Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Saham Batu bara Melejit Tinggi, Begini Prospeknya

2 Des 2021, 16:32 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Saham batu bara menjadi salah satu yang menguat signifikan pada perdagangan 2 Desember 2021. Kenaikan harga saham batu bara itu selaras dengan kenaikan harga komoditasnya yang juga menguat. 


Sampai perdagangan 2 Desember 2021, indeks saham Energy naik 2,27 persen. Penguatan saham energi itu didorong oleh beberapa saham batu bara seperti, PTBA naik 5,38 persen, ITMG 4,66 persen, DOID 4,58 persen, INDY 4,46 persen, dan ADRO 3,13 persen.


Kenaikan harga saham batu bara itu bersamaan dengan lonjakan harga batu bara pada 1 Desember 2021. Harga batu bara Newcastle naik 7,73 persen menjadi 152,25 dolar AS per ton. 


Kenaikan harga batu bara itu menjadi yang pertama kali sejak 25 November 2021. Sebelumnya, harga batu bara turun berturut-turut pada periode 25-30 November 2021 sebesar 23,22 persen. 


Adapun, kenaikan harga batu bara didorong oleh kebijakan pemerintah China yang menutup jalur perlintasan kereta api batu bara di Manzhouli, daerah Mongolia Dalam. Penutupan itu dilakukan gara-gara ditemukan 57 kasus positif Covid-19 dengan 40 kasus masih dalam tahap pengetesan. 


Dengan begitu, distribusi produksi batu bara dari Mongolia ke China berpotensi terganggu. Apalagi, ada sekitar 70 tambang batu bara di Mongolia Dalam yang menjadi andalan China untuk menaikkan produksi menjadi hampir 100 juta ton saat krisis energi September 2021. 


Saham Batu bara Cuan Besar


Harga batu bara dunia memang sudah turun 45,85 persen dari level tertingginya pada 5 Oktober 2021 di level 279,92 dolar AS per ton. Namun, banyak yang menilai posisi harga batu bara saat ini pun masih cukup tinggi. Soalnya, secara year to date, harga batu bara masih naik 83,28 persen. 


BACA JUGA: Saham Batu bara yang Bisa Kamu Watchlist


Lonjakan harga saham batu bara itu pun telah membuat pertumbuhan laba bersih saham batu bara melejit drastis pada kuartal III/2021. Sepanjang kuartal III/2021, tiga saham batu bara yang sudah merilis kinerja mencatatkan pertumbuhan laba bersih di atas 100 persen. 


ITMG mencatat kenaikan laba bersih 578,99 persen menjadi 271,5 juta dolar AS dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu. PTBA juga mencatatkan kenaikan laba bersih 175,89 persen menjadi Rp4,76 triliun. Lalu, ADRO juga mencatat kenaikan laba bersih 284,81 persen menjadi 420,9 juta dolar AS. 


Tantangan Saham Batu bara


Salah satunya adalah regulasi pemerintah dan pergerakan bisnis ke arah ekonomi berdasarkan energi baru dan terbarukan. Bahkan, sektor bank di Indonesia disebut bakal mulai mengurangi porsi penyaluran kredit ke sektor batu bara. 


Moody's Investor Service mencatat risiko pembiayaan akan meningkat untuk perusahaan batu bara di tengah kurangnya sumber pendanaan alternatif. Setelah bank dan beberapa investor obligasi mulai mempertimbangkan mengurangi penyaluran dana ke sektor tersebut. 


Salah satu yang jadi sorotan adalah perusahaan batu bara di Indonesia yang menghadapi kekurangan pendanaan. Penyebabnya, bank domestik, internasional, dan investor obligasi, makin selektif dalam memberikan pinjaman ke sektor tersebut. 


Otoritas Jasa Keuangan juga menerapkan aturan pada 2017 yang mewajibkan bank mengajukan tindakan keuangan berkelanjutan dan menerbitkan laporan berkelanjutan setiap tahun. 


Vice President Moody's Maisam Hasnain mengatakan perusahaan batu bara Indoensia memiliki sekitar 2,9 miliar dolar obligasu yang jatuh tempo pada 2024-2026. 


"Perusahaan-perusahaan itu tidak mungkin melakukan refinancing untuk membiayai utang jatuh temponya dengan domestik dan obligasi tersebut," ujarnya. 


Moody's memperkirakan saham batu bara bisa menggunakan hasil laba bersih yang lebih kuat saat lonjakan harga batu bara saat ini. 


Di sisi lain, kondisi itu juga yang membuat beberapa perusahaan batu bara mulai diversifikasi bisnis ke sektor lainnya, seperti tambang nikel, sampai ke energi baru terbarukan. Dengan begitu, perusahaan batu bara bisa mendapatkan pendanaan lebih lanjut untuk mengembangkan bisnisnya tersebut. 


Emtrade juga melakukan pembelian beberapa saham batu bara pada 2 Desember 2021 seperti, PTBA yang dibeli pada harga Rp2.660-Rp2.680 per saham untuk jangka pendek pada 12 Desember 2021. Sampai penutupan, sudah floating profit 2,2 persen sampai 3 persen. 


Lalu, DOID juga dibeli di level Rp268-270 per saham dengan floating profit 1,5 persen sampai 2,2 persen. 


Selain itu, Emtrade juga sudah hold INDY sejak 29 November 2021 untuk jangka pendek dan menengah. Emtrade beli di harga Rp1.630-Rp1.670 per saham dengan floating profit 5,1 persen sampai 7,7 persen. 


Lalu, bagaimana strategi trading saham batu bara ke depannya?


Upgrade ke VIP user Emtrade untuk belajar strategi trading secara real time. 


Dengan menjadi VIP user Emtrade, kamu bakal mendapatkan fitur konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning & day briefing setiap hari perdagangan, dan seminar rutin setiap akhir pekan.


Klik di sini untuk upgrade VIP user Emtrade


-SR-


emtrade.id/disclaimer




Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi