Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconTeknikal

Ciri-Ciri Saham Sideways di Fase Distribusi, Wajib Tahu untuk Antisipasi!

30 Apr 2022, 15:00 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
ciri-ciri fase distribusi saham

Siklus harga saham dibagi menjadi empat fase, yaitu fase akumulasi, fase partisipasi, fase distribusi, dan fase kapitulasi. Pada fase akumulasi dan distribusi, saham sama-sama bergerak sideways, namun setelahnya bergerak ke arah yang sangat berbeda. Jika fase akumulasi merupakan bullish reversal, sebaliknya fase distribusi menunjukkan tanda-tanda bearish reversal.

Oleh karenanya sangat penting untuk mengetahui ciri-ciri saham yang sideways pada fase distribusi supaya trader maupun investor bisa mengambil langkah yang tepat sebelum kerugiannya membesar. Untuk itu, mari kita pahami terlebih dahulu tentang fase distribusi. 

Memahami Fase Distribusi Lebih Jauh

ciri-ciri fase distribusi saham

Fase distribusi adalah siklus harga saham yang ketiga di mana harganya sudah mencapai titik tertinggi. Pada fase ini, aksi jual atau profit taking dari big fund mulai mendominasi pasar saham. Di sisi lain para retail yang habis memborong banyak saham saat uptrend di fase partisipasi mengalami euforia. Sehingga saham yang semula ada di kondisi bullish mulai bergerak sideways selama beberapa periode sampai sinyal bearish reversal terkonfirmasi.

Baca juga: Strategi Investasi Saham Saat Pasar Sideways

Ciri-Ciri Saham Sideways di Fase Distribusi

Setelah memahami fase distribusi, lalu apa saja ciri-ciri saham yang akan masuk ke tren sideways di fase distribusi? Berikut penjelasannya.

  • Diawali Uptrend

Mengingat fase distribusi merupakan stage 3 dari siklus saham, maka harus diawali oleh uptrend yang terjadi selama fase partisipasi atau stage 2. Psikologi pasar yang terlalu optimis saat itu mendorong harga semakin naik. Begitu posisi harga sudah di puncak, aksi profit taking mulai dieksekusi yang sebagian besarnya didominasi oleh big fund.

ciri-ciri fase distribusi saham

Hal tersebut kemudian akan tercermin pada chart harga saham. Sehingga harganya yang sudah naik banyak akan mengalami penurunan disertai dengan volume transaksi yang lebih besar dibandingkan rata-rata volume beberapa hari terakhir.

  • Volume Divergen

Apa itu divergen? Divergen adalah suatu istilah yang menggambarkan kondisi pergerakan antara harga dan volume yang saling berlawanan arah. Misalnya seperti saat harga mengalami kenaikan, volume transaksi justru mengecil.

ciri-ciri fase distribusi saham

Volume yang divergen terhadap harga menjadi salah satu ciri saham yang sideways di fase distribusi. Ketika harga saham jatuh tajam secara tiba-tiba, volume transaksi membesar. Lalu diikuti dengan kenaikan harga saham lagi dengan volume yang lebih kecil.

Kondisi divergen akan terus terjadi sampai target jual saham dari para investor besar telah tercapai dan harga lanjut turun menuju siklus selanjutnya, yaitu fase kapitulasi. Hal ini dikarenakan pasar sudah tidak memiliki daya beli yang besar dari big fund.

  • Muncul Pola Chart Bearish Reversal

Selain dari tren harga dan volume, fase distribusi juga dapat diketahui dengan cara melihat pola chart bearish reversal atau pembalikan menuju downtrend. Di bawah ini adalah beberapa contoh chart yang kerap muncul saat fase distribusi berlangsung.

ciri-ciri fase distribusi saham

Baca juga: Cara Tahu Saham Koreksi Normal atau Lanjut Turun Beserta Strateginya

Yang Perlu Diperhatikan

Perlu diketahui, saham yang berada di fase distribusi belum tentu akan bergerak turun dan masuk ke stage 4 atau fase kapitulasi. Saat terjadi kenaikan dan terkonsolidasi di posisi atas, tren sideways bisa saja kembali ke stage 1, tergantung ke arah mana saham nanti akan bergerak.

Apabila saham melewati area resisten (breakout), itu artinya sedang berada di fase akumulasi dan sedang berada di fase akumulasi dan berpotensi lanjut naik ke fase partisipasi. Namun jika saham menembus support (breakdown), maka saham terkonfirmasi berada di fase distribusi dan akan lanjut turun di stage 4.

Baca juga: Apa itu Volume Saham dan Mengapa Penting Diperhatikan Trader?

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.







Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelTeknikal

Strategi Trading Saham Saat Market Sideways

14 Jan 2023, 13:30 WIB
article
ArtikelTeknikal

Ciri-Ciri Saham yang Menarik untuk Trading Saat Market Turun

10 Jan 2023, 15:32 WIB
article
ArtikelTeknikal

Setting Moving Average Terbaik yang Wajib Kamu Tahu

2 Des 2022, 17:05 WIB
article
ArtikelTeknikal

Cara Kerja Big Fund Saat Jual-Beli di Pasar Saham

9 Nov 2022, 15:37 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2023, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi