Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Welcome December! Jangan Senang Dulu, Bisa Turun Nih...

29 Nov 2021, 20:11 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Bulan Desember selalu ditutup manis setidaknya selama atu dekade terakhir. Hal ini yang membuat bulan penutup tahun tersebut dinantikan oleh investor.

Desember di kalangan investor saham dikenal dengan bulan Window Dressing atau Santa Claus Rally.

Tapi ada ancaman datang dari mutasi virus corona (Coronavirus Disease 2019/COVID-19) yang menciptakan varian baru. Diperkirakan varian ini mampu mengurangi efektivitas vaksin sehingga dicap lebih berbahaya dibanding varian lainnya.

Lantas, bagaimana nasib IHSG di bulan Desember??

Kenali dulu Santa Claus Rally dan Window Dressing

Santa Claus rally, istilah ini menggambarkan kondisi market yang bullish atau naik di akhir tahun. Biasanya terjadi 2 minggu terakhir di bulan Desember. Hal ini di pengaruhi oleh psikologis investor yang sedang bahagia karena liburan akhir tahun dan menyambut tahun baru serta ada bonus akhir tahun yang bisa digunakan untuk membeli saham.

sumber: Bloomberg

Dilihat dari data di atas, bulan Desember selalu ditutup hijau. Rata-rata kenaikan IHSG pada bulan Desember di 10 tahun terakhir sebesar 3,23%. Hal ini jadi bukti kalau ternyata Santa Claus Rally memang terjadi.

Nahh… selain santa Claus Rally, ada juga Window Dressing. Ini adalah strategi big fund untuk mempercantik portofolio investasi mereka dengan membeli saham-saham berfundamental bagus yang sudah terdiskon, sehingga portofolio berakhir cuan.

Window dressing dimulai di awal Desember, namun kita bisa mulai beli saham di bulan November, karena rata-rata IHSG mengalami koreksi. Sehingga bisa dimanfaatkan untuk membeli saham yang masih di area support.

Kita bisa manfaatkan momen window dressing dan Santa Claus rally untuk menghasilkan profit. Apakah nanti semua saham akan naik? Yaps, mayoritas saham akan naik, namun tentu prosentase kenaikan berbeda-beda. Karena yang di incar big fund adalah saham dengan fundamental bagus, kita juga bisa lirik saham-saham blue chips.

Kita juga bisa perhatikan saham yang sudah jatuh dalam, dan mulai ada pembalikan arah untuk bisa mulai entry. Saham yang sudah terkoreksi sepanjang tahun ada potensi untuk berbalik arah di akhir tahun.

Ekonomi Pulih Jadi Penopang

Ekonomi Indonesia pada 2021 semakin pulih akan jadi penopang window dressing tahun ini. Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini sudah berada di level positif.

Begitu juga indikator lainnya seperti inflasi dan PMI Manufaktur yang menunjukan sinyal ekonomi Indonesia kembali bergerak dana da di jalur pemulihan.

Kuncinya adalah pengendalian Covid-19 (Coronavirus Disease 2019/COVID-19) dan vaksinasi massal.

Mengacu data our world Indonesia, hingga 5 November 2021 rata-rata vaksinasi dalam tujuh hari di Indonesia mencapai 1,68 juta. Trend vaksinasi ini pun terus meningkat dari tiap bulannya.

Menurut data covid.go.id, jumlah orang yang sudah di vaksin (minimal dosis satu) sudah mencapai 124,16 juta orang atau kurang lebih setara 44,8% dari total jumlah penduduk Indonesia.  

Vaksinasi terus dikebut oleh pemerintah untuk mencapai target herd immunity pada awal tahun 2022.

sumber: OurWorldinData

Tingkat COVID yang terkendali dan vaksinasi yang terus bertumbuh berdampak pada PPKM yang semakin longgar. Hal ini membuat mobilitas masyarakat Indonesia pun semakin meningkat.

Mobilitas masyarakat secara garis besar sudah mulai membaik di kuartal-IV 2021. Hal ini ditandai dengan tiga tempat sudah berada di area positif kecuali pusat transportasi umum.


Sumber: Google Mobility Index, Emtrade

Tren mobilitas ritel dan rekreasi seperti restoran, kafe, pusat perbelanjaan, taman hiburan, museum, perpustakaan, dan bioskop sudah berada di level positif didorong oleh pembukaan pusat perbelanjaan yang hampir beroperasi maksimal. Bahkan di Jakata operasional sudah 100% dan restoran bisa dine in.

Sementara itu pusat transportasi masih berada di area negatif, namun terus berangsur membaik. Terbatasnya hari lbur panjang dan jadwal keberangkatan moda transportasi yang terbatas jadi faktor kenapa tempat ini masih di level negatif.

Ancaman Varian Virus Baru

Varian virus corona baru, Omicron, pertama kali dilaporkan ke WHO pada 24 November lalu dari Afrika Selatan.

Varian ini dikhawatirkan meneyebar lebih cepat. Sejauh ini diidentifikasi sudah meluas ke Botswana, Belgia, Hong Kong, dan Israel.

Profesor Tulio de Oliveira, direktur Pusat Respons dan Inovasi Epidemi Afrika Selatan, mengatakan mutasi ini tidak biasa dan sangat berbeda dari varian lain.

"Varian ini memang mengejutkan kami, karena telah melalui loncatan besar dalam proses evolusi [dan] memiliki lebih banyak mutasi dari yang kami harapkan," katanya.

Varian baru ini punya 50 mutasi secara keseluruhan, lebih dari 30 di antaranya terdapat pada spike protein (taji protein). Bagian ini adalah alat yang digunakan virus untuk membuka pintu ke sel-sel tubuh kita sekaligus yang disasar sebagian besar vaksin, kata Prof. de Oliveira.

"Varian ini membuat kami khawatir bahwa virus tersebut mungkin memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi, meningkatkan kemampuan untuk menyebar dari orang ke orang, tetapi mungkin juga menghindari beberapa bagian dari sistem kekebalan tubuh," ungkap Profesor Richard Lassells, dari Universitas KwaZulu-Natal di Afrika Selatan.

Perlu digarisbawahi, saat ini masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan yang jelas tentang varian baru ini. Walaupun sudah ada indikasi varian ini lebih berbahaya yang menyebaban kekhawatiran berbagai negara.

Strategi Window Dressing 2021

Saat ini risiko satu-satunya dan terbesar di pasar adalah Omicron. Meredanya covid buat idana investor asing asing masuk ke Indonesia. Itulah yg buat kami tadinya optimis dengan saham-saham big caps, terutama perbankan menjadi lebih wait and see.

Munculnya covid kembali akan buat mereka hengkang. Munculnya varian baru Omicron ini tidak bisa dipandang sebelah mata.

Lihat saja behaviour masyarakat di sekeliling kita, seakan sudah lupa dengan tragedi Covid-19 varian Delta. Capek dikurung di rumah, sekarang semua mau cari senang, pergi ke resto, tempat wisata & hiburan. Pesawat besar ke Bali pun FULL. Penuh. Demikian juga dengan hotel2 dan restoran.

Kalo varian baru meledak, lupakan window dressing, lupakan January Effect. Foreign akan keluar lagi.

That’s why rekomendasinya wait and see sampai covid berlalu.

Ada dua skenario yang kami siapkan. Jika covid varian baru tidak meledak, maka old economy bisa jadi piliha. Kita bisa perhatikan saham berfundamental bagus untuk mulai beli di bulan November, seperti BBCA BBRI ICBP UNVR dan ASII.

Saham-saham ini merupakan saham big caps dengan fundamental yang bagus. Untuk consumer goods, sampai saat ini masih terdiskon secara valuasi ICBP diskon 32,1% dan INDF diskon 37,1%. Sedangkan ASII dan BBRI sedikit terdikon secara valuasi, yaitu ASII diskon 9,9% dan BBRI diskon 8%, namun masih bagus untuk dikoleksi.

Namun, jika kembali meledak, saham tekonologi atau digital dan kesehatan bisa jadi opsi yaitu ARTO, BBYB, DGNS, dan PRDA. Lagipula, saat ini saham-saham tersebut memiliki teknikal yang menarik.

ARTO secara teknikal laju harga datar alias sideways. Dalam jangka pendek berpotensi terkonsolidasi di support 13.950 yang diperoleh dari low September 2021 hingga resisten 16.725 yang diperoleh dari high November 2021.


BBYB secara teknikal sedang mengalami trend sideways. Dalam jangka pendek berpotensi terkonsolidasi di support 1.850 yang diperoleh dari high Agustus 2021 hingga resisten 2.560 yang diperoleh dari pola base.


DGNS secara teknikal mengalami trend sideways. Dalam jangka pendek berpotensi terkonsolidasi di support 720 yang diperoleh dari low Agustus 2021 hingga resisten 840 yang diperoleh dari high November 2021.


PRDA secara teknikal berpotensi mengalami trend sideways. Dalam jangka pendek berpotensi terkonsolidasi di support 7.600 yang diperoleh dari MA20 daily hingga resisten 8.875 yang diperoleh dari high November 2021.


Bagaimana dengan strategi dan analisis kinerja keuangan lainnya?

Analisis dan strategi khusus user VIP. Klik di sini untuk upgrade ke VIP dan dapatkan full access.


-FR-

emtrade.id/disclaimer

Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi