Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Alarm Perang Dunia Bunyi (Lagi)? Tenang! Saham Ini Bisa Dilirik

18 Feb 2022, 15:45 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Tensi Rusia dan Ukraina semakin panas, bahkan telah terjadi baku tembak antara pasukan pemerintah Kyiv dengan pemberontak pro Rusia di Ukraina.

Kondisi ini membuat harga emas di pasar spot melesat hingga menyentuh US$ 1.900/troy ons. Hal ini menjadi sentimen positif bagi PT Merdeka Copper Gold (Tbk) sebagai produsen emas.

Adu Tembak Terjadi di Ukraina

Mengutip Reuters, pemerintah Ukraina dan pemberontak saling tuduh. Masing-masing mengklaim musuh telah menembak melintasi garis gencatan senjata.

Pemberontak pro Rusia, menuding pasukan pemerintah Ukraina melepaskan tembakan ke wilayah mereka empat kali dalam 24 jam terakhir.

Sementara pemerintah Ukraina mengatakan para pemberontak menembak sebuah taman kanak-kanak di Stanytsia Luhanska di wilayah Luhansk, Ukraina.

"Beberapa provokasi direncanakan hari ini, kami memperkirakannya dan mengira bahwa perang telah dimulai," kata seorang penduduk desa Stanytsia Luhanska, Dmytro.

Presiden Volodymyr Zelenskiy mengatakan tindakan milisi pro-Rusia yang menembaki sebuah taman kanak-kanak sebuah "provokasi besar".

Sementara Rusia melalui Dmitry Peskov, Juru Bicara Kremlin mengatakan sangat prihatin atas laboran ini. Ia juga menyebut Kyiv ingin merebut wilayah pemberontak dengan paksa.

Adu tembak ini membatalkan deekalasi yang sebelumnya diwacanakan. Bahkan ketegangan makin tinggi dari sebelumnya di Eropa Timur.

 

Joe Biden Khawatir Perang, Wall Street Tumbang, Emas Terbang

Sikap skeptis ditunjukkan oleh Amerika Serikat (AS) walaupun kemarin Rusia dikabarkan menarik mundur pasukannya dari perbatasan Ukraina.

Terlebih lagi setelah terjadi adu tembak, Washington memperingatkan bahwa perang bisa meletus kapan saja.

"Kami meyakini bahwa mereka (Rusia) akan segera melakukan operasi jika sudah ada alasan. Setiap laporan yang kami miliki adalah mereka bersiap pergi ke Ukraina dan menyerang Ukraina. Perasaan saya ini akan terjadi dalam beberapa hari ke depan," tegas Joe Biden, Presiden AS, seperti dikutip dari Reuters.

Juru Bicara Gedung Putih AS juga mengatakan pada Kamis bahwa Rusia telah menambahkan 7.000 tentara di perbatasan Ukraina dalam 24 jam terakhir.

"Kami melihat mereka terbang dalam lebih banyak pesawat tempur dan pendukung. Kami melihat mereka mempertajam kesiapan mereka di Laut Hitam," kata Lloyd Austin, Menteri Pertahanan AS.

"Kami bahkan melihat mereka menimbun persediaan di dearah mereka," tambahnya.

Akibatnya pasar keungan dunia terancam ambrol. Tiga indeks saham AS yang jadi poros paras saham dunia longsor pada penutupan sesi perdagangan kemarin.

- Dow Jones melemah -1,78% turun 622 poin di level 34312

- S&P 500 melemah -2,12% turun 94 poin di level 4380

- NASDAQ melemah -2,88% turun 407 poin di level 13716

Di tengah kondisi yang tidak stabil dan pasar saham yang ambrol, emas sebagai aset safe haven terbang melambung tinggi ke angkasa.

Pada Kamis (17/2) harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 1.897,27/troy ons, melesat 1,55% dibandingkan hari sebelumnya. Bahkan sempat menyentuh harga tertinggi di US$ 1.900/troy ons.

Emas memang menjadi idaman untuk melindungi aset para investor ketika terjadi ketidakstabilan ekonomi di pasar.

Lalu saham apa yang diuntungkan?

 

MDKA Bisa Jadi Pilihan

MDKA kami rekomendasikan untuk jangka menengah memanfaatkan karena kinerja yang bertumbuh pada tahun 2021 dan kenaikan harga emas yang terdorong sentimen perang.

Pendapatan pada tahun 2021 sebesar US$ 381 juta, tumbuh 18,32% dibandingkan tahun 2020 (year-on-year/yoy). Sementara EBITDA tercatat tumbuh 2,67% yoy, menjadi US$ 154 juta.

Pendapatan MDKA mampu bertumbuh di tahun 2021 walaupun harga emas acuan dunia terkoreksi 3,59% pada sepanjang tahun 2021. Turunnya harga membuat penjualan Tujuh Bukit longsor 31,2% yoy menjadi US$ 218 juta. Selain harga emas yang turun, produksi emas juga turun 20,6% menjadi 124.740 ons.

Pendapatan MDKA ditopang oleh penjualan tembaga dari tambang Wetar yang terbang 416% sepanjang tahun 2021 menjadi US$ 162 juta. Produksi tembaga pun meningkat 2,5 kali lipat dari tahun 2020 menjadi 19.045 ton.

Selain kinerja ynag bertumbuh, laju MDKA dan emas bisa dibilang kompak. Ini terlihat dari grafik harga keduanya, di mana selaras. Sebab 92% penjualan MDKA untuk ekspor. Sehingga ketika harga emas naik. Harga saham MDKA pun berpotensi terungkit.

Selain itu, secara teknikal MDKA dalam jangka menengah berpotensi menguat ke resisten 4.140. Sementara jangka pendek, resisten 3.960 jadi resisten terdekat dan support ada di 4.4140.



Mau tau strategi dan analisis fundamental lengkap MDKA? 

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-FR-

Emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli & jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.




Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi