Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconFundamental

Cara Hitung Valuasi Saham Paling Jitu selain P/E dan PBV

14 Feb 2022, 11:48 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Cara Hitung Valuasi Saham Paling Jitu biasanya metrik yang biasanya sering digunakan untuk mencari valuasi antara lain, price to earnings ratio (P/E) dan price to book value (P/BV). Padahal, kedua metrik valuasi itu memiliki beberapa risiko yang belum dipahami oleh investor. 


Salah satu buktinya, terjadi pada PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL) pada 2018. Saat itu, saham SRIL memiliki P/E sekitar 4-5 kali. 


Cara Hitung Valuasi Saham


Angka P/E SRIL kala itu tergolong rendah dan menarik. Apalagi, P/E rendah itu dorong oleh kenaikan laba bersih pada kuartal II/2018 sebesar 65 persen menjadi 56 juta dolar AS dibandingkan dengan periode sama pada tahun sebelumnya. 


Namun, faktor pendongkrak laba bersih SRIL saat itu bukan hanya dari pertumbuhan penjualan sebesar 35 persen, melainkan ada faktor lain di luar bisnis utamanya. Salah satunya, hasil penjualan pabrik senilai 25 juta dolar AS.


Data P/E SRIL yang rendah saat itu pun muncul di berbagai platform analisis saham. Akhirnya, banyak yang menilai harga saham SRIL murah jika dilihat dari P/E. Padahal, jika mengecualikan penjualan pabrik itu, P/E perseroan saat itu bakal berada di kisaran 7 - 8 kali. 


Bisa dibayangkan, bagaimana jika investor percaya dengan Cara Hitung Valuasi Saham tadi sebesar 100 persen dari data platform analisis saham tanpa mengetahui cerita di belakang layarnya?


TONTON VIDEO INI: Tips dan Trik Mengenal Valuasi Saham

Risiko Valuasi P/BV

Cara Hitung Valuasi Saham yang lain biasanya memakai metrik P/BV untuk mencari saham bagus yang lagi murah. Namun, layaknya P/E, P/BV juga memiliki risiko yang banyak belum dipahami oleh investor saham. 


Salah satu contohnya bisa dilihat pada saham PT Pan Brother Tbk. (PBRX) ketika digugat PKPU karena gagal bayar utang pada 2019. Padahal, saat itu PBRX dianggap salah satu saham murah karena memiliki book value Rp590 per saham dengan rata-rata harga pasar Rp450-480 per saham. 


Cara Hitung Valuasi Saham


Saat ini, harga PBRX malah terus turun hingga 74 persen menjadi sekitar Rp110-140 per saham dibandingkan dengan tiga tahun lalu. 


Lalu, apa metrik yang bisa dijadikan indikator valuasi saham paling jitu agar investor tidak mengalami kejadian di SRIL dan PBRX? 

Jurus Jitu Valuasi Saham EV/CFO

Cara Hitung Valuasi Saham yang lebih jitu adalah menggunakan enterprise value (EF)/Cash Flow Operation (CFO) atau EV/CFO. 


EV adalah nilai perusahaan yang dianggap lebih akurat ketimbang kapitalisasi pasar. 


Nilai EV bisa dihitung dengan menggunakan rumus kapitalisasi pasar + utang bank - kas dan setara kas. 


Lalu CFO adalah nilai arus kas operasional yang dihasilkan setiap kuartal oleh emiten. 


Kenapa metrik valuasinya membandingkan EV dengan CFO. Soalnya, dengan menggunakan CFO, investor bisa memperhitungkan cash inflow secara aktual setiap kuartal dibandingkan dengan laba bersih. 


Sebagai contoh, kita coba menghitung EV/CFO dari PT Wismilak Inti Makmur Tbk. (WIIM) dengan menggunakan laporan keuangan kuartal I/2021. Dengan asumsi sepanjang 2021, saham WIIM diperdagangkan di area Rp250 per saham, nilai kapitalisasi pasarnya senilai Rp525 miliar. 


Lalu, dari laporan keuangan kuartal I/2021, WIIM mencatatkan utang bank senilai Rp11 miliar dengan posisi kas setara kas Rp432 miliar. 


Dengan begitu nilai EV dari WIIM saat itu: Rp525 miliar + Rp11 miliar - Rp432 miliar = Rp104 miliar. 

Apa Arti EV WIIM senilai Rp104 miliar?

  • Jika kita belil 100 persen saham WIIM, berarti harus mengeluarkan uang setara kapitalisasi pasar senilai Rp525 miliar. Namun, perseroan punya kas setara kas senilai Rp432 miliar yang menjadi hak kita. Jadi, nilai sesungguhnya yang kita bayarkan untuk saham WIIM senilai Rp93 miliar 
  • Di sisi lain, utang bank milik WIIM juga jadi tanggung jawab kita yang mau akuisisi sahamnya. Dengan total utang bank Rp11 miliar, jadi modal yang dikeluarkan untuk akuisisi 100 persen saham WIIM senilai Rp104 miliar atau setara dengan nilai EVnya
  • Jika EV sama dengan nol atau kurang dari nol, berarti sama saja kita membeli suatu perusahaan secara gratis


Sementara itu,data arus kas operasional tahunan WIIM pada 2018-2020 surplus Rp100 miliar - Rp200 miliar. 


Cara Hitung Valuasi Saham


Apa arti angka data arus kas operasional WIIM tersebut?


  • Arus kas operasional WIIM bisa dibilang solid karena surplus 3 tahun terakhir. Surplus arus kasnya jadi indikasi perseroan menjalankan operasionalnya dengan baik
  • Jika arus kas operasional sebuah perusahaan minus atau defisit, artinya perusahaan tidak mampu beroperasi dengan baik dan butuh bantuan likuiditas untuk melanjutkan operasinya. Biasanya, likuiditas berasal dari utang bank.
  • Dengan rata-rata arus kas operasional 3 tahun terakhir, kita dapat menyimpulkan rata-rata arus kas operasional WIIM senilai Rp187 miliar per tahun

Menghitung EV/CFO

Setelah mendapatkan dua poin variabel itu, kita dapat mulai menghitung metrik EV/CFO WIIM dengan cara Rp104 miliar / Rp187 miliar dengan hasilnya 0,6 kali. 


Artinya, biaya modal yang dikeluarkan saat mengakuisisi WIIM sudah bisa break even poin atau terbayarkan hanya dalam 6 bulan. Dengan asumsi rata-rata arus kas operasional yang diperoleh senilai Rp187 miliar per tahun. 


Untuk benchmark sendiri, semakin rendah EV/CFO, semakin cepat perusahaan bisa mengembalikan modal investasi, artinya semakin bagus juga untuk perusahaan tersebut.


BACA JUGA: Begini Tips Cari Saham Diskon yang Benar

Kesimpulan

Apapun metode atau cara hitung valuasi saham yang digunakan, sifatnya adalah komplementer atau saling melengkapi dan bukan bersifat substitusi. Maka dari itu, pendekatan EV/CFO merupakan pelengkap dari metode valuasi saat ini yang tujuannya tetap sama, yaitu untuk memberikan informasi apakah suatu saham dikatakan murah (undervalued) atau mahal (overvalued)


Meskipun demikian, metode EV/CFO dinilai memiliki kelebihan spesial karena melibatkan komponen arus kas operasional yang sifatnya multifungsi dan melibatkan banyak variabel inti dalam mengukur operasional perusahaan. 


Sebagai catatan, tidak semua sektor mampu menerapkan metrik EV/CFO karena keterbatasan ruang lingkupnya, seperti sektor perbankan.

 

Tertarik untuk mencoba metrik EV/CFO?


Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, cryptoclass, dan seminar rutin setiap akhir pekan.


Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.


-WS-


Emtrade.id/disclaimer





Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi