Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Diskon Mobil Lanjut 2022, Kok Saham ASII Melempem?

19 Jan 2022, 15:52 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Tok! Insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) resmi diperpanjang pada tahun 2022. Namun saham perusahaan otomotif terbesar di Indonesia, PT Astra Internasional Tbk (ASII) malah lesu. Kok bisa?

Saham ASII dalam dua hari terakhir lesu. Hari ini (18/1/2021) ASII ditutup melemah 0,44% menjadi 5.650/saham. Sementara kemarin ditutup 0,87%. 

Masalahnya, investor nampaknya kurang puas dengan skema PPnBM yang baru. Ini karena jenis mobil yang paling diuntungkan adalah low cost green car (LCGC). Diskon bagi mobil non LCGC pun terbatas hanya untuk mobil harga jual di bawah Rp 250 juta.

Berbeda dengan tahun 2021 di mana insentif pajak PPnBM untuk mobil di bawah 1.500 cc diskon 100%, mobil 1.500-2.500 cc diskon 25%-50%. Sehingga brand mobil sejuta umat seperti Avanza, Xenia, Xpander pun ikut merasakan insentif PPnBM.

Berikut skema insentif PPnBM 2022:

Untuk LCGC

- Januari-Maret diskon PPnBM mobil LGCC 100%

- April-Juni Diskon PPnBM mobil LGCC jadi 66,67%

- Juli-September 2022, diskon PPnBM mobil LGCC jadi 33,33%

- Oktober-Desember 2022, tidak ada diskon PPnBM mobil LGCC

Untuk non-LGCC di bawah Rp250 juta

- Diskon PPnBM untuk mobil non LGCC sebesar 50% pada Januari-Maret 2022

- Namun, kuartal II/2022, PPnBM mobil di bawah Rp250 juta kena tarif pajak full 15%

Penjualan mobil LCGC memiliki porsi lebih sedikit dibanding non-LCGC Astra. Perbandingannya 18,9% untuk LCGC dan 81,1% untuk non LCGC. Sehingga pengaruh skema PPnBM terhadap penjualan mobil Astra diperkirakan tidak signifikan.

Terlebih lagi model jagoan Astra seperti Avanza, Innova, dan Rush tidak lagi mendapatkan diskon PPnBM 100%.

Walaupun otomotif berperan terhadap 40% pendapatan yang diperoleh Astra, Namun lini bisnisnya sangat beragam.

Ada sekitar 7 sektor bisnis yang digarap oleh ASII dengan dua kontributor terbesar ke kinerja keuangan dari otomotif dan pertambangan.

Kontributor Pendapatan ASII per Kuartal III/2021

1. Otomotif: 40%

2. Pertambangan: 34,1%

3. Jasa Keuangan: 10,8%

4. Agribisnis: 10,6%

5. Infrastruktur: 2,9%

6. Teknologi Informasi: 1,2%

7. Properti: 0,4%

Faktor lain, tren harga saham ASII 6 bulan terakhir sudah naik 17,15%, meski secara year on year masih turun 16,1%.

Artinya, pasar sudah merespons ekspektasi potensi kenaikan penjualan mobil ASII yang melejit 81,14% sepanjang 2021.

 

Bagaimana strategi selengkapnya?

Klik di sini analisis & strategi saham ASII

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, cryptoclass, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.


-FR-

emtrade.id/disclaimer




Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi