Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Prospek Saham TINS Setelah Laba Kuartal I/2022 Melejit

24 Mei 2022, 10:04 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
saham TINS

PT Timah Tbk (Persero) atau dengan kode TINS berhasil mencatatkan pertumbuhan laba 5.713% pada kuartal pertama 2022. Melonjaknya harga komoditas timah dunia jadi pendorong kinerja TINS sepanjang Januari hingga Maret. Lantas, bagaimana prospeknya ke depan?

TINS adalah produsen timah terbesar nomor dua di dunia setelah Yunnan Tin di China. Lini bisnis utama TINS yaitu pertambangan timah, produk hilirisasi timah berupa solder dan tin chemical. Selain itu juga ada pertambangan non timah seperti batubara dan nikel. Bahkan TINS merambah bisnis properti, galangan kapal, dan agrobisnis.

Sebagai produsen utama logam timah, TINS menjadi pemasok utama timah dunia. Sehingga berpengaruh terhadap gerak harga timah dunia.

Pada tahun 2021, harga komoditas timah dunia melejit 91% secara tahunan dengan rata-rata harga sebesar US$31.172,4/ton. Sementara pada tahun berjalan 2022 harga timah dunia sudah tumbuh 10,4% selama periode Januari hingga Maret 2022.


harga timah

Salah satu faktor melejitnya harga timah global adalah produksi timah TINS yang drop hingga 42% sepanjang tahun 2021 jika dibandingkan dengan 2022. Kemudian pada kuartal pertama 2022 produksi kembali turun sebesar 8% menjadi 4.820 ton.

Harga timah global yang tinggi turut mengerek pendapatan TINS pada kuartal I-2022. TINS mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 80% menjadi Rp4,4 triliun secara tahunan.

BACA JUGA: Efek Larangan Ekspor Timah ke Saham TINS

Adapun, volume penjualan logam timah tercatat 5.703 ton, turun 4% dibanding pencapaian pada periode yang sama tahun lalu. Harga jual rata-rata timah TINS naik 76% menjadi senilai US$43.946 per ton.

Selain karena pendapatan yang naik signifikan yaitu, laba TINS juga terdorong oleh pendapatan lain lain sebesar Rp8 miliar. Sehingga laba bersih TINS naik 5.713% menjadi Rp601,5 miliar.

Harga timah dunia diperkirakan masih akan tinggi pada tahun 2022. Berdasarkan Fitch Solution, rata-rata harga timah dunia pada tahun 2022 diperkirakan naik 34,7% menjadi sebesar US$ 42.000/ton dibandingkan dengan tahun lalu.

Potensi kinerja TINS pada tahun 2022 pun masih akan bertumbuh positif. Pada tahun 2022, TINS pun menargetkan pertumbuhan produksi menjadi 35.000 ton. Selain itu permintaan dari barang-barang elektronik yang membutuhkan solder yang diprediksi masih tinggi juga akan menopang permintaan timah. Timah juga berkontribusi dalam industri energi hijau. Permintaan timah untuk membangun teknologi panel surya.


Valuasi Saham TINS


Kami cukup optimis TINS dapat mencatatkan pertumbuhan kinerja dengan topline yang akan didukung meningkatnya aktivitas produksi serta ASP yang dapat bertahan di level yang atraktif. Sedangkan di sisi bottom line, kami melihat margin akan berpotensi normalize sejalan dengan aktivitas produksi dan biaya energi yang meningkat.


valuasi saham TINS

Secara valuasi TINS masih diperdagangkan pada valuasi yang cukup terdiskon dibandingkan dengan valuasi historisnya, dimana TINS diperdagangkan pada 5,9x EV/EBITDA dibawah rata-rata 5 tahunnya di 8,1 kali.

Meski begitu terdapat downside risk berupa:

1) fluktuasi harga komoditas timah

2) tingkat produksi yang berada dibawah ekspektasi

3) biaya energi yang lebih tinggi.


Lalu, bagaimana strategi trading saham TINS ke depannya? yuk upgrade VIP member Emtrade

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, cryptoclass, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-FR-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.




Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Inflasi Indonesia DIproyeksi Melandai, Gimana Prospeknya?

30 Jan 2023, 14:50 WIB
article
premium-iconArtikelInsight

Saham Menarik Ketika Natal dan Tahun Baru, Gimmick atau Fenomena?

24 Des 2022, 10:27 WIB
article
premium-iconArtikelInsight

Kenaikan Suku Bunga BI Mulai Melandai, Begini Efeknya ke Saham

22 Des 2022, 15:00 WIB
article
premium-iconArtikelInsight

Kilas Balik Pasar Saham 2022: Nikel dan Kendaraan Listrik Jadi Primadona?

22 Des 2022, 15:02 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2023, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi