Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconPemula

6 Tips Trading Saham untuk Pemula

14 Apr 2022, 17:06 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
tips trading

Saham merupakan salah satu instrumen investasi dengan peminat yang cukup tinggi di pasar modal Indonesia. Selain karena aksesnya yang sudah jauh lebih mudah potensi, keuntungannya juga lebih besar dibanding instrumen lain. Namun jika kamu tertarik untuk membeli saham, ketahui dulu tujuannya, apakah untuk investing (jangka panjang) atau trading (jangka pendek).

Nah, setelah artikel sebelumnya membahas tips investasi, artikel ini akan memberikan beberapa tips trading buat pemula yang baru mau mulai trading saham. Baca sampai selesai agar risiko trading dapat dimitigasi dengan baik, sehingga imbal hasil yang diperoleh semakin maksimal.

Pilih Sekuritas yang Sesuai Preferensi

Hal pertama yang perlu diperhatikan saat ingin trading saham adalah pilihan sekuritas tempat kamu membuka rekening saham. Di sini sekuritas berperan sebagai perantara antara perdagangan efek sesuai ketentuan Pengawas Pasar Modal. Setiap sekuritas punya aturan atau kebijakan yang bisa jadi berbeda satu dengan lainnya. Maka dari itu penting untuk melakukan riset atau cari tahu lebih lanjut terkait sekuritas tersebut.

Pilihlah sekuritas dengan setoran minimal yang sesuai dengan kondisi keuanganmu. Pasalnya ada sekuritas yang memberlakukan aturan minimal setor Rp10 juta. Jadi kalau dirasa nominalnya terlalu memberatkan, cari alternatif sekuritas lain yang tidak terlalu memberatkan. Selain itu perhatikan pula biaya transaksinya. Biasanya trader cenderung memilih sekuritas dengan biaya transaksi yang rendah agar imbal hasilnya lebih maksimal.

Meskipun begitu pertimbangkan pula fitur-fitur yang ditawarkan. Semakin lengkap fiturnya tentu aktivitas trading jadi lebih nyaman.

Baca juga: 

Gunakan Modal Kecil

Untuk pemula yang baru mau belajar trading saham, pakailah modal dari nominal yang kecil. Tidak ada nominal pastinya, sesuaikan saja dengan kenyamanan masing-masing. Anggap saja modal awalnya sebagai biaya untuk belajar. Sehingga trader tidak menjadi serakah jika sewaktu-waktu sahamnya naik signifikan. Sekalipun harga saham turun dalam, biaya untuk kebutuhan hidup juga tidak terganggu. Hal ini akan berdampak positif pada sisi psikologi trader yang membuat hasil trading jadi lebih sustainable.

Siapkan Trading Plan


Trader pemula seringkali mengabaikan pentingnya trading plan. Padahal dengan membuat perencanaan yang tepat dan jelas, aktivitas trading menjadi lebih terarah sekaligus menghindari dorongan jual beli di luar trading plan yang biasa didorong oleh emosi sesaat.

Apa yang perlu dipersiapkan? Pertama-tama, pahami dulu tujuan dan karakter saham yang ingin dibeli. Apakah untuk investing atau trading? Pasalnya pilihan saham akan sangat bergantung pada kedua tujuan tersebut. Tidak hanya itu, setiap strategi juga cenderung punya timing perdagangan yang berbeda-beda.

Lalu tentukan kapan saham harus dibeli dan dijual supaya bisa bersiap-siap dan tidak ketinggalan momentum. Baru setelahnya tentukan position sizing. Misalnya mengalokasikan sebagian besar modal untuk saham investing yang punya fundamental kuat. Kemudian saham-saham trading. Semakin cepat jangka waktunya, semakin kecil porsinya karena karakter sahamnya semakin volatile.

Baca juga: Cara Membuat Trading Plan Saham

Atur Money Management

Tips selanjutnya tentukan money management sesuai kesiapan risiko. Katakanlah total modal yang dimiliki adalah Rp10 juta untuk beli 10 saham yang berbeda. Jika porsi per saham 10%, berarti alokasi modalnya Rp1 juta untuk satu saham. Namun tetap harus disesuaikan untuk tujuan trading jangka pendek seperti scalping mengingat tingkat risikonya yang lebih besar. Tonton video di bawah ini untuk pelajari lebih lanjut.

Tonton juga: Mengatur Money Management Dalam Berinvestasi

Lakukan Diversifikasi

Diversifikasi adalah strategi manajemen portofolio yang menempatkan modal trading ke beberapa saham dari sektor yang berbeda. Cara ini dinilai efektif dalam meminimalisir risiko mengingat komposisi portofolio yang lebih stabil.

Bagaimana maksudnya? Sebagai contoh, kinerja sektor properti menurun yang disebabkan oleh sentimen negatif. Kalau saham yang dimiliki terdiversifikasi pada sektor lain, maka otomatis performa portofolio tidak akan terlalu terdampak. Dalam kondisi seperti ini, saham-saham dari sektor lain berperan sebagai tumpuan portofolio.

Ketahui Posisi Beli dan Jual


Strategi beli:

· Buy on weakness

Buy on weakness adalah strategi beli yang dilakukan saat harga saham memantul dari support atau alas harga. Walaupun begitu harus perhatikan terlebih dahulu, apakah tren besarnya menunjukkan bullish, sideways, atau bearish.

·  Buy on breakout

Saham beli saat harganya menembus breakout atau menembus titik breakout. Breakout menjadi sinyal positif bagi trader karena saham berpotensi akan lanjut naik. Dengan catatan dikonfirmasi oleh volume yang tinggi. Nantinya setelah terkonfirmasi ter-breakout, resisten akan berubah menjadi area support yang baru.

Strategi jual:

· Sell on strength

Sell on strength dilakukan ketika harga saham mengalami kenaikan dan mulai tertahan oleh resisten. Strategi ini berfungsi untuk mengamankan profit yang didapat jika ternyata harganya tertahan dan mulai menurun. Kekurangan strategi ini, trader bisa saja kehilangan barang kalau saham melanjutkan penguatan.

·  Muncul candle reversal

Strategi jual selanjutnya dilakukan ketika candle reversal atau pembalikan arah muncul sebagai konfirmasi bahwa penguatan harga sudah selesai, sehingga berpotensi menurun.

Keempat strategi di atas bisa dibaca lebih lanjut di artikel berikut ini, lengkap dengan contoh chart saham-nya.

Baca juga: Cara Swing Trading Saham

Intinya, untuk mengidentifikasi posisi beli dan jual, trader wajib mempelajari analisis teknikal terlebih dahulu. Jika tertarik untuk belajar lebih banyak, yuk upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade.

Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.





Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi