Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Alasan Saham Batu bara Aktif Lagi, Masih Menarik Koleksi?

15 Des 2021, 15:06 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Saham sektor batu bara menjadi yang paling aktif pada perdagangan 15 Desember 2021. Salah satu pendorongnya adalah risiko dari la nina yang bisa mengganggu distribusi batu bara global. 


Saat pembukaan sesi dua 15 Desember 2021, ADRO menjadi saham batu bara dengan penguatan terbesar 5,21 persen menjadi Rp2.020 per saham. Disusul INDY 2,75 persen, ITMG 1,23 persen, dan HRUM 0,94 persen. 


Salah satu sentimen terbesar sektor batu bara adalah ancaman La Nina yang meluas hingga ke distribusi batu bara. 


La nina adalah fenomena alam yang menyebabkan udara terasa lebih dingin atau membuat curah hujan menjadi lebih tinggi. 


Secara historis, La nina pernah menghambat pengiriman batu bara dari Australia. Penyebabnya, saat La Nina curah hujan di Australia meningkat drastis. 


Kondisi itu pun mengganggu supply pasar sehingga berpotensi mengerek harga. Apalagi, saat ini lagi musim dingin di mana permintaan batu bara sedang meningkat. 


The Australian Bureau of Meteorology memperkirakan La Nina bakal terjadi hingga akhir Januari, sedangkan US Climate Prediction Center memproyeksikan fenomena alam itu bisa berlanjut hingga Februari 2022. 


Sentimen dari China


Sementara itu, sentimen positif untuk sektor batu bara lainnya datang dari China. Negeri Tirai Bambu itu tengah menindak para penambang batu bara ilegal di negerinya sejak 13 Desember 2021.


Biro Administrasi Tambang Nasional China melakukan beberapa inspeksi untuk menindak penambang ilegal. Para penambang pun didesak untuk tetap disiplin dalam produksi sesuai dengan batasan yang sudah ditentukan. 


Sekitar 12 tambang, termasuk beberapa yang dioperasikan Jinneng Group, produsen batu bara China ke-8 terbesar, disebut memproduksi batu bara di atas kapasitas yang sudah disetujui. 


Bahkan, Jinneng Group sampai membatalkan rencana pemeliharaan tahunan dan bulanan untuk meningkatkan produksi. Lalu, beberapa tambang batu bara yang produksi di luar kapasitasnya ditutup. 


Harga batu bara Newcastle memang sedang dalam tren naik sejak 6 Desember 2021. Dalam periode sepekan itu, harga batu bara Newcastle sudah naik 17,04 persen menjadi 169,2 dolar AS per ton. 


Sentimen Negatif dari Dalam Negeri


Meskipun begitu, ada sentimen negatif saham batu bara dari dalam negeri. Sentimen itu adalah pemerintah tidak merevisi kebijakan domestic market obligation (DMO) untuk batu bara. 


Jadi, produsen batu bara tetap wajib penjualan batu bara untuk kepentingan dalam negeri minimal 25 persen dari rencana produksi. Lalu, harga jual batu bara DMO untuk kebutuhan publik, seperti kelistrikan tetap 70 dolar AS per ton. 


Artinya, emiten batu bara mau tidak mau harus menjual 25 persen dari hasil produksinya dengan harga jauh di bawah pasar. 


Di sisi lain, dari data Minerba One Data Indonesia Kementerian ESDM, realisasi produksi batu bara hingga 14 Desember 2021 mencapai 574,56 juta ton atau 91,93 persen dari target produksi tahun ini. 


Namun, realisasi DMO batu bara hanya mencapai 63,47 juta ton atau hanya 46 persen dari target 137,5 juta ton. 


Emtrade melakukan buy ADRO pada 15 Desember 2021 di rentang harga Rp1.995 per saham untuk jangka pendek. Saat ini sudah floating profit sebesar 1,3%


Mau tau strategi trading saham sektor batu bara ke depannya?


Upgrade ke VIP user untuk menikmati fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP user, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, cryptoclass, dan seminar rutin setiap akhir pekan


Klik di sini untuk upgrade VIP user Emtrade


-SR-


emtrade.id/disclaimer


Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi