Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconFundamental

Cara Menghitung WACC dari Laporan Keuangan dengan Mudah Beserta Contohnya

15 Mar 2022, 20:21 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Weighted Average Cost of Capital (WACC) menjadi salah satu indikator untuk mengetahui  berapa tingkat pengembalian rata-rata yang harus disediakan suatu perusahaan kepada investor agar mau menginvestasikan uangnya ke perusahaan. Lalu, apa fungsi dan Cara menghitung WACC dari laporan Keuangan?


Bagi investor, contoh perhitungan WACC biasanya mewakili pengembalian dari investasi. Namun bagi manajemen perusahaan, WACC adalah biaya yang harus dipenuhi.


Dalam prinsip akuntansi, modal terdiri dari modal ekuitas dan modal utang yang masing-masing memiliki biaya modal (cost of capital). Sehingga dari modal tersebut, perusahaan akan menggunakannya sebagai modal ekspansi yang nantinya akan dilunasi di masa depan. Biasanya perusahaan akan menggunakan dana utang berupa pinjaman bank maupun obligasi, di luar dari modal inti yang dimiliki perusahaan sebagai tambahan modal kerja diluar dari modal inti. Mengingat perusahaan tidak menggunakan dengan bobot yang setara dalam melakukan ekspansi usaha melalui modal, maka kita harus membobotinya berdasarkan kontribusinya terhadap struktur modal perusahaan. Dengan demikian, kita akan mengetahui berapa mahal bagi perusahaan untuk mengumpulkan dana yang dibutuhkan. Oleh karena itu, dalam menghitung WACC, maka utang (debt) dan ekuitas (equity) akan terlibat. Rate of return yang diperoleh oleh perusahaan harus lebih besar dari cost of capital (WACC) suatu perusahaan, atau relatif terhadap industri jika ingin dikategorikan sebagai perusahaan yang menarik bagi investor.


Cara menghitung WACC dari laporan Keuangan dengan mudah beserta contohnya


Cara Menghitung WACC dari Laporan Keuangan


Kembali lagi, WACC merupakan perhitungan cost of capital berdasarkan porsi dari ekuitas dan utang perusahaan. Dengan demikian, formula WACC adalah sebagai berikut:


WACC = (1-t) x rd x [D/(D+E)] + re x [E/(D+E)]


Dimana:

D = Nilai pasar hutang perusahaan

E = Nilai pasar ekuitas perusahaan

Rd = Biaya Utang

Re = Biaya Ekuitas

T = Tarif pajak perusahaan


Sebagai contoh, sebuah perusahaan memiliki struktur modal 30% utang dan 70% ekuitas. Biaya utang perusahaan diketahui sebesar 5% dan biaya ekuitas sebesar 7%, dengan tarif pajak perusahaan sebesar 25%. Dengan demikian, WACC perusahaan tersebut adalah : [30% x 5%] x (1-25%) + [70% x 7%] = 6,03%.



Cara Menghitung Biaya Utang (Cost of Debt)


Biaya utang (cost of debt) pada dasarnya merupakan tingkat suku bunga yang disyaratkan oleh institusi keuangan ataupun pihak terkait. Cost of Debt diperoleh berdasarkan tingkat suku bunga (interest) yang wajib dibayar. 


BACA JUGA: Begini Cara Tahu Saham yang Kamu Miliki Mampu Bayar Utang


Bisa dikatakan, menghitung biaya utang dikatakan relatif lebih mudah. Anda bisa memanfaatkan perkiraan suku bunga yang sesuai dengan tingkat bunga pasar dan utang dengan pokok dan jatuh tempo yang sama. Misalnya, sebut saja perusahaan A memiliki rata-rata utang jangka panjang dengan tenor 5 tahun sebesar Rp 1 M. Asumsi perusahaan membayar Rp 60 juta tiap tahunnya sebagai beban bunga, maka biaya utang (cost of capital) dapat diasumsikan sebesar 6% ( Rp60 juta/ Rp 1M).


Cara menghitung Biaya Ekuitas (Cost of Equity)


Di dalam industri keuangan, cost of equity merupakan tingkat pengembalian minimum yang secara teoritis harus mampu diberikan perusahaan kepada pemilik saham. Pada dasarnya, cost of equity diberikan kepada investor sebagai kompensasi risiko yang bersedia diambil oleh investor untuk menanamkan modal ke perusahaan. Jika perusahaan gagal memenuhinya, pemegang saham akan menjual saham mereka yang berdampak pada penurunan harga saham dan nilai perusahaan. Dalam menghitung Cost of Equity, banyak subjektivitas yang membuat kalkulasinya cenderung rumit, mengingat modal saham tidak memiliki nilai eksplisit sebagaimana tingkat bunga dalam modal utang. Meskipun demikian, formula dalam menghitung cost of equity secara umum kerap digunakan berdasarkan pendekatan Capital Asset Pricing Model (CAPM), atau sebagai berikut:


Re = Rf + b (Rm - Rf)


Dimana:

Re = Cost of Equity

Rf = Risk Free Rate

Rm = Return historis dari pasar (market risk premium)

b = sensitivitas risiko pasar


Jika melihat lebih detail Cara menghitung WACC dari laporan Keuangan, komponen formula di atas menunjukan bahwa cost of equity sangat dipengaruhi oleh selisih market risk premium dengan risk free rate sekaligus sensitivitas risiko pasar. Maka semakin besar market risk premium, atau semakin besar sensitivitas risiko dari pasar saham, maka cost of equity akan semakin meningkat. Untuk mengidentifikasi angka return historis, maka secara historis negara yang mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang pesat seperti Indonesia, China, atau India memiliki ekspektasi market risk premium di atas 5%. Disisi lain, negara yang relatif lebih maju seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Inggris memiliki market risk premium yang lebih rendah, atau biasanya berkisar di 1% - 3%. Disisi lain, sensitivitas risiko pasar (b) memiliki keunikan tersendiri karena akan sangat bergantung pada segala hal yang terkait manajemen bisnis dan struktur modal. Dalam menghitung sensitivitas risiko pasar, kita dapat menggunakan formula sebagai berikut:


B = Cov (Ri, Rm)/o2 (Rm)


Cov (Ri, Rm)/o2 (Rm) pada umumnya merupakan market risk premium menurut catatan historis dalam jangka waktu tertentu. Sementara o2 (Rm) adalah varian dari varian market risk premium. Sementara itu, untuk menghitung risk free rate, kita dapat menggunakan yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun, seperti misalnya sebesar 5.06%.


Tujuan Mengetahui WACC


Pada dasarnya, Cara menghitung WACC dari laporan Keuangan sering digunakan oleh analis dalam menilai harga wajar suatu saham. WACC sendiri sering dipakai disaat analis melakukan analisis berdasarkan valuasi Discounted Cash Flow (DCF) dengan mendiskontokan arus kas di masa depan. 


BACA JUGA: Begini Cara Mengetahui Harga Saham sedang Diskon


Namun demikian, WACC juga berguna bagi perusahaan dalam hal mengukur struktur modal yang optimal. Investor retail, bagaimanapun juga dapat memanfaatkan WACC untuk menghitung harga wajar suatu saham. Economic Value Added (EVA)-pun memerlukan WACC sebagai objek dalam menentukan apakah suatu perusahaan memberikan nilai tambah atau tidak. Jadi peran WACC sangatlah luas bagi para penggunanya, tidak terkecuali investor retail.



Kelebihan dan Kelemahan WACC


Meskipun Cara menghitung WACC dari laporan Keuangan dapat membantu memberikan informasi untuk menimbang setiap komponen berdasarkan tingkat kepentingan suatu modal perusahaan, WACC tentu memiliki keterbatasan. Perhitungan WACC pada umumnya melibatkan formula yang lebih fleksibel dan subjektif, sehingga estimasi biaya modal kadang tidak akurat. Meskipun biaya utang cenderung lebih akurat, hal ini berbeda dengan menghitung biaya ekuitas yang sarat akan subjektifitas. Disisi lain, penilaian beta juga tergantung dengan pilihan periode yang dilakukan. Beberapa pengguna kerap menggunakan data harian, mingguan, bulanan, maupun tahun yang tentunya akan menghasilkan nilai angka beta yang berbeda-beda. Selain itu, ekspektasi pengembalian pasar (Rm) juga kadang menggunakan rata-rata pengembalian historis. Bahkan beberapa analis saham menggunakan perspektif masing-masing dalam menentukan ekspektasi return pasar. Itu sebabnya, tidak banyak investor cenderung tidak terlalu fokus untuk menghitung rasio WACC.


Mau belajar saham secara praktis?


Upgrade ke VIP user untuk menikmati fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP user, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan


Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP Member Emtrade 


-WS-


emtrade.id/disclaimer


Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.






Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi