Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Cara Memilih Saham Saat Market Jatuh

14 Mei 2022, 14:52 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Dalam seminggu terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah turun -8,73%. Ini menjadi pergerakan IHSG secara mingguan yang terburuk sejak awal tahun 2022. 


Figure 1. Chart Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)


Source : Tradingview


Mengapa IHSG Bisa Turun Signifikan?


Ada beberapa faktor yang menyebabkan IHSG turun signifikan, antara lain dari faktor makro global dan nasional, yakni pengetatan kebijakan bank sentral AS (the Fed), memanasnya kondisi geopolitik Rusia-Ukraina, risiko inflasi tinggi, hingga risiko sistematik dari potensi kenaikan suku bunga BI di tahun ini. 


Risiko-risiko tersebut menjadi satu pemberat laju IHSG yang berpotensi membuka ruang downside lebih besar. Namun, walaupun begitu tentu saja masih akan ada peluang di market yang jatuh dengan cara fokus pada saham yang memiliki fundamental kuat dan valuasi murah untuk tujuan investasi. 


Bagaimana Cara Pilih Saham Untuk Investasi di Kala Market Jatuh?


Berbicara tentang bagaimana memilih saham untuk investasi di kala market jatuh, sebelumnya kita harus mencari industri mana yang kira-kira lebih defensif di kondisi saat ini. 


Walaupun tekanan risiko global masih cukup tinggi, namun sebenarnya Indonesia masih menjadi negara yang strategis untuk investasi. Hal tersebut mengingat, Indonesia sebagai produsen komoditas batubara, inflasi masih cenderung rendah dibandingkan emerging market lain, dan sektor perbankan yang masih solid. 


Setelah kita tahu industri mana saja yang potensial, barulah kita melakukan analisis mikro dari tiap-tiap sahamnya mulai dari analisis fundamental dan teknikal, caranya sebagai berikut : 


  1. Ketahui Bisnis Modelnya

Seorang investor perlu mengetahui bisnis model dari saham yang akan dibelinya, karena pada dasarnya investasi adalah membeli bisnis. Kita perlu mengetahui bisnis perusahaan dari hulu hingga hilir yang potensi memberikan pendapatan pada perusahaan. 


  1. Kinerja Manajemen

Analisis berikutnya, adalah mengetahui bagaimana kinerja manajemen yang bisa kita lihat melalui Good Corporate Governance (GCG) terkait bagaimana manajemen dapat memberikan target yang realistis, hingga melakukan efisiensi sehingga tetap membukukan laba bersih. 


  1. Kinerja Keuangan 

Kemudian, yang paling penting adalah menilai kinerja keuangan yang bisa dimulai dari melihat laporan keuangan seperti laporan neraca, laba rugi, hingga arus kas. Cara mudah untuk menilai kinerja keuangan adalah dengan menggunakan rasio-rasio keuangan. 


Ada beberapa rasio penting seperti likuiditas untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam membayar kewajibannya, kemudian rasio profitabilitas untuk mengetahui seberapa banyak keuntungan yang potensi bisa investor dapatkan, hingga rasio aktivitas untuk melihat seberapa efisien perusahaan dalam menjalankan operasionalnya. 


Baca juga : 5 Rasio Penting Dalam Analisis Fundamental

  1. Valuasi

Selanjutnya, analisis yang tidak kalah penting adalah menilai valuasinya. Valuasi sangat membantu investor dalam menentukan harga wajar saham, sehingga kita bisa menilai apakah saham itu murah atau tidak. 


Ada beberapa metrik valuasi yang bisa dipakai seperti valuasi relatif, antara lain : Price to Book Value (PBV), Price to Earning Ratio (P/E), Price to Sales (P/S), dll


Baca juga : 7 Metode Valuasi Dalam Analisis Fundamental


Kita bisa memilih saham yang secara valuasi sudah mulai murah, sebagai contoh dengan melihat P/E Band INDF berikut (Figure 2). Diketahui, grafik P/E band iNDF sudah berada di bawah rata-rata selama 5 tahun dan -1 Standar Deviasi. Posisi yang sudah sangat dibawah menunjukkan valuasi INDF saat ini sudah relatif terdiskon atau murah.  


Figure 2. P/E Band INDF


Source : Bloomberg



5. Teknikal Analisis

Terakhir, dalam investasi juga memerlukan analisis teknikal untuk memperkuat pertimbangkan kita dalam menentukan timing beli yang tepat. Tips membeli saham investasi dengan analisis teknikal adalah memilih saham yang masih berada di bawah atau sudah mulai bottoming dan mulai membentuk pattern akumulasi. 


Figure 3. Pattern Accumulation 


Source : Emtrade


Kita percaya bahwa saham selalu bergerak dalam siklus, jadi ketika saham sudah mulai membentuk pattern akumulasi artinya saham sudah masuk ke stage 1 (akumulasi) dan potensi akan melanjutkan pergerakan ke stage 2 (uptrend).


Baca juga : Siklus Harga Saham


Jadi itulah, beberapa cara memilih saham saat market sedang jatuh. Walaupun risiko masih cukup tinggi dari global, namun kita masih bisa memanfaatkan momentum yang menarik untuk investasi dari saham berfundamental bagus dan valuasi murah. Namun, tetap jangan lupa untuk atur aset alokasi modal secara bijak dan mulailah beli saham dari modal kecil dahulu (Always start small).


Mau tahu saham lainnya yang menarik untuk investasi? Yuk join VIP Emtrade


Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, cryptoclass, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-TN-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.





Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi