Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Menilik Kinerja 'Raja' Timah Dunia, TINS

23 Mar 2022, 14:07 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Harga komoditas timah dunia seperti tak kehabisan bensin untuk terus terbang. Pada tahun 2021, harga komoditas timah dunia melejit +91% year-on-year (yoy) dengan rata-rata harga sebesar US$ 31.172,4/ton. Sementara pada tahun berjalan 2022 harga timah dunia sudah tumbuh +8,9% year-to-date (ytd).

Bersyukurnya Indonesia sebagai produsen timah terbesar kedua dunia. Karena kenaikan harga membuat Indonesia bak ketiban ‘durian runtuh’. Tak terkecuali PT Timah Tbk (Persero) atau TINS sebagai perusahaan produsen timah terbesar di Indonesia. Lantas bagaimana kinerja dan prospek TINS?


TINS adalah perusahaan produsen timah terbesar nomor dua pada tahun 2021 setelah Yunnan Tin. Bahkan pada tahun 2019 TINS sempat jadi yang terbesar di dunia, sebelum pandemi covid-19 menerpa yang berimbas pada turunnya produksi pada tahun 2020 dan 2021.

Penjualan TINS 95% untuk ekspor dan sisanya untuk domestik. Sehingga tingginya harga timah akan berpengaruh terhadap rata-rata harga jual (ASP) logam timah TINS yang kemudian menopang pendapatan tidak anjlok meskipun secara volume penjualan merosot.

Pada tahun 2021, ASP penjualan logam timah TINS meroket +89% yoy menjadi US$ 32.619/ton. Sementara volume penjualan logam timah TINS sepanjang tahun 2021 tercatat 26.602 ton, merosot 52% yoy. Pendapatan terealisasi TINS sebesar US$ 14,61 triliun, turun tipis 4% yoy.

Meskipun turun, namun labanya melonjak +482% yoy menjadi Rp 1,3 triliun, menyudahi kerugian sepanjang tahun 2019 hingga 2020. Faktor yang mendorong laba TINS adalah biaya untuk bahan baku bijih timah yang turun -59% yoy. Hal ini senada dengan produksi bijih timah TINS yang turun -38% yoy menjadi 24.670 ton.

Asal tahu saja, operasional TINS meliputi eksplorasi, penambangan, pengolahan, hingga pemurnian dan akhirnya jadi logam timah yang siap dipasarkan.

Emtrade saat ini merekomendasikan saham TIN untuk jangka menengah karena melihat potensi TINS pada tahun ini.  Harga timah dunia diperkirakan masih akan tinggi pada tahun 2022. Berdasarkan Fitch Solution, rata-rata harga timah dunia pada tahun 2022 sebesar US$ 42.000/ton, lebih tinggi +34,7% dibandingkan tahun lalu.

Potensi kinerja TINS pada tahun 2022 pun masih akan bertumbuh positif. Pada tahun 2022, TINS pun menargetkan pertumbuhan produksi menjadi 35.000 ton. Selain itu permintaan dari barang-barang elektronik yang membutuhkan solder yang diprediksi masih tinggi juga akan menopang permintaan timah. Timah juga berkontribusi dalam industri energi hijau. Permintaan timah untuk membangun teknologi panel surya.  

Untuk jangka pendek, Emtrade baru saja jual dengan profit 7,1%-12,5% pada 23 Maret 2022 setelah dihold sejak 10 Maret 2022.

Lalu, bagaimana strategi trading saham komoditas ke depannya? yuk join VIP member untuk update trading signal beserta alasan beli dan jualnya.

Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-FR-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.


Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2023, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi