Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Saham Properti Menanti Kabar Baik dari Pemerintah

17 Nov 2021, 14:26 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Prospek saham properti bakal menunggu hasil kajian pemerintah terkait insentif fiskal yang mau dipertahankan pada 2022. Salah satunya, insentif PPN sektor properti yang bakal selesai pada akhir 2021. Kira-kira, bagaimana prospek saham properti ke depannya?


Saham properti memang lagi menanjak sejak semester II/2021 berjalan. Penyebabnya, permintaan properti lagi naik. Apalagi, pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) pada kuartal III/2021 juga naik sebesar 9,39 persen. 




Marketing sales beberapa saham properti juga berkinerja baik pada kuartal III/2021, rata-rata sudah mencapai 85 persen dari target. Misalnya, PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) mencatatkan marketing sales Rp5 triliun. Nilai itu mencapai 85 persen dari target 2021 Rp5,9 triliun.


Lalu, PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) yang meraup marketing sales Rp6,1 triliun. Nilai itu mencapai 87 persen dari target 2021 Rp7 triliun. Kemudian, PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA) yang mencatat marketing sales Rp3,4 triliun. Angka itu sudah mencapai 86 persen dari target 2021 senilai Rp4 triliun.


Pendorong Penjualan Properti


Sektor properti memang menjadi salah satu sektor yang memiliki multiplier effect ke sektor lainnya. Seperti, ketika pengembang bangun rumah bakal membutuhkan bahan bangunan dari semen, kayu, dan sebagainya. Lalu, saat konsumen membeli rumah, bakal membeli peralatan dan aksesoris untuk rumahnya. 


Untuk itu, sektor properti menjadi salah satu yang diberikan insentif dari moneter dan fiskal. 


Insentif dari moneter datang dari Bank Indonesia berupa relaksasi uang muka pembelian properti mulai dari 0 persen. Dengan begitu, akan memudahkan masyarakat yang ingin membeli rumah dengan KPR. 


Lalu, ada juga insentif fiskal dari pemerintah berupa potongan pajak pertambangan nilai (PPN). Jadi, rumah yang harganya di bawah Rp2 miliar dibebaskan dari PPN 10 persen. Lalu, untuk rumah yang harganya Rp2 miliar sampai Rp5 miliar mendapatkan diskon PPN sebesar 50 persen. 


Diskon PPN itu lumayan memberikan efek ke permintaan properti. Soalnya, jika kita membeli rumah Rp1 miliar, berarti bisa dapat potongan diskon hingga Rp100 juta. 


Dua insentif itu yang membuat pertumbuhan KPR melejit tinggi sepanjang tahun ini. Namun, kalau melihat penjualan properti, trennya masih turun. 


Menurut data Bank Indonesia, total penjualan properti seluruh segmen pada kuartal ketiga tahun ini turun 15,19 persen. Lalu, kenapa KPR naik, tetapi penjualan properti turun? 


Dari survey Indeks Harga Residensial Bank Indonesia kuartal ketiga, penjualan properti yang tinggi berada properti segmen menengah dan besar. Penjualan properti segmen menengah naik 7,01 persen, sedangkan penjualan properti segmen besar melejit 45,57 persen. 




Menanti Keputusan Pemerintah


Nah, saat ini sektor properti lagi menanti keputusan pemerintah terkait rencana perpanjangan insentif PPN tersebut. 


Dikutip dari Kompas.com, Real Estate Indonesia (REI) mengusulkan ke pemerintah untuk memperpanjang insentif PPN Perumahan hingga Desember 2022.


Lalu, REI juga mengusulkan agar PPN ini juga berlaku tidak hanya untuk rumah siap jual, tetapi juga rumah inden. 


Di sisi lain, pemerintah masih mengkaji pemberian sejumlah insentif fiskal pada 2022, termasuk PPN sektor properti. 


Dikutip dari Bisnis.com, secara umum arah pemerintah tetap melanjutkan insentif fiskal demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Namun, pemerintah akan memilih insentif yang memberikan efek multiplier ke ekonomi yang kuat. 


Sampai saat ini memang belum ada keputusan apakah insentif PPN untuk sektor properti bakal dilanjutkan atau tidak oleh pemerintah. 


Pastinya, jika insentif PPN sektor properti itu diperpanjang, artinya bakal jadi sentimen positif untuk saham properti pada tahun depan. Soalnya, kinerja penjualan saham properti bisa tumbuh agresif dengan kebijakan tersebut. 


Lalu, bagaimana strategi trading saham properti ke depannya? untuk selengkapnya, Yuk upgrade ke VIP user Emtrade


Dengan menjadi VIP user Emtrade, kamu bakal mendapatkan konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing setiap hari perdagangan, serta seminar rutin setiap akhir pekan. 


Klik di sini untuk upgrade VIP user Emtrade


-SR-


Emtrade.id/disclaimer


Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2023, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi