Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconPemula

Strategi Average Up

31 Jan 2022, 11:36 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Ketika kondisi market sedang bagus, harga saham / crypto naik terus, seharusnya jadi momen bagus untuk beli karena potensi keuntungan membesar, dan risiko mengecil. Tapi, banyak trader yang bingung, kapan sih saatnya boleh average up / nambah beli lagi?. Nahh supaya porsi tetap terkendali dan yang semula profit tidak berbalik arah jadi loss, harus ada strateginya.

Average Up

Average up adalah strategi tambah muatan dengan memperhatikan porsi atau yang sering disebut dengan strategi piramida. Caranya gimana?

Piramida average up

Ilustrasi diatas menggambarkan porsi pembelian yang semakin mengerucut/mengecil keatas. Angka diatas tidak mutlak yah, bisa disesuaikan dengan pribadi masing-masing. Atau bisa saja beli dengan porsi yang sama sebesar 50% dan 50%. Kenapa harus mengerucut keatas? Kita tahu bahwa ketika membeli 1 saham dengan harga yang berbeda, baik di hari yang sama ataupun di hari yang berbeda, yang muncul diportofolio adalah harga rata-rata pembelian. Ketika kita membeli sebuah saham yang uptrend, dan porsi semakin kecil ke atas, ini akan menjaga level average kita tetap bagus. Contohnya seperti berikut

Average up

Pembelian pertama harga Rp 3000 porsi 65% dari modal, kemudian pembelian kedua berkisar 35% di harga Rp 3500. Dengan begitu, dapat kita hitung average di yang kita miliki Rp 3.157/lembar.

Jika kita tambah muatan lebih besar ke atas, maka harga average akan tinggi, Misalkan porsi pembelian seperti contoh di atas dibalik, beli 6 lot kemudian tambah 12 lot, maka harga average akan menjadi Rp 3.333.

Terlihat jelas perbedaannya ketika menggunakan strategi piramida, kita akan mendapatkan average lebih murah. Sebaiknya hindari beli porsi besar ke atas, karena profit tidak akan maksimal.

Area tambah muatan

Untuk melalukan average up tentu tetap harus memperhatikan teknikal saham tersebut. Baiknya kita membeli saat saham tersebut retracement (koreksi) dan kita membeli dengan strategi buy on weakness (ada pantulan dari support). Atau jika terbentuk pola base on base/anak tangga, bisa menggunakan strategi buy on breakout. Namun perlu diperhatikan, sebaiknya jangan beli setelah terjadi breakout ketiga karena risiko profit taking sudah cukup besar.

Baca juga : TA 7 : Chart Pattern

Idealnya average up berapa kali?

Tidak ada batasan khusus mengenai berapa kali harus melakukan average up. Namun akan lebih baik jika tidak melakukan average lebih dari 2x. Kenapa? Pertama, modal untuk sebuah saham tentu terbatas, tidak semua dana yang kita miliki hanya untuk entry satu saham saja. Kedua, jika kita terus menerus tambah muatan dikala market uptrend, sekalipun menggunakan metode piramida, average tidak akan ideal.

Baca juga : Jangan asal average down, Nanti Malah makin Boncos, Pahami Strateginya di Sini

Jadi, sah sah saja jika ingin melakukan average up, namun jangan lupakan positioning dan perhatikan juga titik beli yang tepat. Dengan mengatur porsi yang ideal, maka profit juga akan maksimal.

Ingin tahu lebih lanjut tentang money management? Yuk Join VIP Emtrade

Dengan menjadi VIP user Emtrade. kamu bisa mendapatkan fasilitas konten edukasi, analisis report, dan tanya-jawab intensif.

 

Upgrade as VIP user untuk dapatkan full access. Klik disini

-EM & GY-

 emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi