Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Upaya Saham Batu Bara Bertahan Hidup, Menarik Dikoleksi?

17 Des 2021, 15:22 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Saham batu bara lagi mencari cara agar kinerja bisnisnya bisa berkelanjutan jangka panjang. Pasalnya, saat  ini seluruh dunia tengah semangat mengurangi emisi karbon, salah satunya dengan menekan konsumsi batu bara. Lalu, apa strategi saham batu bara untuk bisa bertahan hidup?


Salah satu upaya agar konsumsi batu bara bisa turun adalah dengan menghentikan pembiayaan ke sektor tersebut. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga sudah menerapkan pembiayaan berkelanjutan sejak 2017 untuk mengalihkan pendanaan ke proyek berkelanjutan untuk mengurangi emisi karbon.


Namun, baru bank asing yang semangat untuk menghentikan penyaluran kredit ke bank asing. Salah satunya, HSBC sudah memaparkan bakal mengurangi eksposur penyaluran kredit ke sektor batu bara secara bertahap.


Di sisi lain, bank domestik masih membuka ruang pendanaan untuk sektor batu bara, tetapi cukup selektif. 


Di tengah tekanan sulitnya mencari pembiayaan untuk ekspansi, saham batu bara mendapatkan angin segar dari pemerintah Indonesia. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sempat mengatakan pemerintah siap memobilisasi pembiayaan untuk perusahaan batu bara yang siap melakukan transisi ke energi baru terbarukan. 


Di sini, beberapa saham batu bara mulai bergerak untuk ekspansi ke sektor lainnya, mulai dari energi baru terbarukan sampai pertambangan logam dan kendaraan listrik. 


BACA JUGA: Deretan Saham Batu bara yang ada di BEI


Berikut, 4 emiten yang melakukan akuisisi, kerja sama, dan investasi untuk mengembangkan bisnis ke sektor lainnya:


PT Adaro Energy Tbk. (ADRO)


ADRO baru saja mengakuisisi 3,7 persen saham PT Cita Mineral Investindo Tbk. (CITA) dengan nilai pembelian Rp358,76 miliar. CITA adalah perusahaan tambang mineral seperti bauksit dan alumina. 


Corporate Secretary Adaro Mahardika Putranto menjelaskan tujuan investasi ADRO di CITA karena pengembangan bisnis smelter milik perusahaan tambang bauksit dan alumina tersebut. 


"Bisnis metallurgical grade bauxite dan smelter grade alumina bisnis yang cukup menjanjikan dalam jangka panjang seiring dengan perbaikan ekonomi global dan tren kenaikan harga komoditas," ujarnya dalam keterangan resmi pada 17 Desember 2021. 


CITA memang memiliki saham di pabrik smelter grade alumina dan bauksit pertama di Indonesia bernama PT Well Harvest Winning Alumina Refinery. Kapasitas produksi smelter itu mencapai 1 juta ton alumina. 


2. PT Indika Energy Tbk. (INDY)


Saham INDY mendirikan PT Electra Mobilitas Indonesia, perusahaan sektor kendaraan listrik pada November 2021. Tahap awal, perusahaan itu akan mengembangkan bisnis motor listrik. Namun, belum ada penjelasan kapan proses pengembangan itu rampung. 


Manajemen INDY menilai prospek kendaraan listrik, seperti roda dua, cukup menarik untuk jangka panjang. Soalnya, sejalan dengan rencana pemerintah dalam mencapai emisi karbon 0 persen pada 2060. 


3. PT Harum Energy Tbk. (HRUM)


HRUM mulai mengembangkan bisnis di luar batu bara sejak awal 2020. Kala itu, HRUM mengakuisisi PT Position sebanyak 51 persen senilai 80,32 juta. 


PT Position adalah perusahaan tambang nikel. Kabarnya, Position ditargetkan mulai beroperasi pada paru kedua 2022. 


Setelah itu, HRUM juga akuisisi 3,72 persen saham Nickel Mines Ltd. dengan nilai transaksi 34,26 juta dolar Australia pada kuartal II/2021. 


Nickel Mines adalah perusahaan tambang nikel yang melantai di bursa efek Australia. Perusahaan Australia itu memiliki aktivitas operasional di Indonesia. 


Nickel Mines menguasai 60 persen saham proyek Hengjaya Nickel dan Ranger Nickel. Kedua perusahaan itu punya pabrik yang produksi nickel pig iron di Indonesia MOrowali Industrial Park, Sulawesi Tengah. 


Lalu, HRUM juga mengakuisisi perusahaan smelter nikel PT Infei Metal Industry senilai 68,6 juta dolar AS pada Februari 2021. 


Tujuan transaksi itu untuk mengembangkan kegiatan usaha hilir penambangan nikel milik perseroan. 


4. PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA)


TOBA juga memiliki beberapa rencana ekspansi ke bisnis di luar batu bara. Salah satu yang terheboh adalah ketika TOBA bersama Gojek mendirikan perusahaan patungan bernama Electrum untuk bangun ekosistem kendaraan listrik pada akhir November 2021. 


Tahap pertama, TOBA berinvestasi 10 juta dolar AS dengan komitmen investasi 1 miliar dolar AS hingga 5 tahun ke depan. Saat ini, Electrum baru menyediakan motor listrik untuk mitra Gojek. 


motor listrik electrum kerja sama toba dengan gojek


Di luar itu, TOBA juga melakukan investasi ke perusahaan energi tenaga surya, yakni SUN Energy. TOBA ikut putaran pendanaan seri A perusahaan asal Singapura itu pada 22 November 2021. 


TOBA berinvestasi di SUN Energy bersama beberapa konsorsium investor lainnya, salah satunya PT Delta Dunia Makmur Tbk. (DOID) dengan total nilai 25 juta dolar AS. 


SUN Energy berencana menggunakan pendanaan seri A untuk proyek energi surya di Indonesia. 


Emtrade juga sempat reminder buy untuk saham INDY dengan rentang harga Rp1.650 - Rp1.670 pada 17 Desember 2021. 


BACA JUGA: Analisis Saham INDY


Untuk beberapa saham batu bara lainnya, Emtrade masih hold untuk ADRO sejak 15 Desember 2021 dengan floating profit 2,3 persen. 


Emtrade juga masih hold saham HRUM sejak 19 November 2021 dengan floating profit 34,2 persen sampai 35 persen.


Lalu, bagaimana strategi trading saham batu bara selanjutnya?


Upgrade ke VIP user untuk menikmati fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP user, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, cryptoclass, dan seminar rutin setiap akhir pekan


Klik di sini untuk upgrade VIP user Emtrade


-SR-


Emtrade.id/Disclaimer





Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi