Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconFundamental

Mengenal Hiperinflasi, 'Hantu' Ekonomi yang Ditakuti Dunia

14 Feb 2022, 15:50 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Apa jadinya jika uang yang kita pakai untuk bertransaksi sehari-hari menjadi tidak berharga?

Mungkin jadinya akan seperti Venezuela yang membuat kerajinan tas dari uang kertas Bolivar (mata uang Venezuela) karena ketergantungan terhadap ekspor minyak.

Bagaimana jika seberapa banyak kita memiliki uang, bahkan miliaran, ternyata hanya bisa untuk membeli 3 telur? 

Tidak habis pikir memang, tapi ini terjadi di Zimbabwe di mana untuk membeli 3 telur, harus merogoh koek ZWD 100 miliar.

Biang kerok yang membuat mata uang Venezuela dan Zimbabwe tidak bernilai adalah hiperinflasi.

Lalu, apa pengertian sebenarnya dari hiperinflasi? Apa saja faktor yang bisa mendorong hiperinflasi terjadi? Temukan jawabannya di bawah ini ya!

Apa Itu Hiperinflasi?

Hyperinflation atau hiperinflasi adalah suatu kondisi inflasi yang tidak terkendali di mana terjadi lonjakan harga yang sangat cepat dan juga tiba-tiba, namun tidak bisa disertai dengan pendapatan masyarakat, sehingga jumlah uang yang beredar di tengah-tengah masyarakat sangat banyak, tapi nilai mata uangnya menurun sangat drastis. Kondisi mengerikan ini terjadi jika nilai inflasi melebih 50%, bahkan bisa menyentuh 100% dalam kurun waktu satu bulan saja. 


Apa yang Menyebabkan Hiperinflasi?

Terdapat beberapa faktor penyebab terjadinya hiperinflasi, berikut ini adalah di antaranya:

1. Defisit anggaran pemerintah yang diatasi dengan pencetakan uang

Defisit anggaran pemerintah yang diatasi oleh pemerintah dengan mencetak uang baru akan menyebabkan jumlah uang beredar di masyarakat semakin banyak sehingga memicu terjadinya hiperinflasi. Tingkat harga mengalami kenaikan, namun nilai uang mengalami penurunan. Masyarakat memiliki banyak uang, tetapi justru daya belinya menurun, sebab nilai uang yang dimiliki tak sesuai dengan tingkat harga komoditas yang ada di negara tersebut.

2. Perang

Negara yang sedang berperang menghabiskan dana yang sangat besar, untuk pengadaan senjata dan alat-alat pertempuran, serta kompensasi terhadap jasa para pejuang. Di tengah kondisi negara yang sedang tidak aman karena perang, umumnya pemerintah akan menjadi tidak fokus pada perekonomian di dalam negaranya. Produktivitas pada sektor riil yang menurun akan berdampak besar pada pendapatan nasional yang ikut turun.

3. Kondisi Sosial Politik yang Memanas

Memanasnya kondisi sosial politik yang berlangsung berkepanjangan akan menghambat laju pertumbuhan ekonomi, karena proses produksi tidak maksimal sehingga tingkat atau volume produksi menurun. Hal tersebut berdampak pada rendahnya pendapatan nasional.

Itulah penjelasan mengenai hiperinflasi, dapat disimpulkan bahwa hiperinflasi adalah kondisi yang sangat mengerikan apabila terjadi karena adanya lonjakan harga yang sangat cepat dan juga tiba-tiba, namun tidak bisa disertai dengan pendapatan masyarakat, sehingga jumlah uang yang beredar di tengah-tengah masyarakat sangat banyak, tapi nilai mata uangnya menurun sangat drastis.

Apa Dampak yang Bisa Ditimbulkan Hiperinflasi?

Hiperinflasi akan berefek negatif terhadap nilai mata uang pada suatu negara. Negara yang mengalami kondisi mengerikan ini, maka nilai mata uang negaranya akan mengalami penurunan dari nilai yang sebenarnya. Itu artinya, nilai mata uang lokal akan mengalami penurunan daya beli, atau bahkan menjadi tidak berharga sedikitpun.


Saat nilai mata uang tidak lagi berharga, akan jadi bencana bagi negara yang memiliki utang luar negeri yang jumbo. Sebab nilai utang negara akan membengkak dan kebangkrutan ada di depan mata.

Di sisi lain, pengangguran meledak akibat banyak perusahaan yang memilih menutup usahanya.

Ekonomi pun mandek dan mencapai titik nadir. Produk Domestik Bruto (PDB) akan jatuh dan resesi alias pertumbuhan ekonomi negatif pun tak terhindarkan.

Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Saat terjadi hiperinflasi, sebagai investor dianjurkan untuk keluar dari pasar saham dan beralih ke aset safe haven seperti emas, perak, dolar AS dan yen Jepang untuk melindungi nilai uang. Sebab saat inflasi berdasarkan sejarah akan memukul pasar saham secara telak.

Perusahaan-perusahaan akan mengalami guncangan dahsyat sehingga kinerja akan turun secara signifikan. Terutama perusahaan yang memiliki utang dengan valuta asing yang besar, jurang kebangkrutan pun hanya berjarak sejengkal.

Maka dari itu, paham akan keadaaan ekonomi negara atau makroekonomi menjadi hal penting bagi tiap investor.


Mau tau cara analisis makroekonomi, fundamental, dan teknikal untuk investasi saham? 

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.


Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-FR-

Emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli & jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.




Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi