Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Saham IPCC Breakout, Ke Mana Arah Selanjutnya?

30 Mar 2022, 10:29 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Saham PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) hari ini breakout dari resisten. Sehingga potensi penguatan terbuka lebar. Berapa potensi penguatan saham IPCC?

IPCC adalah perusahaan yang menyediakan layanan terminal kendaraan yang beroperasi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, dan sejumlah pelabuhan / Terminal RoRo lainnya di Indonesia. Layanan yang diberikan meliputi Terminal Handling dan Value Added Services dengan standar kualitas pelayanan kelas dunia.

IPCC dirancang khusus untuk terminal komersial yang menyediakan layanan di terminal mobil. Layanan ini termasuk Stevedoring, Cargodoring, Receiving, dan Delivery.

BACA JUGA: Saham Multibagger #1: Begini Analisis Saham IPCC

Dengan layanan bisnisnya, IPCC menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sebesar 12%-15% secara pada tahun 2022.

Reza Priyambada, investor relation IPCC, mengatakan berharap pemulihan industri dan juga daya beli semakin membaik di 2022 sehingga dengan asumsi kondisi makroekonomi Indonesia kian membaik yang maka dapat berimbas positif pada industri otomotif beserta rantai pasoknya. 

“Dengan demikian, hal itu juga dapat berimbas positif pada kinerja IPCC yang kita harapkan bisa bertumbuh kisaran 12% hingga 15% YoY baik pendapatan maupun laba. Target itu di kisaran Rp 392,18 miliar – Rp 399,32 miliar,” ungkap Reza, mengutip Kontan.co.id, Rabu (9/3/2022).

IPCC menjalin kerjasama dengan sejumlah pabrikan otomotif dalam penanganan kargo kendaran baik CBU, alat berat, maupun general cargo.

“Kita sebut saja, Toyota, Mitsubishi, Suzuki, hingga Hyundai telah terlayani di Terminal IPCC. Begitupun dengan Alat Berat maupun truk seperti Hino, Komatsu, Kobelco, Volvo, Isuzu, dan lainnya. Kami terbuka untuk dapat bekerja sama dengan pihak automaker dalam penanganan kargo kendaraannya di Terminal IPCC,” ujar Reza.

IPCC memproyeksikan kontribusi dari segmen CBU akan mencapai 60% hingga 70% dari total pendapatan. Sisanya, 20% hingga 25% merupakan kontribusi dari alat berat, spare parts alat berat, dan general cargo.

Industri otomotif memang mulai bangkit berat dukungan stimulus pajak yang diberikan pemerintah tahun 2021 dan berlanjut hingga 2022. Ditambah pembukaan ekonomi diharapkan mampu menopang daya beli masyarakat dan berimbas positif terhadap sektor otomotif. Ujung-ujungnya kondisi ini akan menguntungkan IPCC.

Saat ini Emtrade merekomendasikan IPCC untuk jangka pendek karena menarik secara teknikal. IPCC Secara teknikal berhasil breakout dari 515. Dalam jangka pendek IPCC berpotensi menguat ke resisten 570.



Mau tau valuasi dan rekomendasi untuk saham IPCC? 

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, cryptoclass, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-FR-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi