Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Diam-diam Asing Akumulasi Saham BBRI, Sudah 6 Hari!

10 Feb 2022, 08:58 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

PT Bank BRI (Persero) Tbk (BBRI) mencatatkan pembelian bersih (net buy) investor asing selama enam hari beruntun. Lantas apa yang membuat BBRI begitu digemari investor asing?

Investor asing telah mencatatkan net buy BBRI sepanjang bulan Februari dengan nilai Rp3,18 triliun. Bahkan pada tanggal 7 Februari, net buy investor asing mencapai Rp 1,29 triliun. Ini merupakan pembelian terbesar sejak 24 September 2021.

Masuknya investor asing turut mendongkrak kinerja harga saham BBRI pada bulan Februari. Sepanjang Februari, harga saham BBRI telah melonjak 9,34%. Ini merupakan kinerja terbaik sejak bulan Oktober 2021.

Untuk diketahui, BBRI adalah bank terbesar kedua di Indonesia dengan aset mencapai Rp 1.678 triliun pada tahun 2021. Bank pelat merah tersebut juga merupakan emiten dengan bobot terbesar kedua di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 668 triliun per 9 Februari 2022. Dengan profil tersebut maka BBRI bisa jadi tujuan investor asing dalam menanamkan modalnya.

Jangan lupakan juga kinerja keuangan BBRI yang fantastis pada tahun 2021. Sepanjang 2021, laba bersih BBRI meroket 66,5% dibanding tahun lalu (year-on-year/yoy) menjadi Rp31,1 triliun. Pencapaian laba ini di atas konsensus analis di Rp 28 trilun, melansir polling Reuters.

Kinerja positif terdorong oleh pendapatan bunga bersih yang melonjak 21,9% yoy menjadi Rp 114,09 triliun. 

Sementara itu, kredit BBRI tumbuh 7,2% yoy sepanjang tahun 2021 didrong oleh segmen mikro yang naik 13% yoy. Hal tersebut mendorong segmen UMKM menjadi 81,8% pada tahun 2021 dari 80,9% pada tahun 2020.

Rasio kredit bermasalah kotor atau NPL gross  pada tahun 2021 naik menjadi 3,08% dibanding tahun 2020 sebesar 2,94%. Akan tetapi ini masih dibatas aman perbankan nasional sebesar %%

Lagipula cadangan kredit bermasalah BBRI mencapai 278,1%. Artinya nilai cadangan BBRI mencapai 2x lebih nilai kredit bermasalah. Jumlah tersebut naik dari tahun 2020 sebesar 248%.

Dengan laba yang melonjak signifikan, maka nilai dividen pun akan ikut terdongkrak. Dengan asumsi rasio pembayaran dividen BBRI sama seperti tahun lalu yaitu 65%, maka dividen yang akan diterima investor diperikan mencapai Rp 163,75 per lembar. Nilai ini tumbuh 98,9% dibanding tahun 2020 sebesar Rp 98,9 per lembar.

Saat ini Emtrade merekomendasikan BBRI untuk investasi jangka panjang. Selain kinerjanya yang apik, valuasi BBRI juga cukup menarik.

Valuasi BBRI yang diukur menggunakan nilai buku atau PBV sebesar 2,2x. Ini lebih rendah dibandingkan rata-rata PBV selama 5 tahun sebesar 2,5x.



Mau tau kinerja lengkap dan prospek saham BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI? 

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-FR-

Emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli & jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.




Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi