Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Tiga Sentimen yang Bikin Saham Big Caps Diburu Asing

25 Nov 2021, 17:58 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

IHSG hampir all time high setelah sempat naik tembus 6.751 pada sesi I 25 November 2021. Saham-saham big caps pun diburu asing dengan mencatatkan net buy asing cukup tinggi. 


Sayangnya, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat hanya 0,24 persen menjadi 6.699 dan mencatatkan net sell asing Rp48,24 miliar. Meskipun begitu, beberapa big caps justru diburu oleh investor asing. 


Tercatat empat saham big caps plat merah seperti TLKM, BMRI, BBNI, dan BBRI mencatatkan net buy asing. TLKM menjadi saham yang paling diburu asing dengan net buy senilai Rp419,9 miliar pada 25 November 2021. 


Aksi net buy asing di saham TLKM terjadi setelah perusahaan telekomunikasi itu merilis laporan keuangan kuartal III/2021. 


TLKM mencatatkan pendapatan tumbuh 6,1 persen menjadi Rp106,04 triliun dan laba bersih naik 18,87 persen menjadi Rp18,87 triliun dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu.


Salah satu yang spesial dari kinerja TLKM pada kuartal III/2021 adalah pencapaiannya yang sudah melebihi periode sebelum pandemi Covid-19. Terakhir, kinerja TLKM pada kuartal III/2019, pendapatan senilai Rp102,63 triliun dengan laba bersih Rp16,67 triliun. Artinya, kinerja saham TLKM sudah mulai pulih pasca efek pandemi Covid-19 pada 2020.

Prospek Ekonomi Indonesia


Selain TLKM, ada beberapa saham big caps yang diburu asing lainnya seperti BMRI mencatat net buy asing Rp86,9 miliar, BBNI Rp11,3 miliar, dan BBRI Rp8,7 miliar. 


Salah satu sentimen yang bisa mendorong saham banking big caps adalah hasil pertemuan tahunan Bank Indonesia pada 24 November 2021. Dari pertemuan itu, Bank Indonesia menegaskan pihaknya bakal tetap menjaga suku bunga di level rendah hingga ada tanda-tanda kenaikan inflasi. 


Lalu, Bank Indonesia juga memasang proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2022 sebesar 4,7 persen sampai 5,5 persen lebih tinggi ketimbang proyeksi sebelumnya 4,6 persen sampai 5,4 persen.  


Optimisme ekonomi Indonesia 2022 juga didukung beberapa lembaga seperti Fitch rating yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tembus 6,8 persen. Bahkan, dengan risiko mutasi Covid-19 bisa tetap berkisar di 6 persen.

 

Catatan Rapat FOMC 


Selain itu, catatan rapat FOMC pada 3 November 2021 baru dirilis 24 November 2021. Hasilnya, seluruh pejabat The Fed mengaku lebih sabar untuk memutuskan pengetatan moneter ketika inflasi Amerika Serikat (AS) melejit dalam 30 tahun terakhir. 


Namun, pejabat the Fed kompak siap menarik rem stimulus moneter yang sudah diberikan, termasuk menaikkan suku bunga, jika laju inflasi tidak terbendung lagi. 


Dari hasil rilis rapat The Fed pada awal bulan itu, pasar AS cenderung merespons positif. Pada 24 November 2021, S&P 500 index naik 0,23 persen, Nasdaq naik 0,44 persen, dan hanya Dow Jones turun 0,03 persen. 


BACA JUGA: Kenapa Kebijakan Ekonomi dan Bursa Global Mempengaruhi IHSG?


Dengan tren kebijakan moneter Bank Indonesia dengan The Fed yang tetap menjaga di level rendah, menjadi sentimen positif untuk pasar saham di emerging market seperti Indonesia, meski pada 25 November 2021, pasar saham Asia cenderung bergerak mix. Seperti, bursa Tokyo yang menguat 0,67 persen, tetapi Shanghai turun 0,24 persen. 


Lalu, bagaimana strategi trading saham jelang akhir tahun? yuk upgrade ke VIP user Emtrade


Dengan upgrade VIP user Emtrade, kamu bisa mendapatkan konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning-day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan. 


Klik di sini untuk Upgrade ke VIP user Emtrade


-SR-


emtrade.id/disclaimer


Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi