Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconTeknikal

Bearish Reversal adalah Pola Chart Yang Wajib Diwaspadai Trader

16 Mar 2022, 17:10 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Bearish reversal adalah salah satu jenis pola grafik yang sifatnya menunjukkan potensi penurunan pada harga saham. Bukan koreksi normal, melainkan penurunan yang cukup dalam dan muncul pada fase distribusi atau stage 3 dari siklus saham. Selengkapnya tentang siklus harga saham dapat dibaca di artikel berikut ini.

Baca juga: 4 Siklus Pasar Saham: Akumulasi, Partisipasi, Distribusi, dan Kapitulasi

Dengan alasan tersebut, bearish reversal adalah chart pattern yang harus diwaspadai. Apa saja pola chart yang masuk ke dalam kategori bearish reversal? Pahami ulasannya pada artikel ini agar kamu bisa melakukan antisipasi atas potensi jatuhnya harga saham.

Contoh Pola Bearish Reversal adalah Sebagai Berikut

  • Spike Pattern

bearish reversal adalah

Pola chart pertama yang perlu diperhatikan, yaitu spike pattern. Saham yang membentuk pola ini didahului kenaikan yang tajam dan mengalami penguatan secara signifikan dalam kurun waktu yang singkat. Prinsipnya semakin cepat naiknya, turunnya juga akan semakin cepat. Terlihat dari ujung pattern yang runcing seperti huruf V terbalik. Biasanya terjadi pada saham-saham berlikuiditas kecil.

Selain itu ketika harga mulai membentuk spike pattern, biasanya tren naik nggak disertai dengan volume tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa tekanan beli berangsur-angsur sudah mulai berkurang. Alhasil harga saham berpotensi mengalami penurunan jika tekanan tersebut digantikan oleh dorongan untuk melakukan penjualan.

Spike pattern dikonfirmasi apabila harga menembus support (breakdown) dengan volume yang tinggi. Sementara itu target penurunan diketahui dengan cara mengukur ketinggian pola dan kemudian diletakkan di area tempat terjadinya breakdown.

Baca juga: Bullish Reversal adalah Sebuah Peluang Bagi Trader. Pahami Polanya

  • Double Tops

bearish reversal adalah

Selanjutnya, pola bearish reversal adalah double tops. Pola double tops mempunyai ciri-ciri atau bentuk yang hampir serupa dengan spike. Hanya saja terdapat dua puncak dengan kedalaman yang sama. Jadi bisa dikatakan pergerakan sahamnya nggak secepat spike pattern. Sebab saham double tops masih bergerak sideways sebelum akhirnya benar-benar memasuki masa downtrend.

Konfirmasi chart pattern yang membentuk huruf M ini terjadi apabila ada breakdown dari neckline dengan volume perdagangan yang tinggi. Perkiraan support berikutnya juga diukur dari ketinggian puncak.

Baca juga: Strategi Trading Saham Downtrend

  • Triple Tops


Cara identifikasi pattern triple tops sama seperti spike dan double tops. Begitu pula dengan target atau perkiraan support yang baru. Bedanya pola ini membentuk tiga puncak dengan kedalaman yang sama. Biasanya saham yang membentuk triple tops adalah saham-saham dengan pergerakan yang lambat seperti big caps.

  • Head and Shoulders

bearish reversal adalah

Berikutnya, pola head and shoulders terdiri dari satu puncak yang lebih tinggi (head) daripada dua puncak yang berada di sebelah kanan dan diri (shoulders). Seringkali terjadi pada saham blue chip. Cara menentukan target dalam pattern ini adalah dengan mengukur jarak vertikal dari ujung head ke area neckline atau support.

Baca juga: Belajar Membaca Chart Saham untuk Pemula

  • Rounding Tops

bearish reversal adalah

Rounding tops muncul dari saham yang bergerak dan membentuk seperti mangkok terbalik. Baik harga maupun volume transaksi sama-sama membentuk rounding tops.

Harga saham dikonfirmasi menurun apabila terjadi breakdown support dengan volume yang tinggi. Sedangkan untuk perkiraan sejauh mana saham bergerak turun dilakukan dengan mengukur ketinggian pola dan diletakkan di atas area support.

  • Rising Wedge

bearish reversal adalah

Pola chart bearish reversal yang terakhir adalah rising wedge. Pattern ini menunjukkan harga saham yang semakin mengerucut ke atas. Dan ketika harga turun, volume transaksi menjadi semakin tinggi.

Baca juga: Pola Cup and Handle Pattern, Apa Indikasinya?

Dari poin-poin yang sudah dibahas dapat disimpulkan bahwa bearish reversal adalah pola pembalikan arah menuju penurunan yang muncul pada siklus ketiga dari harga saham dan sebelumnya diawali kenaikan yang tajam. Mau dapat insight lebih dalam seputar chart saham dan analisis teknikal lainnya?

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.






Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi