Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Saham Properti dan Kabar dari Paman Sam

9 Nov 2021, 17:08 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Saham properti kompak menguat pada perdagangan 9 November 2021. Kenaikan saham properti bersamaan jelang pengumuman data inflasi Amerika Serikat (AS). Lalu, apa hubungan saham properti dan data ekonomi AS tersebut? 


Sampai penutupan 9 November 2021, ada empat saham properti yang kompak menguat, yakni BSDE naik 2,7 persen, CTRA naik 2,74 persen, SMRA naik 3,74 persen, dan ASRI naik 1,62 persen. 


Kenaikan itu pas banget dengan sentimen pasar yang menunggu data inflasi AS. Proyeksinya, data inflasi AS pada Oktober 2021 bisa tembus 5,8 persen atau lebih tinggi ketimbang September sebesar 5,4 persen. 




Dengan kondisi inflasi yang tinggi, seharusnya Federal Reserve (The Fed) sebagai bank sentral AS menaikkan tingkat suku bunga. Tujuannya untuk meredam laju inflasi untuk lebih tinggi lagi. 


Namun, sejauh ini, The Fed cenderung bersikap dovish atau pro tren suku bunga rendah hingga saat ini, meski mereka telah memutuskan untuk mengurangi pembelian obligasi bulanan atau tapering off. 


Seperti dikutip dari Reuters pada 9 November 2021, Wakil Ketua The Fed Richard Clarida mengatakan bank sentral belum fokus untuk menaikkan tingkat suku bunga. Jika kondisi ekonomi saat ini benar, paling cepat The Fed menaikkan suku bunga pada akhir 2022. 


BACA JUGA: Prospek Saham Sektor Properti Akhir 2021


Posisi inflasi AS saat ini memang cukup tinggi, tetapi pihaknya mengaku inflasi yang objektif masih sesuai dengan target jangka panjang The Fed, yakni 2 persen. 


"Saya menilai kinerja tahun ini tidak akan terulang lagi pada tahun depan," ujarnya. 


Maksudnya, tingkat inflasi AS yang tinggi juga disebabkan oleh angka yang lebih rendah pada periode sama tahun lalu. 


Amerika Serikat (AS) mencatat inflasi rendah sebesar 0,1 persen pada Mei 2020. Sampai Oktober 2020, inflasi AS hanya naik 1,2 persen.


Dari sisi The Fed, 18 pejabatnya menilai waktu yang pas menaikkan suku bunga pada 2022. Dengan mayoritas cenderung mantap menaikkan suku bunga pada 2023 dan 2024. 


Hubungan Antara Sektor Properti dengan Suku Bunga The Fed


Hubungan antara sektor properti dengan suku bunga The Fed adalah terkait dengan potensi permintaan. Soalnya, tingkat suku bunga bakal mempengaruhi tingkat bunga dan permintaan kredit pemilikan rumah (KPR). Saat ini, di Indonesia, mayoritas transaksi properti dilakukan lewat KPR. 


Dengan the Fed cenderung menahan suku bunga di level rendah untuk jangka menengah, artinya Bank Indonesia juga tidak akan terburu-buru untuk mengetatkan moneter. Artinya, tingkat suku bunga kredit dan KPR bisa bertahan di level rendah juga. 

Sektor properti berpotensi mencatatkan kenaikan permintaan karena Bank Indonesia juga melonggarkan DP 0 persen untuk KPR sampai 2022. 


Dengan berbagai pelonggaran ini, pertumbuhan KPR juga tumbuh positif. Sampai September 2021, pertumbuhan KPR sudah naik 9,4 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 7,8 persen. 




Sampai kuartal III/2021, tiga saham properti juga mencatatkan marketing sales yang positif. BSDE mencatatkan Rp6,1 triliun atau 87 persen dari target Rp7 triliun. Lalu, CTRA mencatatkan Rp5 triliun atau 83 persen dari Rp6 triliun. SMRA mencatatkan Rp3,4 triliun atau 86 persen dari Rp4 triliun.


Untuk ASRI, data sampai Agustus 2021 mencatatkan marketing sales Rp2,01 triliun dari target Rp3,2 triliun. 


Emtrade juga buy saham properti untuk jangka pendek pada 9 november 2021  dengan floating profit 2,1 persen sampai 2,6 persen. Untuk jangka menengah, Emtrade sudah floating profit 14,8 persen sampai 16,9 persen setelah hold sejak 30 September 2021. 


Lalu, bagaimana strategi trading saham properti selanjutnya? Yuk upgrade ke VIP user Emtrade. 


Dengan menjadi upgrade ke VIP user Emtrade, kamu bisa mendapatkan konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning-day briefing, crypto class, dan seminar rutin setiap akhir pekan.


Klik di sini untuk upgrade ke VIP user Emtrade


-SR-


Emtrade.id/disclaimer


Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2023, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi