Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconPemula

Cara Prediksi Saham Mau Bearish Lewat Candlestick

31 Jan 2022, 11:35 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Seperti kita tahu bahwa dalam analisis teknikal, ada siklus harga saham yang dapat terbentuk. Dalam berbagai siklus ini, akan ada pola candlestick yang muncul, kita akan membahas lebih khusus ke pola candlestick untuk mengetahui pembalikan arah turun. Namun sebelumnya, kita harus memahami terlebih dahulu apa itu candlestick dan anatominya, kemudian baru kita bisa mengelompokkan mana yang menunjukkan sinyal pembalikan arah turun.

Bearish Reversal Candle

Pola ini dapat memberikan kita pentunjuk bahwa akan ada pembalikan arah dari bullish ke bearish. Tanda ini akan muncul di akhir stage 2 dan awal stage 3 dimana trend penguatan mulai melemah

1. Dark Cloud Cover

Dark Cloud Cover adalah pola candlestick yang memberikan sinyal pemallikan arah turun dimana canlde dibuka hijau di atas closing hari sebelumnya, namun kemudian ditutup melemah (biasanya setengah body candle sebelumnya). Pola dark cloud cover ini seperti membebntuk awan gelap diatas candle sebelumnya.

Terbentuknya pola ini diawali dengan demand (daya beli) yang besar sehingga harga naik, namun kemudian berubah menjadi aksi profit taking, sehingga harga turun. Pola candlestick ini dianggap akurat ketika diawali dengan masa updtrend, sedangkan jika berada di masa sideways, pola ini tidak cukup akurat karena harga akan tetap bergerak di range sidewaysnya.

 

2.   2.  Inside bar/ bearish harami

Bearish harami atau inside bar adalah pola yang terdiri dari candle hijau panjang diikuti oleh candle merah kecil. Harami dalam bahasa Jepang artinya hamil, jadi pola ini bisa di misalkan seperti orang hamil dimana setelah candle hijau panjang harus diikuti dengan candle merah yang lebih kecil. Harga pembukaan dan penutupan candle merah harus berada di dalam body candle hijau sebelumnya. Pola ini didahului dengan uptrend.

Ukuran candle kedua menentukan besarnya peluang trend turun terjadi, semakin kecil candle merah yang terbentuk semakin tinggi probabilitas trend mengalami pembalikan arah.

 

3.   3. Bearish engulfing

Pola bearish engulfing terdiri dari candle hijau yang diikuti oleh candle merah besar yang menutupi seluruh bagian dari candle hijau sebelumnya. Pola ini menunjukkan tekanan jual lebih besar, sehingga harga berpotensi akan turun di hari berikutnya.


4.   4. Evening star doji

Evening star doji adalah pola pembalikan arah turun yang terdiri dari 3 formasi candle, yaitu,  candle hijau besar, candle doji, dan candle merah. Sama seperti pola pembalikan sebelumnya, evening doji star juga diawali dengan uptrend.

Pola ini cukup akurat dalam memberikan sinyal penurunan trend, Pola ini terbentuk dalam 3 hari, dimana hari pertama terdiri dari candle hijau besar yang menandakan kenaikan harga. Hari kedua terdiri dari candle yang lebih kecil yang menunjukkan kenaikan harga sudah terbatas. Hari ketiga menunjukkan candle merah besar yang dibuka pada harga di bawah hari sebelumnya dan kemudian ditutup di dekat pertengahan candle hari pertama.

 

5.   5. Bullish three line strike

Bukan seperti namanya, pola bullish three line strike ini menunjukkan pembalikan arah dari uptrend ke downtrend. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untk pola ini, yaitu :

a. Diawali pola uptrend

b. 3 candle merupakan candle bullish (berwarna hijau, harga open dan close di atas candle sebelumnya)

c. Setelah 3 candle, kemudian muncul candle merah besar yang menutup 3 candle bullish sebelumnya karena tekanan jual yang besar.

 

Indecision Reversal Candle Need Confirmation

Ada beberapa candle yang terbentuk, yang menunjukkan akan ada pembalikan trend, namun harus dikofirmasi oleh candle selanjutnya, inilah yang disebut dengan indecision reversal candle.

1.   1. Shooting star

Shooting star adalah candle dengan ekor panjang di atas, body candle kecil didekat harga close, dengan atau tanpa ekor kecil dibawah. Candle ini terbentuk setelah harga menguat signifikan dan di hari yang sama menyusut dan akhirnya close di dekat harga open. Jarak antara harga tertinggi dan harga pembukaan harus lebih dari 2x dari body candle, sehingga ekornya panjang.

Candle shooting star paling efektif jika terbentuk setelah masa uptrend dan candle hijau 3 hari atau lebih secara berturut-turut. Untuk konfirmasi pembalikan arah, harus menunggu candle berikutnya berupa candle merah.


2.   2. Hanging man

Hanging man terbentuk dengan dua kriteria yaitu diawali dengan uptrend dan candle memiliki body kecil serta ekor yang panjang dibawah. Hanging man memiliki body candle yang kecil diatas, dengan ekor pajang di bawah, ekor ini setidaknya berukuran 2x dari body candle. Semakin panjang ekor bawah maka tingkat akurasi semakin tinggi. Terdapat sedikit atau tidak ada ekor diatas.

Candle ini terbentuk karena tekanan jual mereda dan tekanan beli meningkat sehingga yang tadinya candle merah penuh, harga mulai merngkak naik dan akhirnya terbentuk ekor. Namun kenaikan ini dimanfaatkan trader untuk menjual sahamnya sebagai langkah antisipasi. Sehingga perlu ada konfirmasi candle berikutnya, jika memang candle berikutnya candle merah, ada potensi untuk melanjutkan penurunan.


3.   3. Spinning Top

Spnning top adalah candle dengan body kecil namun memiliki ekor diatas maupun dibawah. Hal ini menunjukkan keraguan para investor, karena harga tidak mengalami perubahan signifikan. Jika spinning top terjadi di masa uptrend, ada potensi untuk harga bergerak sideways atau mulai trend pembalikan arah, sehingga kita membutuhkan konfirmasi. Konfirmasi ini berupa pembentukan candle di hari berikutnya, jika candle berikutnya adalah candle merah maka berpotensi trend akan turun.

 

Jadi, itu adalah beberapa candle yang menunjukkan akan terjadi bearish reversal. Namun perlu diperhatikan juga bahwa candle bukan merupakan analisis utama, yang terpeting adalah pahami dulu cycle dan trend serta support resisten, analisis candle menjadi pelengkap.  Serta, jangan heran jika ada muncul pola candle seperti yang disebutkan diatas namun penurunan tidak sesignifikan yang diperkirakan, karena analisis candle memang bisa memberikan sinyal untuk hitungan hari saja.

Baca juga : Trend harga saham dan Support & resisten

Yuk dapatkan referensi trading saham, edukasi lebih tajam tentang cara trading dan investasi, serta analisis mengapa beli jual saham, serta bisa tanya jawab dengan team coach, dibimbing setiap hari lewat Morning Briefing, Day Briefing & Afternoon Briefing. Klik di sini untuk upgrade ke VIP dan dapatkan akses lengkap Emtrade. 

Upgrade jadi member VIP Emtrade sekarang dengan klik di sini 

-GY-

 emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.





Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi