Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconTeknikal

Indikator Lagging dan Leading, Mana yang Harus Dipakai untuk Analisis Teknikal?

31 Jan 2022, 10:55 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Dalam konteks analisis teknikal, indikator adalah tools yang dapat memberikan petunjuk mengenai arah tren, pola pergerakan harga saham, serta sinyal beli dan jual. Penggunaan indikator sangat membantu trader saat mengambil keputusan, sehingga potensi keuntungan yang diterima lebih optimal dengan risiko yang terukur.

Indikator teknikal dibagi menjadi dua jenis, yaitu indikator lagging dan leading. Keduanya punya fungsi dan karakteristik yang berbeda. Lantas, mana yang seharusnya dipakai untuk analisis teknikal? Indikator lagging atau leading? Sebelum menjawab pertanyaan ini, mari kita pahami dulu masing-masing indikator.

Indikator Lagging

Indikator lagging adalah jenis indikator dalam analisis teknikal yang menggunakan data rata-rata price action sebelumnya. Indikator lagging dinilai bekerja lebih baik saat pasar bergerak dalam tren panjang. Hal ini dikarenakan fokus indikator lagging lebih menekankan pada tren dan memberikan sinyal beli dan jual lebih sedikit ketika tidak terjadi tren.

Indikator lagging berfungsi untuk mengonfirmasi tren, bukan memprediksi tren. Seperti namanya, lag, sinyal yang diberikan indikator ini terbilang cukup lambat mengingat munculnya setelah terjadi tren.

Salah satu contoh indikator lagging adalah moving average (MA). Sebagai indikator, MA dapat mengidentifikasi nilai rata-rata saham pada rentang waktu tertentu.

Misalnya MA20 yang merupakan rerata pergerakan harga saham selama 20 hari terakhir. Apabila MA20 memotong ke bawah MA besar, katakanlah MA50, di sini MA sedang mengonfirmasi adanya tren turun. Perpotongan ini biasa disebut dengan istilah death cross.


Grafik di atas menunjukkan sinyal death cross dari indikator MA. Death cross yang dimaknai sinyal negatif ini muncul setelah terjadinya pergerakan harga di pasar saham. Sehingga ketika harga sudah mulai turun, indikator lagging baru memberikan sinyal.

Baca juga: Mengenal Indikator Analisis Teknikal

Kelebihan dan Kekurangan Indikator Lagging

Kelebihan dari indikator lagging adalah sinyalnya yang terbilang akurat. Konfirmasi yang dilakukan pada harga-harga akhir memberi keyakinan yang lebih besar kepada para trader untuk masuk ke pasar. False breakout atau risiko kegagalan yang kerap muncul juga dapat diminimalisir menggunakan indikator lagging.

Walaupun begitu, indikator lagging tidak bisa menangkap tren baru. Sebagai contoh ketika ada reversal atas pergerakan harga saham, sinyal dari indikator ini menandakan bahwa reversal sudah terjadi, bukan baru akan terjadi. Imbasnya, trader mungkin menjadi sedikit terlambat dalam hal memperoleh keuntungan maupun menahan kerugian.

Baca juga: Cara Mengantisipasi False Breakout Trading

Indikator Leading

Indikator leading adalah jenis indikator teknikal yang bersifat prediktif dan berfungsi mencerminkan arah pergerakan harga. Biasanya trader menggunakan indikator ini untuk mengantisipasi kondisi pasar di masa mendatang. Sebab sifatnya yang mendahului pergerakan harga saham memungkinkan sinyal yang diterima menjadi lebih cepat.

Mengetahui hal itu, maka indikator leading bisa membantu trader dalam membuat keputusan yang strategis agar potensi keuntungan lebih optimal dan potensi kerugian mengecil.         Indikator ini cocok digunakan trader untuk menganalisis pasar dalam jangka waktu singkat hingga menengah.

Contoh indikator leading yang menjadi favorit trader adalah stochastic dan Relative Strength Index (RSI). Gambar di bawah ini merupakan indikator RSI yang memberikan sinyal crossing sebelum terjadi tren naik.



Kelebihan dan Kekurangan Indikator Leading

Berkat sifatnya yang prediktif dan cepat, indikator leading memungkinkan trader untuk memasuki perdagangan yang potensial pada awal pergerakan. Dengan begitu potensi keuntungan menjadi lebih besar apabila harga saham bergerak sesuai dengan hasil prediksi.

Namun penting untuk diketahui bahwa akan ada lebih banyak disrupsi atau false signal pada indikator leading, sehingga jika dibandingkan dengan lagging, indikator ini memiliki tingkat akurasi yang kurang baik.

Terlebih lagi lagi sinyalnya yang mendahului pergerakan harga saham mendorong trader untuk bereaksi terlalu cepat. Ini lantas membuat indikator leading menjadi lebih berisiko jika trader kurang teliti saat membaca sinyal yang diberikan. 

Tonton juga: Bagaimana Cara Menghindari False Breakout?

Intinya tidak ada indikator yang lebih atau kurang baik. Penggunaannya tergantung preferensi trader. Namun tidak ada salahnya untuk memantau saham dengan kedua indikator secara bersamaan agar sinyal yang didapat menjadi lebih akurat. 

Upgrade ke VIP user untuk menikmati fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP user, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.


Klik di sini untuk upgrade VIP user Emtrade


Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.

-RE-



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2023, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi