Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconRisk Management

Cara Mengatasi Saham Nyangkut

16 Feb 2022, 16:29 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Cara Mengatasi Saham Nyangkut adalah hal yang perlu karena biasanya, kalau sudah nyangkut, banyak yang menunggu hingga saham tersebut naik kembali. Kalau dekat balik modal, baru jual. Syukur-syukur, bisa untung deh. Kalau apes, naiknya lama … harus menunggu sekian purnama.

Apa penyebab floating loss? Bagaimana cara untuk mengantisipasi floating loss / saham nyangkut? Adakah cara yang lebih baik selain sekedar hold saja?

Faktor Penyebab Floating loss / Nyangkut

Sebelum kita belajar tentang cara mengatasi floating loss / saham nyangkut, kita perlu memahami dulu penyebab dari saham nyangkut kenapa.

Floating loss / nyangkut adalah kerugian yang belum direalisasikan.

Faktor terbesar yang menyebabkan floating loss berlebihan adalah tidak disiplin stop loss atau tidak membatasi risiko.

Cara Mengatasi Saham Nyangkut adalah dengan membatasi risiko adalah dengan mengatur jumlah saham yang kita beli (diversifikasi), dan juga nominal / berapa banyak kita boleh beli saham tersebut. Klik di sini untuk strategi manajemen risiko.

Pembatasan resiko dapat dilakukan dengan cara berikut ini :

  1. Jangka pendek dan menengah

Untuk jangka pendek kita bisa membatasi risiko dengan menentukan area stop loss sebesar 5% dari harga beli kita. Pastikan area ini tidak bertepatan dengan area support untuk menghindari adanya pantulan. 


Sedangkan untuk jangka menengah, kita lakukan pembatasan risiko ketika breakdown dari trendline atau patah tren. bisa juga dengan menetapkan titik stop loss 10% dari harga beli.

Klik di sini untuk cara stop loss / pembatasan risiko untuk jangka pendek dan menengah.


  1. Jangka panjang

Jangka panjang/investasi juga ada pembatasan rIsikonya, yaitu dengan mempertimbangkan kodisi fundamental perusahaan. Ketika fundamental mengalami penurunan performa, maka kita sebagai investor dapat melakukan pembatasan risiko.

Nah bagaimana jika belum sempat mengenal strategi manajemen risiko tersebut, dan udah nyangkut? Gimana cara ngatasin saham nyangkut / stop loss?

Baca juga: 3 Cara Manajemen Risiko dalam Trading Saham

3 Strategi Cara Mengatasi Saham Nyangkut

Ada 3 strategi yang bisa dilakukan saat mengalami floating loss. Namun perlu diingat, bahwa strategi ini tidak serta merta menghilangkan kerugian yang ada, namun sifatnya meminimalisir kerugian atau resiko yang ada.

  1. Switch saham lain

Strategi switching bisa dilakukan ketika kita melihat peluang yang jauh lebih bagus dari saham / coin lain. Sebagai contoh, ketika masa pandemi, saham old economy turun, dan saham new economy / teknologi naik. Nah, jika kita bisa menilai perubahan trend secara objektif (secara teknikal), bukan berdasarkan emosi, maka boleh jual saham nyangkut itu dan tukar ke saham new economy.


Demikian pula ketika pandemi sudah mulai mereda. Maka saham old economy mulai naik lebih kencang daripada saham digital, dan juga saham komoditas melaju karena ada commodity booming. Jadi boleh tukar saham new economy ke saham old economy atau komoditas.

Strategi switching ini pun sebenarnya sebaiknya dilakukan tanpa harus menunggu terjadi saham nyangkut.

 

  1. Dollar-cost averaging

Strategi beli bertahap dengan titik beli yang ideal dan porsi yang sesuai. Sangat penting untuk kita sebagai trader ataupun investor menentukan level beli dan porsi dalam bertransakasi saham.


Strategi DCA ini dapat digunakan untuk meminimalisir risiko floating loss dengan cara melakukan average. Average dilakukan ketika sudah ada tanda pembalikan arah dan wajib memperhitungkan porsi saham / alokasi saham yang sudah dimiliki.


Ada yang menyebut strategi ini sebagai strategi Averaging Down, namun mindset-nya bukan membeli harga di bawah agar rata-rata harga pembeliannya turun. Mindset-nya, kita beli di harga yang lebih baik karena masih ada porsi untuk saham tersebut di portofolio kita seiring dengan perencanaan di awal.


Sebagai contoh, kita punya alokasi untuk sebuah saham sebesar 20% dari total portfolio kita. Jadi jika kita baru punya 10% dari total portfolio, maka kita masih boleh beli lagi 10% dari total portfolio. Jika sudah punya lebih dari 20% jangan beli  lagi. Jadi kuncinya terletak pada desain manajemen portofolio.

 

Baca juga: Diversifikasi Saham, Apa dan Bagaimana?

Cara Mengatasi Saham NyangkutPoin penting berikutnya, ketika beli lagi di bawah, harus memperhatikan sudah terjadi tanda bullish reversal secara teknikal, yang biasanya ditunjukkan dengan pattern bullish reversal disertai dengan volume konvergen.


Ketika average dilakukan saat sudah ada pembalikan arah, maka risiko terbawa koreksi kembali akan berkurang. Sebagai contoh, kita akan menggunakan saham PTPP di bulan September 2021.

 Cara Mengatasi Saham Nyangkut

Before

 Cara Mengatasi Saham Nyangkut

After

 

Misalnya, PTPP di beli pada bulan Febuari kemudian turun terus, dan akhirnya pada bulan September mulai mengalami pembalikan arah yaitu di tandai dengan masa akumulasi atau sideways, kemudian breakout dengan volume tinggi.

 

Ini adalah waktu yang potensial untuk tambah beli dengan catatan belum full porsi, sesuai alokasi.

 

Lakukan pembelian sesuai porsi yang tersisa untuk saham tersebut, jika di awal memutuskan PTPP beli porsi 20% dari Rp 100 juta alias Rp 20 juta, maka kita sebaiknya tidak menambah beli jika sudah punya lebih dari 20 juta, dan sebaliknya.

 

Nah hati-hati ketika memutuskan untuk menambah beli lagi, harus benar-benar objektif ketika melihat potensi secara teknikal, dan bukan emosional. Perlu latihan memang.

 

Nah jika kamu bingung, join sebagai VIP user Emtrade, nonton morning briefing tiap hari ya biar bisa semakin tajam praktiknya.

 

Baca juga: Strategi Trading Saham Saat Downtrend

 

  1. Cicil jual / jual bertahap ketika kena resisten

Cicil jual adalah strategi menjual bertahap saat terjadi pantulan ke area resisten.

 

Hal ini dilakukan untuk mengurangi kerugian ketika saham yang kita miliki mengalami floating loss dan porsi yang dimiliki sudah melewati batas alokasi per saham.

 

Kita akan menggunakan BBYB di tahun 2021 sebagai contoh.

 Cara Mengatasi Saham Nyangkut

Pada Agustus 2021, Susan beli BBYB di harga 1830 sebanyak 30% atau Rp 30 juta dari portofolionya Rp 100 juta, karena gemes sebelumnya BBYB naik banyak dan ingin cuan lebih.

Alih-alih naik, saham BBYB ternyata malah turun signifikan.

Turun 27%, Susan rugi total Rp 8,1jt atau 8,1% dari total portfolionya.

Karena dag dig dug dan tidak siap stop loss, Susann pun menunggu dan menunggu.

Sadar akan kesalahannya yaitu beli kebanyakan, Susan mencoba mengurangi porsi saham ini, dengan menjual ketika harga saham mentok pada resisten-resisten terdekat.

Ketika harga saham naik ke 1600, maka itu artinya saham Susan hanya turun 12%, dan kerugian dari total portofolio mulai berkurang dari Rp 8,1jt jadi rugi Rp 3,6jt saja.

Di resisten ini, Susan bisa menjual semua atau jual sebagian dengan asumsi saham tersebut masih sideways dan masih bisa naik meski lama.

Baca juga: Kenali Ciri-Ciri Harga Mau Uptrend

Nah 3 cara itu dilakukan untuk yang udah mengalami rugi besar / saham nyangkut.

Tapi, sebaiknya jangan sampai nyangkut deh...

Pembatasan risiko dan positioning adalah 2 hal penting untuk trader dan investor. Terutama trader, membatasi risiko sedini mungkin akan lebih baik daripada membiarkan floating loss besar dengan harapan menunggu harga kembali ke titik beli kita.

Selain mengorbankan waktu menunggu yang lama, dana juga berhenti di satu saham yang tidak menghasilkan profit. So cara mengatasi saham nyangkut adalah dengan cut your losses short and let your profit run!

Yuk dapatkan referensi trading saham, edukasi lebih tajam tentang cara trading dan investasi, serta analisis mengapa beli jual ini / itu, beberapa case Cara Mengatasi Saham Nyangkut, serta bisa tanya jawab dengan team coach, dibimbing setiap hari lewat Morning Briefing, Day Briefing & Afternoon Briefing. Klik di sini untuk upgrade ke VIP dan dapatkan akses lengkap Emtrade. Caranya, klik  di sini ya.

-GY / EM-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.





Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2023, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi