Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Saham BSDE Sinyal Balik Arah, Begini Prospeknya

20 Mei 2022, 17:07 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
saham BSDE

Harga saham BSDE mencatatkan rebound secara teknikal pada 20 Mei 2022 setelah naik 2,22% menjadi Rp920 per saham. Harga saham BSDE sudah koreksi sebesar 13% dari titik tertinggi di April 2022. Lalu, apa yang mendorong harga saham BSDE, serta bagaimana prospek ke depannya?



Teknikal BSDE Mulai Mantul dari Support


Kami menilai penurunan harga saham BSDE sebulan terakhir telah mendekati titik support di 890, yang merupakan titik terendah pada 27 Januari 2022. Ada kecenderungan ketika harga bergerak terkena level support maka akan terjadi pembalikan arah (reversal). Oleh karena itu, kami ekspektasi rebound harga saham BSDE 20 Mei 2022 bisa jadi pembalikkan arah naik atau bullish reversal dan mulai mantul dari support.


BACA JUGA: Rekomendasi Saham BSDE Serta Strategi Trading 


Valuasi Relatif Terdiskon

Berdasarkan teori valuasi relatif, korelasi antara harga saham dan valuasi adalah positif. Seiring dengan penurunan harga saham BSDE, maka yang terjadi pada valuasinya adalah semakin terdiskon. 


Menggunakan metode valuasi Price to Book Value (PBV), saat ini BSDE diperdagangkan pada PBV sebesar 0,06 kali lebih rendah daripada rata-rata PBV 5 tahun sebesar 0,92 kali, masih terdiskon sekitar  34,27% (Figure 1). 


Figure 1. PBV Band 5Y BSDE


Source : Bloomberg



Oleh karena itu, secara valuasi BSDE saat ini bisa dikatakan sudah mulai murah atau terdiskon, sehingga kami menilai saham BSDE menarik untuk diakumulasi seiring dengan potensial upside dari valuasinya untuk tujuan investasi.


Hasil Kinerja Keuangan Yang Solid  


Salah satu yang mengerek harga saham BSDE adalah kondisi fundamental yang masih kuat. Hal itu terlihat dari pendapatan sampai kuartal I/2022 yang masih terjaga. 


BSDE mencatatkan pertumbuhan pendapatan kuartal I/2022 sebesar 21,4% menjadi Rp2,02 triliun dibandingkan dengan Rp1,66 triliun pada kuartal I/2021. Kenaikan pendapatan didorong oleh penjualan properti yang naik 20,1% menjadi Rp1,62 triliun, konstruksi naik 90,5% menjadi Rp128 miliar, dan pendapatan berulang naik 10,1% menjadi Rp277 miliar. 


Namun, laba bersih BSDE turun 40,9% menjadi Rp348 miliar. Penurunan laba bersih terjadi karena kenaikan beban. Walaupun begitu, kami melihat laba bersih masih sejalan dengan target tahun 2022 mencapai 24% dari Rp1,42 triliun.  


Prospek Saham BSDE 

Berdasarkan data perusahaan per akhir Desember 2021, BSDE memiliki lahan yang sedang dikembangkan (landbank) seluas 3.867 hektar yang tersebar di seluruh Indonesia.  Nilai landbank tersebut, BSDE merupakan yang terluas untuk saham di satu sektor properti. 


Untuk mendukung rencana pengembangan landbank tersebut, per akhir kuartal 1/2022 BSDE didukung posisi jumlah aset yang mencapai Rp63,12 triliun, termasuk jumlah kas dan setara kas mencapai Rp8,92 triliun. 


Dari sisi marketing sales per kuartal 1/2022, BSDE berhasil naik 50,45% menjadi Rp2,48 triliun dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. BSDE sudah mencapai 32,21% dari total target 2022 senilai Rp7,69 triliun. Marketing sales mayoritas terdorong dari penjualan rumah tapak di BSD City.


Kami menilai, marketing sales hingga akhir kuartal II/2022 masih akan membaik mengingat masih ada diskon pajak properti dan suku bunga yang masih rendah. 


Prospek lainnya, seiring dengan penurunan tingkat kasus Covid dan pemulihan ekonomi, ada potensi recurring income BSDE bisa meningkat, walaupun porsinya saat ini masih sekitar 13,71% dari total pendapatan. Recurring income atau pendapatan berulang saat ini di Rp277 miliar paling tidak sudah bisa membiayai setengah dari  beban operasional yang mencapai Rp565 miliar. 


Walaupun begitu, tetap ada risiko yang harus kita hadapi yakni dari risiko Covid-19, risiko kenaikan suku bunga yang bisa lebih cepat dari perkiraan, risiko inflasi, dan risiko marketing sales yang tidak sesuai target, karena penurunan daya beli masyarakat seiring dengan berhentinya diskon pajak properti. 


Mau belajar trading dan investasi saham secara praktis? yuk upgrade ke VIP member Emtrade. 

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, cryptoclass, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-TN-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.




Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Inflasi Indonesia DIproyeksi Melandai, Gimana Prospeknya?

30 Jan 2023, 14:50 WIB
article
premium-iconArtikelInsight

Saham Menarik Ketika Natal dan Tahun Baru, Gimmick atau Fenomena?

24 Des 2022, 10:27 WIB
article
premium-iconArtikelInsight

Kenaikan Suku Bunga BI Mulai Melandai, Begini Efeknya ke Saham

22 Des 2022, 15:00 WIB
article
premium-iconArtikelInsight

Kilas Balik Pasar Saham 2022: Nikel dan Kendaraan Listrik Jadi Primadona?

22 Des 2022, 15:02 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2023, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi