oleh investor, mengingat harga pulp yang saat ini berada pada level all-time-high (ATH).


BACA JUGA: Rekomendasi Strategi Investasi Saham TKIM


Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-WS-


emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.




Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Update Data Makro: Inflasi AS & China dan IKK Indonesia, Apa Implikasinya?

13 Mar 2024, 15:55 WIB
article
ArtikelInsight

Keluar dari MSCI, Indeks FTSE Siap Tampung CUAN

19 Feb 2024, 14:10 WIB
article
ArtikelInsight

Kembangkan Bisnis FTTH, ISAT Akuisisi Pelanggan MNC Play

21 Nov 2023, 12:01 WIB
article
ArtikelInsight

Adu Kinerja Marketing Sales Emiten Properti di Kuartal III/2023, Siapa Juaranya?

24 Okt 2023, 17:14 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi