Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconRisk Management

Rebalancing Portofolio: Seni Mengelola Risiko yang Perlu Dilakukan Saat Berinvestasi

3 Feb 2022, 09:02 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Investasi memang dilakukan agar aset bisa bertumbuh sehingga bisa mencapai tujuan keuangan yang sudah ditentukan. Namun, ingat, dalam berinvestasi ada risiko yang harus diantisipasi. Nah, saat risiko sedang membayangi, tidak ada salahnya untuk melakukan rebalancing portofolio. 

Apa itu Rebalancing Portofolio

Rebalancing portofolio adalah strategi manajemen risiko di mana investor menyesuaikan kembali alokasi portofolio sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi. Dalam praktiknya, rebalancing portofolio bisa dilakukan dengan menjual sejumlah aset saham dan menggunakan hasilnya untuk membeli saham yang lain.

Misalnya, kamu menetapkan persentase alokasi sebesar 70 persen untuk saham blue chip dan 30 persen untuk saham second liner. Namun, saham second liner sedang menguat dan bergerak naik, akibatnya porsi saham naik jadi 60 persen dari total portofolio, sedangkan 40 persen sisanya merupakan porsi saham blue chip yang menurun.

Untuk mengembalikan komposisinya seperti semula, maka kamu harus menjual sebagian saham second liner agar nanti keuntungannya bisa dipakai untuk menambah porsi saham blue chip. Dengan begitu komposisi saham blue chip akan kembali jadi 70 persen.

Berbicara soal investasi saham pasti tidak akan jauh dari tujuan keuangan. Untuk bisa memastikan realisasinya sesuai dengan harapan, strategi rebalancing portofolio ini juga bermanfaat dalam hal melacak dan menjaga perkembangan tujuan keuangan agar tetap on track.

Alasannya karena porsi portofolio yang berubah pasti akan berimbas pada potensi imbal hasil yang diperoleh. Yang artinya ketika potensi return tersebut berubah, maka jangka waktu investasi juga ikut berubah. Bisa jadi lebih cepat atau justru lebih lama dari perkiraan. Inilah pentingnya rebalancing portofolio.

Baca juga: Diversifikasi Saham, Apa dan Bagaimana?

Timing untuk Rebalancing Portofolio


Kapan waktu yang tepat untuk rebalancing portofolio? Idealnya rebalancing dilakukan secara berkala. Biasanya setiap enam bulan atau satu tahun sekali.

Selain itu adanya perubahan kondisi ekonomi juga jadi faktor lain yang dapat dipertimbangkan, contohnya seperti di masa pandemi. Sebab situasi ekonomi yang penuh ketidakpastian akan memunculkan sentimen negatif yang pada gilirannya bisa meningkatkan volatilitas pasar saham. Sehingga alokasi portofolio berubah dari alokasi awal yang sudah ditetapkan.

Tidak hanya faktor eksternal, timing untuk rebalancing juga ditentukan oleh faktor internal dari diri sendiri. Dengan kata lain penetapan waktunya mengikuti tujuan investasi yang sesuai dengan keadaan terkini.

Misalnya, kamu membutuhkan dana lebih besar untuk kebutuhan yang lain dengan jangka waktu tertentu. Atau justru kondisi keuangan sedang sulit, sehingga aset yang less risk diperbesar komposisinya pada portofolio.

Baca juga: Money Management Ketika Berinvestasi Saham

Cara Rebalancing Portofolio

Setelah memahami maksud dan waktu yang tepat untuk rebalancing, selanjutnya kamu harus tahu tentang bagaimana cara melakukan rebalancing ini. Kunci dasarnya sudah sempat disebut bahwa rebalancing portofolio mengikuti toleransi risiko dan tujuan investasi. Namun ada beberapa hal yang perlu dilakukan:

1.     Ketahui dan catat secara detail komposisi awal portofolio. Catatan ini berguna untuk dijadikan pengingat sekaligus pembanding nilai saat ini dengan portofolio di awal investasi.

2.     Lakukan peninjauan nilai portofolio terkini dari setiap aset saham dan hitung bobotnya. Bagi nilai setiap aset dengan nilai portofolio saat ini. Jika sudah, bandingkan dengan porsi awal untuk mengetahui adanya perubahan komposisi.

3.     Apabila selang beberapa waktu komposisi portofolio berubah dan tidak sesuai dengan profil risiko, maka lakukan rebalancing.

Baca juga: Tiga Cara Manajemen Risiko dalam Trading Saham

Demikian penjelasan mengenai rebalancing portofolio yang harus diketahui sebelum masuk ke pasar saham. Mau belajar lebih banyak tentang manajemen portofolio seperti:

  • Membuat dan mengatur portofolio saham
  • Portofolio trading dan investasi, gimana bagi porsinya?
  • Terlanjur masuk banyak, what to do?
  • Tips rebalancing portofolio

Yuk, pelajari selengkapnya dengan upgrade ke VIP member untuk mendapatkan akses ke CUANTASTIK: Mastering The Art of Portfolio Management.


Dengan menjadi VIP member, kamu juga bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan

Klik di sini untuk upgrade VIP user Emtrade


-RE-

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.







Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2023, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi