Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Bocoran Saham IPO Setahun ke Depan, Nilainya Rp29,13 triliun

5 Apr 2022, 09:41 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

PT Goto Gojek Tokopedia Tbk bukan yang terakhir yang akan melakukan IPO dengan menyerap dana jumbo dari masyarakat. 

“Pada pipeline saham IPO dari bursa, hingga saat ini masih terdapat 32 perusahaan yang berencana mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dengan perkiraan nilai fundraise sebesar Rp29,13 Triliun," kata I Gede Nyoman Yetna Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Senin (28/3/2022).

Dia menuturkan angka penghimpunan dana dari BEI ini mengacu ke batas atas yang disiapkan perusahaan.  

BEI memastikan, dari IPO ini juga terdapat emiten dari kelompok BUMN yang bersiap menyelenggarakan IPO pada 2022 ini. "Berdasarkan catatan kami, terdapat anak perusahaan BUMN yang berencana mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia," katanya. 

BACA JUGA: Cara Menganalisis Saham IPO Biar Tidak Salah Pilih

Mengacu kepada pernyataan Nyoman, peluang IPO perusahaan pelat merah ini masih mungkin terus bertambah. Pasalnya IPO PT ASDP Indonesia Ferry hingga anak usaha Pertamina (persero) juga tengah didengungkan Kementerian BUMN pada tahun ini.  

Sementara itu, dengan mengacu list yang sudah ada di BEI, Nyoman memastikan baru dua perusahaan kecil atau beraset di bawah Rp50 miliar yang bertengger di pipeline. 

Selanjutnya, perusahaan yang akan IPO terdiri dari 15 perusahaan menengah atau aset di antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar dan 15 perusahaan merupakan perusahaan besar atau aset di atas Rp250 milar.  Nyoman tidak merinci nama-nama calon emiten yang akan IPO ini. 

Meski demikian dia memperinci bahwa sektor terbanyak yang akan masuk bursa sejauh ini berasal dari consumer cyclicals. Entitas dari sektor ini mencapai 6 perusahaan yang bersiap IPO.  Selanjutnya secara berurutan adalah 5 perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals, 4 perusahaan dari sektor energy, serta 4 perusahaan dari sektor properties & real estate. 

Menyusul setelahnya bersiap IPO sebanyak 3 perusahaan dari sektor technology dan 3 perusahaan dari sektor infrastructures. Sedangkan sisanya tersebar dari sektor industrials, transportation & logistic, serta healthcare yang masing-masing memiliki 2 calon emiten. Serta 1 perusahaan basic materials.  

"Pada 2022 ini kami optimis penggalangan dana di pasar modal Indonesia masih bertumbuh dengan baik yang ditunjang oleh keberlangsungan pemulihan ekonomi. 

Berdasarkan data kami, beberapa indikator pasar modal seperti minat perusahaan yang akan melakukan penggalangan dana dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pertumbuhan positif. Jumlah investor di pasar modal Indonesia juga mengalami tren yang meningkat," kata Nyoman. 

Meski demikian, target IPO hingga Maret 2022 ini masih di bawah capaian tahun lalu. Pada 2021, nilai emisi yang dicatatkan oleh BEI mencapai Rp62,61 triliun. Nyoman menyebutkan saat ini bersama dengan GOTO juga mengantre 5 perusahaan lainnya yaitu PT WIR ASIA Tbk (WIRG), PT Sigma Energy Compressindo Tbk (SICO), PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN), PT Murni Sadar Tbk (MTMH) dan PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR) melalui sistem e-IPO. 

"Informasi perusahaan-perusahaan tersebut telah dipublikasikan melalui laman e-IPO. Tentunya hal ini diharapkan juga dapat menarik minat investor untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia. Berdasarkan data KSEI, jumlah investor pasar modal per Februari 2022 telah mencapai 8,1 juta investor atau naik 8,2 persen dibandingkan Desember 2021," katanya. 

Mau belajar investasi dan trading saham secara praktis? yuk upgrade menjadi VIP member Emtrade. 

Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-FR-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul. 


Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi