Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconTeknikal

Bullish Continuation Pattern, Apa dan Bagaimana Cara Identifikasinya?

30 Mar 2022, 16:01 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Bullish continuation adalah pola chart yang mengindikasikan adanya potensi kelanjutan arah harga saham menuju tren naik.  Pola bullish continuation muncul pada stage 2 siklus harga saham atau disebut fase partisipasi. Oleh karenanya didahului sideways panjang dari fase akumulasi.

Nah, pada artikel ini, kita akan mengetahui contoh-contoh bullish continuation pattern beserta cara identifikasinya. Dengan mempelajari polanya, kamu bisa menentukan kapan waktu terbaik untuk ambil posisi buy atau sell. Soalnya terkadang sebagian besar trader yang sahamnya sudah naik banyak merasa terburu-buru ingin jual karena takut berbalik arah. Padahal masih ada potensi penguatan harga.

Supaya kamu dapat memaksimalkan keuntungan dari trading,  mari simak penjelasan selengkapnya sampai selesai.

Contoh Bullish Continuation Pattern

1. Cup with Handle

bullish continuation pattern

Seperti namanya, pola ini memiliki dua bagian, yaitu cup (cangkir) dan handle (gagang). Sebelum formasi harga saham membentuk cup, tren harga diawali dengan uptrend. Kemudian saham bergerak menurun yang diikuti tren naik, sehingga terlihat seperti cup.

Pola handle muncul setelah cup selesai terbentuk di mana volume perdagangan menunjukkan konvergen terhadap harga saham. Artinya, volume meninggi saat harganya naik dan volume turun saat harganya turun.

Harga yang menembus resisten (breakout) dengan volume tinggi mengonfirmasi tren penguatan di pasar. Selanjutnya saham akan lanjut bergerak mencapai titik harga tertinggi baru. Target price ditentukan dengan mengukur kedalaman cup lalu diletakkan pada titik terjadinya breakout.

Baca juga: Pola Cup and Handle Pattern, Apa Indikasinya?

2. Bullish Pennant dan Bullish Flag

bullish continuation pattern

bullish continuation pattern

Bullish pennant dan bullish flag menunjukkan harga saham yang naik secara signifikan hingga membentuk seperti tiang dan disertai volume yang tinggi. Setelah naik banyak, saham kemudian turun dengan volume yang ikut menurun. Namun penurunannya nggak terlalu dalam, hanya kurang dari 1/3 ukuran tiang.

Yang membedakan kedua bullish continuation pattern ini adalah bentuk polanya ketika harga saham menurun. Pada bullish pennant, formasi harga akan membentuk segitiga. Sedangkan pada bullish flag harga akan membentuk bendera atau jajar genjang.

Pattern tersebut terkonfirmasi apabila terjadi breakout dengan volume tinggi. Proyeksi kenaikan diukur dari tiang yang sudah terbentuk.

Baca juga: Gap dalam Chart Saham: Pengertian dan Jenis-Jenisnya

3. Base on Base

bullish continuation pattern

Base on base adalah pola kelanjutan bullish di mana harga saham yang menuju tren naik membentuk seperti anak tangga. Setiap kali harga breakout dan membentuk anak tangga baru, volume transaksi ikut meninggi. Hal ini diikuti dengan harga yang menurun ketika sideways pembentukan kotak atau anak tangga dengan volume yang juga menurun.

Trader dapat mengetahui target price atau proyeksi kenaikan melalui ukuran base-nya.

4. Ascending Scallop

bullish continuation pattern

Contoh bullish continuation pattern selanjutnya adalah ascending scallop yang terbentuk dengan cukup cepat. Biasanya pola ini merupakan lanjutan atau follow up dari pola bullish lainnya.

Pada ascending scallop, tren yang sebelumnya didahului oleh kenaikan di siklus partisipasi, diikuti oleh gerakan harga yang sedikit menurun dan membentuk cup kecil. Kemudian kembali melaju naik dengan volume yang lebih tinggi ketika pembentukan cup. Di tahap ini polanya akan terlihat seperti huruf J. Kedalaman pola ini digunakan untuk mengukur proyeksi kenaikan.

Baca juga: Bullish Reversal adalah Peluang Bagi Trader. Pahami Polanya

5. Channeling Up

bullish continuation pattern

Formasi harga yang membentuk channeling up akan mengikuti garis trend dan garis channel dengan volume transaksi yang tinggi ketika terjadi breakout. Selanjutnya diikuti oleh penurunan ketika sideways pembentukan kotak dengan volume yang ikut menurun. Pola ini terkonfirmasi jika harga saham mengalami breakout dengan volume yang tinggi.

6. Rectangle

bullish continuation pattern

Rectangle dari pola bullish continuation adalah pola sideways yang membentuk persegi panjang setelah sebelumnya didahului tren naik pada fase partisipasi. Ketika mengalami kenaikan, volume transaksi akan lebih tinggi daripada ketika harga turun. Selain itu pola rectangle juga seringkali menjadi dasar atau awalan dari pola base on base.

Proyeksi kenaikan dapat diketahui dengan mengukur ketinggian pola yang diletakkan pada titik terjadinya breakout. Apabila harga ter-breakout dengan volume konvergen, maka akurasi pola ini bisa dibilang cukup bagus.

Baca juga: False Breakout Trading Strategi Agar Tidak Rugi

7. Ascending Triangle

bullish continuation pattern

Ascending triangle merupakan bullish continuation pattern yang menunjukkan harga saham bergerak sideways dengan posisi resisten tetap (horizontal) sedangkan support-nya naik. Sehingga pola ini membentuk segitiga dengan arah naik atau ascending karena posisi support membuatnya jadi semakin sempit.

Perlu diketahui trader bahwa ketika pattern ini membentuk segitiga, volume akan lebih rendah dibandingkan volume ketika harga mengalami kenaikan sebelum pola terbentuk. Ascending triangle dikonfirmasi apabila breakout dibarengi dengan volume yang tinggi, di mana target price ditentukan dari ketinggian polanya.

Baca juga: Bearish Continuation Pattern: Definisi dan Contoh Polanya

8. Symmetrical Triangle

bullish continuation pattern

Symmetrical triangle dari pola bullish continuation adalah kondisi ketika saham bergerak sideways dengan posisi resisten menurun sedangkan support meninggi. Oleh karenanya formasi harga pada pola ini membentuk segitiga simetris.  

Pada masa pembentukan segitiga, volume transaksi lebih rendah daripada volume ketika harga naik sebelum pembentukan pola. Sekilas keseluruhan pola symmetrical triangle terlihat mirip dengan bullish pennant. Namun sebenarnya pattern ini memiliki bentuk segitiga yang lebih besar dan tiang yang lebih pendek.

Symmetrical triangle terkonfirmasi apabila terjadi breakout dengan volume tinggi. Ketinggian pola digunakan untuk mengukur target price berikutnya.

Baca juga: 3 Cara Membaca Tren Harga Akan Naik atau Turun, Trader Saham Harus Tahu!

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

 -RE-


emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.





Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2023, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi