Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Tiba-tiba Saham Semen Nge-gas, Ini Deretan Sentimennya

6 Des 2021, 18:01 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Saham semen kompak menguat pada perdagangan 6 Desember 2021. Salah satu yang paling menonjol adalah PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) yang menguat hingga 9,26 persen. Apa yang mendorong harga saham semen melejit? 


Selain INTP, saham semen pelat merah seperti PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) dan PT Semen Baturaja Tbk. (persero) juga mencatatkan kenaikan masing-masing 2,85 persen dan 5,97 persen. 


Kenaikan harga saham semen ini didorong oleh sentimen yang berbeda. Khusus untuk INTP, kenaikan harga sahamnya bersamaan dengan dimulainya periode buyback senilai Rp3 triliun dari 6 Desember 2021 sampai 4 Maret 2022. 


Perseroan melakukan buyback dengan alasan beberapa sentimen negatif yang bisa membuat harga sahamnya berfluktuatif. Sentimen-sentimen itu antara lain, kondisi pasar masih dipenuhi dengan ketidakpastian yang cukup tinggi akibat pandemi Covid-19 yang belum usai. Apalagi, hadirnya varian baru Omicorn yang berpotensi menganggu pemulihan ekonomi.


BACA JUGA: Apa Dampak Buyback Terhadap Harga Saham?

Sentimen negatif lainnya antara lain, risiko pasar akibat aksi tapering Federal Reserve (The Fed). Posisi harga batu bara yang masih tinggi berpotensi meningkatkan ongkos produksi perseroan, serta kenaikan harga kertas yang mempengaruhi biaya produksi.


Sentimen Pengerek Harga SMGR dan SMBR


Berbeda degan INTP, harga saham SMGR dan SMBR menguat beriringan dengan rencana Kementerian BUMN untuk melakukan konsolidasi kedua perusahaan tersebut. Nantinya, SMBR bakal digabung ke dalam ekosistem SMGR bersama anak usaha Semen Indonesia lainnya. 


Alasannya, persaingan industri semen semakin ketat dengan datangnya pemain baru, seperti Semen Merah Putih yang baru saja melantai di bursa pada November 2021 dengan kode CMNT. 


Dengan SMBR dikonsolidasikan dengan SMGR, perseroan bisa lebih bersaing di tengah persaingan pasar yang sengit. 


Untuk konsolidasi itu, SMGR akan melakukan penerbitan saham baru atau rights issue pada 2022. Nantinya, pemerintah akan masuk ke saham baru SMGR dengan skema imbreng, yakni membeli saham baru dengan aset SMBR. 


BACA JUGA: Hal yang Wajib Kamu Ketahui dari Saham yang Mau Rights Issue


Skema imbreng sering digunakan pemerintah untuk mengonsolidasikan bisnis BUMN seperti yang terjadi di PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) yang dikonsolidasikan dengan PT Pertamina (Persero) maupun PT Permodalan Madani Nasional dan PT Pegadaian yang dikonsolidasikan ke PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 


Emtrade pun sudah hold SMBR untuk jangka pendek sejak 30 November 2021 dengan range beli di kisaran Rp660 - Rp690 per saham. Saat ini sudah floating profit 4,5 persen. 


Lalu, bagaimana strategi trading saham semen selanjutnya? 


Upgrade ke VIP user untuk menikmati fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP user, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, cryptoclass, dan seminar rutin setiap akhir pekan


Klik di sini untuk upgrade VIP user Emtrade


-SR-


Emtrade.id/disclaimer


Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi