Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconTeknikal

Perbedaan Strategi Buy on Weakness dengan Retracement

31 Jan 2022, 11:19 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Setelah mengetahui cara menentukan support dan resisten, maka tentunya trader sudah dapat membuat trading plan kapan harus beli dan kapan harus jual.

Namun, kebanyakan trader masih bingung bagaimana cara membedakan strategi buy on weakness atau buy on retracement? Apakah semua pembelian di area support selalu merupakan strategi buy on weakness?

Lalu, strategi buy on retracement itu seperti apa? Kalo masih bingung dengan semua itu, simak selengkapnya tulisan ini biar kamu paham. 

Support dan Resisten

Secara teknikal harga saham bergerak dalam siklus yang berulang setiap waktu. Setiap siklus akan membentuk sebuah trend, yang dimana pada setiap pergerakannya, trader dapat menentukan level support dan resisten sebagai area yang bisa dicermati untuk beli maupun jual.

Ibarat sebuah gedung bertingkat, support adalah lantai, sehingga ketika harga saham yang diibaratkan sebuah bola bergerak ke bawah, maka lantai akan berpotensi memantulkan bola tersebut ke atas. Sedangkan resisten adalah atap, sehingga ketika bola bergerak ke atas maka resisten akan berpotensi memantulkan bola ke bawah.

Artinya support dapat dimanfaatkan sebagai area beli karena dapat menjadi area yang memantulkan harga ke atas sehingga trader dapat memanfaatkan kenaikan harga untuk mendapat keuntungan, sedangkan resisten bisa dicermati sebagai area profit taking karena dapat membuat harga turun.

Baca Juga : Cara Menentukan Support dan Resisten

Support Jadi Resisten, dan Resisten jadi Support

Meski demikian, bisa saja support tertembus ke bawah, dan resisten tertembus ke atas. Maka, bila hal tersebut terjadi, sebagaimana Ibarat gedung bertingkat, maka ketika atap (resisten) yang sudah tertembus ke atas, maka akan menjadi lantai (support) yang baru, sedangkan lantai (support) yang sudah tertembus ke bawah, maka akan menjadi atap (resisten).

Contohnya pada saham ESSA, level 472 sebelumnya menjadi area support yang diperoleh dari Low 22 Des 2021. Lalu di tanggal 14 Jan 2022 harga saham menembus ke bawah (breakdown) area support tersebut, maka area 472 saat ini sudah menjadi resisten.

Contoh support jadi resistance

Begitu juga dengan contoh pada saham KLBF, level 1640 sebelumnya menjadi area resisten yang diperoleh dari High 4 Nov 2021. Lalu di tanggal 7 Jan 2022 harga saham menembus ke atas (breakout) area resisten tersebut, maka area 1640 saat ini sudah menjadi support.

Contoh resisten jadi support

 

Strategi Beli Saham

Secara teknikal ada beberapa strategi beli saham yang trader perlu ketahui yaitu buy on weakness, buy on breakout, dan buy on retracement. Pada dasarnya strategi buy on weakness hampir sama dengan buy on retracement yaitu sama-sama beli ketika harga memantul area support.

Namun bedanya, buy on weakness merupakan strategi beli di support yang secara trend pergerakan harga didahului penurunan. Sedangkan buy on retracement merupakan strategi beli di support yang secara trend pergerakan harga didahului kenaikan. Sehingga meskipun terjadi penurunan harga, hal tersebut merupakan koreksi normal yang dimana trader dapat memanfaatkan pantulan di area support yang sebelumnya pernah menjadi area resisten untuk buy on retracement.

Contohnya pada saham MAPI, area 695 merupakan support yang diperoleh dari low 17 Des 2021. Karena trend harga saham MAPI sebelumnya didahului oleh trend turun, maka area support tersebut dianggap sebagai level yang cukup rendah, sehingga ketika terjadi pantulan, trader dapat memanfaatkan untuk Buy on Weakness.

contoh buy on weakness

Sedangkan pada saham ARTO, area 16775 merupakan support yang diperoleh dari High Sept 2021. Sebelumnya area tersebut pernah menjadi area resisten. Karena trend harga saham ARTO sebelumnya didahului oleh trend naik, maka penurunan yang terjadi ke area support tersebut dianggap sebagai koreksi normal, sehingga ketika terjadi pantulan, trader dapat memanfaatkan untuk Buy on Retracement.

Contoh buy on retracement

Mau tau saham apa saja yang bisa di tradingkan dengan strategi buy on weakness atau buy on retracement?

Upgrade ke VIP user untuk menikmati fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP user, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan

 Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP Member Emtrade 

 -JF-


emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.






Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi