Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

IHSG Hari Ini Lanjut Koreksi, Saham BBCA Diborong Asing

12 Jan 2022, 08:36 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image
IHSG hari ini 11 Januari 2022 kembali mengalami penurunan 0,64 persen menjadi 6.647. Secara keseluruhan, hanya 2 sektor saham yang mampu menguat, apa saja sentimen pendorong pasar saham Indonesia pada 11 Januari 2022?

2 dari 11 sektor saham yang menguat pada 11 Januari 2022. Kedua sektor itu antara lain transportasi naik 0,79 persen dan energi naik 0,38 persen. 

Pergerakan Indeks Saham Sektoral 11 Januari 2022



SektorChange%
Transportasi0,79
Energi0,38
Keuangan-0,15
Cyclical-0,51
Non-cyclical-0,69
Industrial-0,5
Infrastruktur-1,27
Properti-1,74
Industri dasar-1,7
Kesehatan-1,76
Teknologi-4,98


Tiga saham kapitalisasi terbesar di sektor transportasi yang menguat antara lain, PT Temas Tbk. (TMAS) naik 3,72 persen, PT AirAsia Indonesia Tbk. (CMPP) naik 24,41 persen, dan PT Indonesia Transport dan Infrastructure Tbk. (IATA) naik 1,67 persen. 

Saham dengan Net Buy Asing Terbesar 11 Januari 2022



Sahamnominal
BBCARp474,9 miliar
TLKMRp81,6 miliar
PGASRp65,7 miliar
BBNIRp62,9 miliar
BBRIRp60,4 miliar


Lalu, 3 saham dengan kapitalisasi terbesar sektor energi yang menguat antara lain, PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) naik 4,19 persen, PT Transcoal Pacific Tbk. (TCPI) naik 0,24 persen, dan PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) naik 1,8 persen. 

Saham dengan Net Sell Asing Terbesar 11 Januari 2022



SahamNominal
BUKARp32,7 miliar
ISATRp18 miliar
BNBARp11 miliar
ERAARp7,6 miliar
IPTVRp6,6 miliar


Di tengah koreksi tipis dua hari berturut-turut, IHSG justru mencatatkan net buy asing senilai Rp1,12 triliun pada 11 Januari 2022. 

Saham yang paling diburu asing antara lain, PT BCA Tbk. (BBCA) senilai Rp474,9 miliar. Lalu, saham yang paling banyak dilepas asing adalah PT Bukalapak Tbk. (BUKA) senilai Rp32,7 miliar. 

Menanti Kabar Inflasi AS


Salah satu sentimen yang ditunggu adalah data inflasi AS pada Desember 2021. Ekspektasinya, inflasi AS tahunan bisa tembus 7 persen dibandingkan dengan sebelumnya 6,8 persen. 

Nah, di sini, kenaikan inflasi bisa makin memicu The Fed mempercepat kenaikan suku bunganya. Salah satu proyeksi muncul dari Goldman Sachs yang kini memperkirakan The Fed bisa menaikkan  hingga empat kali tahun ini. 

Jelang rilis data AS, mayoritas pasar saham di Asia juga memerah. Seperti, Nikkei Tokyo turun 0,89 persen, Hang Seng turun 0,03 persen, dan Shang Hai turun 0,73 persen. Hanya Straits Times Singapura yang menghijau 0,6 persen. 

Ekspor Batu bara Dibuka Lagi


Pemerintah Indonesia memastikan ekspor batu bara mulai dibuka bertahap pada 12 Januari 2022. Lalu, muncul skema baru terkait transaksi PLN membeli batu bara. Jadi, PLN akan membeli batu bara langsung dari perusahaan batu bara, tidak lewat trader. 

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan Badan Layanan Umum (BLU) untuk solusi jangka panjang demi memenuhi pasokan batu bara dalam negeri. 

Dengan hadirnya BLU, PLN akan membeli pasokan batu bara mengikuti harga pasar. Saat ini, PLN membeli batu bara dengan harga DMO senilai 70 dolar AS per ton, meski harga pasar melejit hingga sempat tembus 200 dolar AS per ton. 

Nantinya, kehadiran BLU akan membantu sibsidi pembelian batu bara PLN untuk menutup selisih harga pasar dengan harga acuan batu bara 70 dolar AS per ton. 

BLU batu bara akan berada di bawah Kementerian ESDM atau Kementerian Keuangan untuk mengumpulkan pungutan  ekspor dari perusahaan batu bara. 

OJK Beri sinyal Tarik Kebijakan Restrukturisasi Terdampak Covid-19


Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai ambil ancang-ancang untuk menarik kebijakan restrukturisasi kredit terdampak Covid-19. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiayan memastikan tarik rem pelonggarakn restrukturisasi bakal dilakukan dengan pertimbangan yang macam. 

Dalam melakukan normalisasi kebijakan ini, OJK juga sudah melakukan stress test berkala terkait mengenai dampak Covid-19 terhadap kredit bank. 

Jika OJK telah menarik pelonggaran restrukturisasi terdampak Covid-19 bisa menjadi sinyal positif artinya risiko kredit sudah mulai mereda. Namun, dari sisi kinerja, bank harus menyiapkan pencadangan lebih besar untuk antisipasi risiko kredit. 

Sebenarnya, OJK sudah dari jauh-jauh hari bilang kalau bank harus meningkatkan pencadangan terhadap kredit yang direstrukturisasi. Soalnya, meski pelonggaran aturan restrukturisasi membuat statusnya lancar, tapi kredit itu sebenarnya sudah masuk NPL atau kredit bermasalah.

Rencana Akuisisi Streetscooter Batal


Rencana Indonesia Battery Corporation (IBC) melakukan akuisisi perusahaan pabrik kendaraan listrik asal Jerman StreetScooter batal. Alasannya, investasi yang dilakukan itu berpotensi rugi sehingga menjadi alot. Sampai akhirnya, StreetScooter diakuisisi oleh Odin Automotive asal Luksemburg. 

IBC adalah perusahaan baterai holding Indonesia yang dimiliki oleh MIND ID, Pertamina, PLN, dan ANTM. 

Awalnya, rencana akuisisi StreetScooter dilakukan untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. 

BBCA Bakal Rilis Laporan Keuangan 2021 Akhir Januari


Bank Central Asia (BBCA) bakal rilis laporan keuangan full year 2021 pada 27 Januari 2022. 

Selain itu, awal tahun ini, BBCA mulai mengintegrasikan fitur kredit di aplikasi Blu milik anak usahanya, BCA Digital. 

PLTU Rp120 triliun milik ADRO dan UNTR Bakal Beroperasi


Pembangkit listrik milik konsorsium Grup Adaro dan Grup Astra akan mulai beroperasi tahun ini. Pembangkit milik kedua konsorsium  tersebut merupakan bagian dari mega proyek pembangkit listrik berkapasitas 35.000 Mega Watt (MW). PT Adaro Energy Tbk (ADRO) membangun PLTU Batang melalui anak usaha Adaro Power bersama dengan Electric Power Development Co. Ltd (J-Power), dan Itochu Corporation). Total nilai proyek pembangkit listrik ini mencapai US$ 4,2 miliar atau mencapai Rp 60 triliun. 

Disisi lain, PLTU Jawa 4 atau PLTU Tanjung Jati B unit 5 dan 6, milik konsorsium anak usaha Grup Astra, PT United Tractors Tbk (UNTR) berkapasitas 2x2.000 MW sudah hampir rampung. Proyek ini dikelola oleh PT Bhumi Jati Power dengan kepemilikan saham 50%, UNTR 25%, dan The Kansai Electronic Power Co Inc juga 25%. Total nilai proyek ini diperkirakan juga mencapai US$ 4,2 miliar. 

Dengan demikian total nilai proyek milik konsorsium ADRO dan UNTR mencapai US$ 8,4 miliar atau Rp 120 triliun. Dengan beroperasinya sejumlah pembangkit listrik tersebut, maka ADRO dan UNTR tidak hanya mereguk cuan dari hasil penjualan listrik, tetapi juga dari hasil penjualan batu bara dalam jangka panjang. Pasalnya, kedua emiten tersebut merupakan penyuplai batu bara dari masing-masing PLTU yang dibangun tersebut.

Ringkasan Trading Emtrade 11 Januari 2022


Emtrade melakukan 7 rekomendasi beli pada 11 Januari 2022, yakni INDY, HRUM, DSNG, BIMA, JAWA, BCIP dan AALI. 

Lalu, Emtrade juga melakukan 16 rekomendasi jual, yakni KAEF, JPFA, ASSA< BBTN, PTBA, BUKA, BIMA, JAWA, BCIP, TKIM, SIDO, BSDE, AGII, BRIS, AKRA, dan AGRO. 

Untuk rekomendasi scalping Emtrade hari ini ada BIMA, JAWA, dan BCIP. 


Mau belajar strategi trading saham? 

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, cryptoclass, dan seminar rutin setiap akhir pekan.


-SR-




Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi